Salah satu ciri khas desain interior rumah art deco adalah penggunaan ornamen-ornamen berbentuk geometris yang mempresentasikan kemewahan.
Interiordesign.id – Apa itu art deco? Art deco adalah salah satu gaya desain interior dan arsitektur yang berkembang dan populer sekitar tahun 1920-1930. Gaya ini kemudian berkembang menjadi gaya desain yang digemari pada saat itu, khususnya di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Modern, mewah dan anggun menjadi ciri khas dan sangat identik dengan desain dan arsitektur bergaya art deco tersebut.
from pinterest
Interior Apartemen Mini Dengan Sentuhan Gaya Desain “Art Deco” yang Sederhana Namun Mewah
Desain art deco hadir membawa kebebasan dalam mengekspresikan seni untuk menciptakan sebuah makna modern pada gagasan interior maupun arsitektur. Modern yang dimaksud dalam art-deco adalah berani tampil beda dan baru, serta tampil lebih menarik dari gagasan desain lain yang dianggap kuno. Dus, banyak gaya desain art deco yang menggunakan pemilihan warna yang mencolok. Selain itu proposinya pun tidak umum dengan penggunaan material terbaru serta dekorasi yang tampak megah.
Gaya art deco menggambarkan masukulinitas dengan garis-garis tegas. Salah satu ciri khas gaya interior art deco adalah ornamen geometris yang mempresentasikan kemewahan. Hal tersebut dipengaruhi oleh revolusi industri di Inggris pada pengujung abad ke-19. Kala itu, mesin-mesin pabrik mampu menciptakan suatu hal yang sangat sulit diciptakan oleh manusia, salah satunya adalah garis lurus.
Karakteristik Bangunan & Desain Interior Rumah Art Deco
#1 Sisi Bangunan Melengkung Jerry’s Famous Deli di Miami Beach (Sumber: flickr.com)
Bangunan art deco memiliki beberapa jenis karakteristik, seperti bangunan yang sisinya melengkung. Namun tidak semua sisi bangunan bersudut melengkung, biasanya hanya satu atau dua bagiannya saja.
#2 Atap Datar via houzz
Atap bergaya art deco nampak berbeda dari atap kebanyakan rumah yang biasanya berbentuk miring. Art deco merupakan turunan dari gaya kubisme yang identik dengan atap berbentuk datar sehingga menyerupai kubus.
#3 Glass Block
Bangunan art deco juga biasanya menggunakan glass block atau balok-balok kaca digunakan secara ekstensif sebagai pengganti jendela. Balok-balok kaca ini berfungsi sebagai media untuk membuat cahaya alami dari matahari memasuki dalam rumah.
Desain Interior Rumah Art Deco; Seni dalam Mendesain
Kesan abstrak memang kerap ditampilkan pada arsitektur bangunan maupun interior rumahala art deco. Gaya yang satu ini memberi kebebasan berimajinasi dalam memadukan bentuk, ornamen dan tekstur yang kontras agar mendapatkan keserasian.
Untuk pemilihan warna, tidak ada ketentuan ataupun batasan dalam desain gaya art deco. Padukan saja warna-warna sesuai keinginan dengan menata memertimbangkan keserasian. Perpaduan warna-warna akan memberi berkesan abstrak dan menampilkan gaya art deco yang khas.
Sementara untuk material, art deco menggunakan beragam material seperti logam, kayu dan kaca. Gaya ini juga memadukan material seperti beton penyangga dengan kayu pada struktur rumah yang memiliki kesenadaan desain.
Desain Interior Rumah Art Deco; Furnitur Klasik
via homeozoic.com
Furnitur yang digunakan dalam gaya art deco adalah furnitur bergaya klasik. Gaya klasik memberikan kesan anggun dan mewah ke dalam ruangan. Gaya klasik secara tegas dianggap dapat mempresentasikan kemewahan.
Warna rumah sering dibahas seolah setiap rona mempunyai efek emosi yang tetap. Bagi keputusan interior, cara yang lebih berguna ialah menanyakan asosiasi serta preferensi penghuni, lalu menguji warna di ruang yang akan dipakai. Penelitian tentang preferensi warna dapat memberi petunjuk bahwa konteks
Warna dapat mengubah kesan visual sebuah ruang, tetapi tidak mengubah lebar jalur, tinggi plafon, atau ruang gerak fisik. Saat memilih warna berdasarkan ukuran rumah, petakan dahulu geometri dan kegiatan yang harus muat.
Warna cat dinilai melalui cahaya yang mengenai dan dipantulkan oleh dinding. Satu kode warna dapat terlihat berbeda dekat jendela, di sudut teduh, dan pada malam hari. Karena itu, pilih warna dengan mencatat kondisi cahaya ketika ruang dipakai, bukan hanya arah hadap pada denah.
Kombinasi warna rumah lebih mudah diputuskan jika dimulai dari material yang sudah ada, bukan dari foto palet yang terlepas dari ruangnya. Lantai, kusen, furnitur, dan cahaya membentuk latar yang akan memengaruhi cara warna baru terlihat. Tentukan peran tiap warna pada bidang, lalu uji pertemuannya
Ketika warna di dinding terasa tidak sesuai rencana, penyebabnya belum tentu pilihan rona. Cahaya, material yang berdampingan, luas bidang, kilap, dan kualitas dasar dapat membuat hasil berbeda dari kartu sampel. Diagnosis yang rapi membantu memilih koreksi kecil sebelum mengecat ulang seluruh rumah
Kategori warna membantu memperkecil pilihan sebelum membandingkan palet. Istilah hangat, dingin, netral, atau aksen berguna untuk bercakap dengan penghuni, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan rona, terang-gelap, dan kejenuhan pada material rumah yang nyata.