InteriorDesign.id - Cermin full body sebagai aksen dinding kamar adalah trik desain untuk menciptakan ilusi ruangan yang dua kali lipat lebih luas dan jauh lebih terang.

Namun, kompromi (trade-off) utamanya adalah cermin ini akan menggandakan pemandangan barang yang berantakan di kamar dan menuntut Anda lebih rajin membersihkan noda sidik jari.

Singkatnya, Anda harus memilih: menginginkan kamar yang terasa sangat lega dan mewah, atau memilih hidup santai tanpa beban harus selalu merapikan tempat tidur setiap hari.

Tim di InteriorDesign.id hampir selalu menerima permintaan ini. Klien kami sering membawa foto referensi kamar tidur dari media sosial. Mereka menunjuk sebuah cermin besar yang menempel di dinding atau bersandar manis di sudut ruangan.

Klien kami selalu berkata ingin kamarnya terlihat luas seperti di foto tersebut. Kami selalu menjawab bahwa ide itu sangat brilian. Namun, kami juga selalu memberikan peringatan keras tentang realita memiliki cermin besar.

Benda ini seperti pedang bermata dua. Ia bisa menjadi pahlawan yang menyelamatkan kamar sempit Anda. Tetapi ia juga bisa menjadi musuh yang membuat Anda stres setiap kali melihat pantulan kamar yang berantakan.

Melalui panduan sangat lengkap ini, kami akan membedah tuntas rahasia cermin besar. Kami menggunakan bahasa manusia biasa agar Anda mudah memahaminya. Mari kita bahas semua kompromi desainnya sebelum Anda memutuskan pergi ke toko perabotan.

Mengapa Desainer Menyukai Cermin?

Cermin Full Body untuk Dinding Kamar

Banyak orang mengira fungsi utama cermin di kamar hanya untuk merias diri atau mengecek pakaian sebelum pergi bekerja. Padahal, bagi seorang desainer interior, fungsi itu hanyalah bonus kecil.

Fungsi utama cermin besar adalah memanipulasi mata manusia. Otak kita sangat mudah tertipu oleh pantulan visual. Saat mata melihat pantulan ruang di dalam kaca, otak langsung menyimpulkan bahwa ruangan itu berlanjut.

Inilah rahasia utama mengapa kamar hotel yang sempit bisa terasa sangat nyaman. Pihak hotel selalu memasang cermin raksasa menutupi satu sisi dinding utuh. Mereka membeli luas ruangan secara visual, tanpa perlu menambah ukuran bangunan fisik.

Namun, Anda hidup di rumah sungguhan, bukan di kamar hotel yang ada petugas kebersihannya setiap hari. Anda menjalani kehidupan nyata yang kadang penuh dengan tumpukan baju kotor atau meja kerja yang berantakan.

Oleh karena itu, Anda wajib memahami konsep kompromi atau trade-off di bawah ini. Jangan sampai benda yang niatnya mempercantik ruangan, malah membuat Anda merasa sesak napas.

Membedah Kompromi Pertama: Ilusi Luas vs Pantulan Kekacauan

Ini adalah kompromi paling krusial. Anda menempelkan cermin setinggi dua meter di dinding kamar. Tiba-tiba, kamar Anda terasa sangat lega. Anda merasa bisa bernapas lebih panjang.

Tetapi mari kita lihat skenario di hari Senin pagi. Anda terlambat bangun. Anda meninggalkan kasur tanpa melipat selimut. Ada handuk basah yang Anda lempar sembarangan ke atas kursi. Lemari pakaian Anda terbuka separuh.

Sekarang, coba Anda berdiri di depan pintu dan lihat ke arah cermin. Anda tidak lagi melihat satu kasur yang berantakan, tetapi akan melihat dua kasur yang berantakan. Anda melihat dua handuk basah dan dua lemari terbuka.

Cermin tidak punya filter untuk menyensor benda jelek. Ia memantulkan segalanya dengan jujur. Kekacauan kecil di sudut kamar akan terlihat dua kali lipat lebih parah karena pantulan ini.

