Interiordesign.id -Merawat Furniture memerlukan setidaknya pengetahuan dasar soal jenis dan material yang digunakan. Melakukan perawatan pada furnitur diperlukan agar dapat bertahan lama dan tidak mudah rusak.
Cara perawatan furnitur berbeda-beda, tergantung dar jenis material yang digunakan. Furnitur kayu, logam atau metal, kaca dan lainnya membutuhkan perawatan khusus dan spesifik.
Perawatan yang baik terhadap furnitur, selain akan menghemat sejumlah pengeluaran, usia furnitur yang anda gunakan juga akan bertahan lama dan anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli yang baru.
Dilansir dari desain denah rumah, berikut adalah 3 cara terbaik melakukan perawatan pada furniture sesuai jenis yang banyak digunakan, yang bisa membuat furnitur lebih awet dan juga tahan lama.
1. Cara merawat furnitur ber-finishing Melamik/duco
Furnitur dengan finishing melamik atau duco, cara melakukan perawatan terbaik adalah dengan membersihkannya menggunakan kain lap atau kemoceng.
Jangan menggunakan cairan atau bahan kimia tertentu, karena jenis ini akan lebih mudah rusak jika terkena bahan kimia.
Cukup gunakan lap basah untuk membersihkannya.
furnitur finishing duco/melamikfurnitur finishing duco/melamik
2. Perawatan Sofa
Banyak Jenis Sofa yang dapat anda pilih dengan pertimbangan perawatan yang mudah. Seperti sofa yang memiliki upholstery yang dapat dilepas dari bantalannya.
Dengan model seperti itu, sofa yang terlihat kusam dan kotor akan mudah anda cuci karena bahan pelapis yang dapat dilepas dan dipasang kembali.
3. Cara merawat furnitur ber-finishing pelitur
Kebalikan dari jenis furnitur berfinishing melamik dan atau duco, furnitur berpelitur harus menggunakan cairan kimia khusus untuk membersihkannya.
Namun jangan lupa perhatikan instruksi pemakaian pada cairan kimia tersebut agar dapat berfungsi secara maksimal.
perawatan furnitur menggunakan cairan kimia khusus
Itulah cara terbaik dan cukup mudah dalam melakukan perawatan furnitur. Cukup membersihkannya secara berkala atau secara periodik, furnitur bisa semakin terjaga dengan baik dan tentunya lebih awet dan juga tahan lama.
Pertanyaan “furniture ini tahan berapa tahun?” tidak dapat dijawab dengan satu angka untuk semua unit. Bahan, sambungan, kelembapan, beban, perawatan, dan perubahan kebutuhan berbeda di setiap tempat.
Ketahanan furniture bukan sifat tunggal yang dapat dibaca dari ketebalan panel atau nama material. Unit bekerja sebagai susunan panel, sambungan, fitting, lapisan, tumpuan, dan cara pemasangan. Untuk memilih atau mengevaluasinya, cocokkan penggunaan yang direncanakan dengan bukti bagi susunan tersebut.
Pintu kabinet yang seret, laci sulit ditarik, dan kursi yang terasa tidak pas sering disebut “bahan jelek”. Kesimpulan itu terlalu cepat. Masalah bisa berasal dari rancangan, fitting, pemasangan, posisi dalam ruang, perubahan bahan, atau cara pakai.
Furniture yang terlihat kokoh saat diam belum tentu aman saat laci ditarik, pintu dibuka, seseorang bersandar, atau anak memanjatnya. Mulailah dari cara benda itu dipakai dan ditempatkan, lalu periksa bukti untuk produk dan susunan yang benar.
“Cocok untuk iklim tropis” sebaiknya menjadi daftar kondisi proyek, bukan stiker yang dianggap sebagai jaminan umur panjang. Rumah teduh ber-AC, teras tertutup, dan balkon yang terkena hujan tampias memberi paparan berbeda.
Bedakan paparan panas dari panci, matahari, dan perangkat sebelum memilih furnitur. Cocokkan permukaan, perekat, ventilasi kabinet, serta perlindungan dengan manual dan data produk.