Penempatan sumber cahaya harus dimulai dari posisi mata, layar, tangan, dan bidang tugas pengguna. Jangan memusatkan semua lampu pada denah ruang lalu mengabaikan arah duduk. Susun jendela, ambient, task light, dan cahaya rapat agar saling melengkapi tanpa terlihat langsung atau memantul ke layar. Topik ini juga dapat ditelusuri melalui panduan ruang kerja.

Kunci posisi duduk dan pandang

Pekerja duduk di meja dekat jendela dengan monitor
Posisi duduk perlu dipertimbangkan bersama arah cahaya jendela.

Tandai letak kursi saat digunakan, tinggi mata, arah layar, sisi tangan dominan, serta area dokumen. Uji juga ketika kursi mundur atau meja berganti mode. Sumber yang nyaman saat berdiri dapat menyilaukan saat duduk. Buat elevasi sederhana; denah saja tidak menunjukkan lampu yang masuk garis pandang.

Tempatkan layar utama di depan pengguna dan, bila memungkinkan, tegak lurus terhadap jendela. OSHA menyarankan layar berada pada sudut kanan terhadap jendela serta task light ditempatkan agar tidak memantul. Blind atau tirai perlu dapat mengendalikan perubahan daylight sepanjang hari.

Susun ambient untuk orientasi

Ambient sebaiknya menyebar dan membantu bergerak tanpa menciptakan titik sangat terang. Hindari satu downlight tepat di atas atau sedikit di belakang kepala karena dapat membuat bayangan tubuh pada meja dan pantulan di layar. Beberapa sumber berdaya lebih rendah atau cahaya tidak langsung sering lebih mudah dikendalikan daripada satu sumber intens, tetapi jumlah serta jarak tetap harus dihitung untuk ruang aktual.

Jangan tempatkan armatur tetap di belakang pintu kabinet, tepat di atas rak tinggi, atau pada titik yang akses servisnya tertutup. Koordinasikan dengan sprinkler, detektor, AC, dan elemen plafon oleh profesional terkait.

Tempatkan task light terhadap tangan

Untuk menulis, gambar, atau kerajinan, letakkan lampu pada sisi berlawanan tangan dominan agar bayangan tangan tidak menutup tugas. Arahkan kepala lampu ke bidang kerja, bukan ke wajah atau layar. Cek refleksi dari kertas glossy, cutting mat, dan alat logam.

Task light harus dapat digerakkan tanpa jatuh atau menarik kabel. Clamp hanya dipakai bila tepi dan inti meja mampu menahan beban. Kabel mengikuti tepi atau tray, tidak melintang jalur. Jika meja sit-stand bergerak, sediakan kelonggaran kabel dan uji pada posisi terendah serta tertinggi.

Atur cahaya rapat secara terpisah

Tempatkan cahaya wajah di depan-samping kamera, sedikit di atas garis mata, dengan diffuser yang cukup. Hindari jendela atau lampu sangat terang di belakang pengguna. Uji pantulan pada kacamata dan layar. Satu cahaya rapat portabel dapat lebih fleksibel daripada mengubah seluruh layout, selama basis, panas, dan kabel aman.

Jaga hubungan daylight dan panas

Daylight dari samping membantu, tetapi matahari langsung dapat memanaskan ruang dan membuat silau. Gunakan shading sesuai orientasi dan waktu paparan. Tempatkan meja cukup dekat untuk mendapat cahaya tersebar, tetapi jangan memblokir bukaan atau jalur udara. Di iklim tropis, uji saat cuaca cerah dan mendung, bukan hanya satu jam.

Departemen Energi AS menyarankan penggunaan daylight dan mematikan lampu dekat jendela ketika memungkinkan dalam checklist energi kantor. Agar praktis, lampu dekat bukaan perlu kontrol terpisah dari zona interior.

Uji dari semua posisi

Beberapa sudut penggunaan meja kerja dekat jendela
Area kerja dapat diuji dari beberapa posisi duduk.

Gunakan lampu portabel untuk mencoba sebelum titik tetap dibuat. Duduk, berdiri, membaca, mengetik, dan rapat. Foto layar gelap untuk melihat pantulan, lalu periksa wajah di kamera. Minta pengguna lain mencoba karena tinggi mata berbeda.

Setelah pemasangan, catat scene siang, malam, dan rapat. Jika armatur berkedip, driver berbunyi, sakelar panas, atau pemutus trip, hentikan penggunaan dan panggil tenaga listrik kompeten. InteriorDesign.id dapat membantu menyusun elevasi lampu bersama meja dan storage. Posisi optimal bukan yang simetris di plafon, tetapi yang bekerja dari kursi dan tugas sebenarnya.

Susun koordinat, bukan perkiraan

Catat jarak meja dari dinding, pusat kursi, tinggi permukaan, posisi mata, lebar layar, dan area gerak lampu. Beri tanda pada dinding/plafon dengan selotip, lalu gunakan lampu sementara pada koordinat kandidat. Pengujian ini menemukan benturan dengan monitor arm, rak, pintu kabinet, dan kamera sebelum lubang atau kabel dibuat.

Untuk dua pengguna, uji keduanya bersamaan. Sumber di tengah mungkin simetris tetapi membuat bayangan pada dua meja; lampu terpisah memberi kontrol lebih baik namun menambah kabel. Pada meja sudut, periksa kedua orientasi. Jika pengguna kidal dan tidak kidal bergantian, lampu tugas perlu mudah berpindah tanpa clamp dilepas berulang.

Simpan foto commissioning dan posisi kontrol. Ketika furnitur berubah, foto menjadi baseline untuk mengetahui mengapa pantulan baru muncul. Penempatan dianggap berhasil jika cahaya tiba pada bidang tugas, sumber tidak menyilaukan, perangkat dapat diservis, dan pengguna tidak perlu mengubah postur untuk melihat.