Jika Anda tipe orang yang malas merapikan kamar, cermin full body Cermin Full Body untuk Dinding Kamar akan menjadi pengingat dosa Anda setiap hari. Anda harus rela mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih rapi jika ingin menikmati ilusi ruang luas ini.

Membedah Kompromi Kedua: Terang Benderang vs Risiko Silau

Cermin adalah sahabat terbaik cahaya matahari. Saat Anda menempatkan kaca besar di dalam kamar, kaca tersebut akan bertindak seperti jendela kedua.

Cahaya dari luar akan masuk, menabrak cermin, dan memantul ke sudut-sudut kamar yang gelap. Kamar yang awalnya suram dan lembap bisa langsung berubah menjadi cerah dan hangat. Anda bahkan bisa menghemat tagihan listrik karena tidak perlu menyalakan lampu di siang hari.

Namun kompromi dari hal ini adalah risiko silau yang menyakitkan mata. Banyak orang salah meletakkan posisi cermin mereka.

Mereka menaruh cermin tepat berhadapan langsung dengan arah sinar matahari terbit. Saat pagi hari, sinar matahari menabrak kaca dan memantul tajam tepat ke arah wajah mereka di atas kasur. Tidur pagi yang nyenyak pun hancur berantakan.

Hal yang sama berlaku untuk pantulan lampu. Jika cermin memantulkan sorot lampu sorot dari plafon secara langsung, mata Anda akan cepat lelah. Anda harus pintar mengatur sudut jatuhnya cahaya agar pantulannya terasa lembut.

Membedah Kompromi Ketiga: Tampilan Estetik vs Perawatan Ekstra

Cermin Full Body untuk Dinding Kamar

Cermin full body untuk Dinding Kamar masa kini sangat cantik. Ada yang bentuknya melengkung di bagian atas seperti gerbang istana. Ada yang tidak pakai bingkai sama sekali sehingga terlihat sangat modern dan bersih.

Anda meletakkannya di sudut kamar, dan tiba-tiba ruangan Anda terlihat sangat mahal. Tampilannya seperti hasil karya desainer profesional dari majalah ternama.

Namun, estetika ini menuntut harga berupa rutinitas bersih-bersih. Permukaan kaca yang luas adalah magnet terbaik untuk debu rumah. Partikel debu yang terbang di udara akan menempel statis di permukaan cermin.

Belum lagi masalah noda. Jika Anda punya anak kecil yang suka memegang cermin dengan tangan bekas makan cokelat, bersiaplah untuk pusing. Atau jika Anda sering menyemprotkan parfum atau hairspray di depan cermin, bintik-bintik cairannya akan mengering dan membuat kaca terlihat buram.

Anda tidak bisa membiarkan cermin besar dalam keadaan kotor. Cermin Full Body untuk Dinding yang buram akan mematikan ilusi ruang luas yang susah payah Anda bangun. Anda harus berkompromi menyisihkan waktu mengelap kaca tersebut setiap akhir pekan.

5 Gaya Cermin Full Body untuk Dinding Kamar yang Paling Dicari

Setelah Anda siap menerima semua kompromi di atas, langkah selanjutnya adalah memilih gaya cermin. Bentuk dan bingkai cermin akan menentukan nuansa kamar tidur Anda.

Kami di InteriorDesign.id mengamati lima tren yang paling laris dan paling sering diminta oleh klien belakangan ini. Pilih satu yang paling sesuai dengan kepribadian Anda.

1. Gaya Frameless (Tanpa Bingkai)

Ini adalah pilihan paling aman untuk kamar tidur bergaya minimalis modern. Cermin hanya berupa lembaran kaca tebal yang potongannya dihaluskan di bagian tepi.

Kelebihan utama gaya ini adalah sifatnya yang tidak memakan tempat secara visual. Ia menyatu dengan dinding dan seolah menghilang ke dalam ruangan.

Baca Juga : Strategi Mix Keramik Dinding dan Lantai Kamar Mandi

Namun kekurangannya, tepian kaca ini rentan sompel jika tidak sengaja terbentur benda keras. Anda juga harus memastikan tukang Anda memasangnya dengan lem atau penjepit yang sangat kuat ke dinding.

2. Gaya Arch (Lengkungan Atas)

Bentuk ini sedang merajai dunia desain interior. Bagian bawahnya kotak seperti biasa, namun bagian atasnya melengkung setengah lingkaran seperti kubah.

Gaya lengkung ini sangat ajaib. Ia bisa melembutkan kamar yang terlalu banyak berisi perabotan bersudut tajam (seperti lemari dan meja kotak). Kamar langsung terasa lebih feminin dan dinamis.

Biasanya cermin ini dibalut bingkai tipis berwarna emas atau hitam. Tampilannya sangat elegan untuk dijadikan pusat perhatian (focal point) di dinding ruangan.

3. Gaya Bingkai Kayu Solid

Jika kamar Anda mengusung tema Japandi (Jepang-Skandinavia) atau tema natural, ini adalah pilihan wajib. Bingkai kayu memberikan elemen bumi yang menghangatkan suasana.

Anda bisa memilih kayu berwarna terang seperti jati belanda untuk kesan ceria. Atau pilih kayu walnut berwarna gelap untuk kesan maskulin dan serius.

Cermin ini biasanya sangat berat. Anda membutuhkan bantuan dua orang untuk memindahkannya. Pastikan dinding Anda cukup kuat untuk menahan beban bingkai kayu aslinya.

4. Gaya Industrial Besi Hitam

Gaya ini menggunakan bingkai besi berwarna hitam pekat. Kadang bingkainya memiliki garis-garis kotak seperti jendela pabrik zaman dulu.

Cermin ini sangat cocok untuk kamar pria atau apartemen dengan tema industrial. Ia memberikan karakter yang tegas, berani, dan sedikit maskulin.

Trade-off dari gaya ini adalah garis-garis kotak tersebut memotong pantulan visual Anda. Jadi kurang cocok jika tujuan utama Anda adalah mengecek detail riasan pakaian dari atas ke bawah.

5. Gaya Cermin Berlampu (LED Mirror)

Ini adalah inovasi modern yang sangat disukai para wanita. Cermin ini memiliki lampu LED tersembunyi di bagian belakang atau di tepian kacanya.

Saat dinyalakan, cermin memberikan cahaya berpendar yang sangat lembut ke wajah Anda. Cahaya ini menghilangkan bayangan gelap di bawah mata, sehingga sangat sempurna untuk merias wajah.

Namun Anda harus merencanakan letak stop kontak listrik sebelum membeli cermin ini. Anda tentu tidak ingin melihat kabel hitam yang menjuntai jelek dari cermin ke colokan dinding.

Strategi Penempatan: Di Mana Harus Memasang Cermin?

Cermin Full Body untuk Dinding Kamar

Membeli cermin full body untuk Dindingmahal tidak akan berguna jika Anda salah meletakkannya. Posisi menentukan prestasi. Kalimat ini sangat berlaku dalam desain interior.

Kami melihat banyak orang menaruh cermin asal muat di sisa dinding yang kosong. Padahal, peletakan cermin harus direncanakan dengan logika cahaya dan ruang.

Berikut adalah panduan peletakan dari tim ahli kami. Kami membaginya menjadi area terbaik dan area yang pantang untuk dipasangi cermin.

Posisi Terbaik 1: Menyamping dari Jendela

Ini adalah posisi paling jenius. Letakkan cermin dinding di sebelah jendela, membentuk sudut 90 derajat.

Cermin akan menangkap cahaya terang dari luar dan membuangnya ke area kamar yang lebih dalam. Namun karena posisinya menyamping, ia tidak akan memantulkan cahaya menyilaukan ke mata Anda.

Baca Juga : Desain Pencahayaan Shower Area Yang Nyaman dan Bebas Silau

Selain itu, jika Anda bercermin di posisi ini, wajah dan tubuh Anda akan mendapat cahaya alami dari samping. Ini adalah pencahayaan terbaik untuk bersiap-siap di pagi hari.

Posisi Terbaik 2: Di Belakang Pintu Kamar

Jika kamar Anda ukurannya sangat mungil (misalnya 3x3 meter), ruang dinding pasti sangat terbatas. Menempelkan cermin di dinding sebelah pintu atau di balik daun pintu adalah solusi cerdas.

Area ini biasanya jarang dimanfaatkan. Saat pintu kamar tertutup, Anda mendapatkan area luas untuk bercermin secara utuh mundur beberapa langkah ke belakang.

Pastikan saja Anda memasang pelindung benturan (door stopper) di lantai atau dinding. Jangan sampai gagang pintu menghantam cermin berharga Anda saat pintu dibuka terlalu kencang.

Posisi Terbaik 3: Di Samping Lemari Pakaian

Logika aktivitas sangat mendukung posisi ini. Anda mengambil baju dari lemari, dan Anda butuh tempat untuk mengecek apakah baju itu cocok di tubuh Anda.

Menempatkan cermin besar tepat di sebelah lemari pakaian akan menghemat waktu Anda setiap pagi. Anda menciptakan zona berpakaian (dressing area) yang terpusat di satu sudut kamar.

Jika lemari Anda berwarna gelap, kehadiran cermin Full Body untuk Dinding di sebelahnya akan membantu memecah kesan kaku dan berat dari lemari tersebut.

Pantangan Penempatan: Area yang Harus Dihindari

Sama pentingnya dengan mengetahui posisi yang benar, Anda wajib tahu posisi yang terlarang. Menaruh cermin Full Body untuk Dinding Kamar di tempat yang salah bisa merusak kenyamanan beristirahat Anda.

Kami di InteriorDesign.id sering diminta datang hanya untuk memperbaiki tata letak kamar yang terasa aneh. Hampir selalu, penyebabnya adalah posisi cermin yang keliru.

Berhadapan Langsung dengan Kasur

Ini adalah perdebatan abadi antara desain modern dan prinsip Feng Shui kuno. Para pakar Feng Shui melarang keras cermin memantulkan orang yang sedang tidur. Mereka percaya itu menyerap energi.

Namun mari kita bahas dari sudut pandang psikologi desain modern. Otak bawah sadar manusia selalu waspada terhadap pergerakan.

Jika Anda terbangun tengah malam dan setengah sadar melihat bayangan bergerak di depan kasur, Anda bisa kaget atau ketakutan. Padahal itu hanya bayangan Anda sendiri. Perasaan diawasi oleh pantulan ini membuat tidur Anda kurang pulas.

Menghadap Dinding Kosong

Apa tujuan Anda memasang cermin? Tentu untuk menggandakan keindahan ruang. Lalu apa gunanya jika cermin itu hanya memantulkan dinding polos berwarna putih di seberangnya?

Cermin Anda menjadi benda mati yang tidak memberikan ilusi apa-apa. Ia hanya memantulkan kekosongan.

Selalu usahakan cermin Anda memantulkan sesuatu yang menarik. Anda bisa mengatur agar ia memantulkan jendela, lukisan indah di dinding seberang, atau tanaman hias di sudut kamar.

Pantangan 3: Area Jalur Lalu Lalang Utama

Jangan menempelkan cermin tanpa bingkai (frameless) di dinding yang sering dilewati orang berjalan. Apalagi jika jalurnya sempit.

Bahu Anda atau tas yang Anda bawa sangat rentan menyenggol permukaan kaca. Noda jari akan menumpuk di area tersebut setiap hari.

Dalam skenario terburuk, benturan keras bisa membuat kaca retak dan membahayakan penghuni rumah. Pilihlah area yang agak menjorok ke dalam atau tenang dari aktivitas berlarian.

Cara Memasang Cermin dengan Aman (Anti Jatuh)

Cermin Full Body untuk Dinding Kamar

Cermin berukuran 2 meter kali 1 meter memiliki bobot yang sangat berat. Benda ini bukan pigura foto ringan yang bisa Anda gantung dengan paku kecil.

Kesalahan pemasangan bisa berakibat fatal. Kaca yang pecah berantakan di kamar tidur adalah mimpi buruk yang sangat berbahaya.

Anda punya dua pilihan utama untuk meletakkan cermin ini: disandarkan ke dinding (leaning) atau digantung melayang di dinding (wall-mounted). