Desain skandinavia yang gak neko-neko, sederhana, luwes, serta fleksibel adalah cerminan gaya hidup minimalis.
InteriorDesign.id – Memilih sofa yang cocok dengan gaya interior skandinavia yang mengutamakan fungsi, tampilan sederhana, dan menawan adalah tambahan lain untuk mendapatkan penampilan ala skandi yang trendi.
Sofa modern bergaya skandinavian bisa sangat memerlihatkan kesederhanaan pada keseluruhan dekorasi ruangan. Ditambah dengan pilihan coffee table yang pas, furniture ini akan membawa suasana positif ke dalam rumah.
Desain skandinavia yang gak neko-neko, sederhana, luwes, serta fleksibel adalah cerminan gaya hidup minimalis. Dus, pilihan sofa untuk ruang tamu atau ruang keluarga dengan gaya interior serupa tentu sangat disarankan.
Baca Juga : Tips Penggunaan Sofa untuk Ruang Tamu SempitSofa Kayu Minimalis; Model, Pilihan Material, Cara Merawat dan Membersihkan
Berikut adalah 5 pilihan sofa bergaya skandinavia yang sangat cocok dengan gaya interior minimalis.
1. Maesta Ezer Sofa 2 Dudukan
Menggunakan kayu mahoni dan kain woven, plus cushion yang empuk dan nyaman, serta pilihan warna pastel yang menarik, akan membuat suasana ruangan terlihat semakin hangat dan ceria.
~ via dekoruma
2. Belva Iris Sofa 3 Dudukan
Material yang sama pada seri ezer. Dengan desain sandaran tangan dan bantalan yang empuk, serta pilihan warna yang menarik, sangat cocok untuk interior bergaya minimalis modern.
~ via dekoruma
3. Maesta Odessa Sofa 2 Dudukan
Gaya khas skandinavia, kesederhanaan adalah yang utama. Desain english rolled arm membuat gerak terasa lebih leluasa.
~ via dekoruma
4. Maesta Arata Sofa 2 Dudukan
Sangat cocok untuk ruangan kecil semacam apartemen mini studio. Tidak terlalu memakan ruang, tetapi sangat menarik dengan penampilannya yang sederhana dan menawan.
~ dekoruma
5. Maesta Willis Sofa 2 Dudukan
Warna biru pastel yang sangat menawan. Anda harus memilkinya salah satunya di rumah.
~ dekoruma
Pertanyaan “furniture ini tahan berapa tahun?” tidak dapat dijawab dengan satu angka untuk semua unit. Bahan, sambungan, kelembapan, beban, perawatan, dan perubahan kebutuhan berbeda di setiap tempat.
Ketahanan furniture bukan sifat tunggal yang dapat dibaca dari ketebalan panel atau nama material. Unit bekerja sebagai susunan panel, sambungan, fitting, lapisan, tumpuan, dan cara pemasangan. Untuk memilih atau mengevaluasinya, cocokkan penggunaan yang direncanakan dengan bukti bagi susunan tersebut.
Pintu kabinet yang seret, laci sulit ditarik, dan kursi yang terasa tidak pas sering disebut “bahan jelek”. Kesimpulan itu terlalu cepat. Masalah bisa berasal dari rancangan, fitting, pemasangan, posisi dalam ruang, perubahan bahan, atau cara pakai.
Furniture yang terlihat kokoh saat diam belum tentu aman saat laci ditarik, pintu dibuka, seseorang bersandar, atau anak memanjatnya. Mulailah dari cara benda itu dipakai dan ditempatkan, lalu periksa bukti untuk produk dan susunan yang benar.
“Cocok untuk iklim tropis” sebaiknya menjadi daftar kondisi proyek, bukan stiker yang dianggap sebagai jaminan umur panjang. Rumah teduh ber-AC, teras tertutup, dan balkon yang terkena hujan tampias memberi paparan berbeda.
Bedakan paparan panas dari panci, matahari, dan perangkat sebelum memilih furnitur. Cocokkan permukaan, perekat, ventilasi kabinet, serta perlindungan dengan manual dan data produk.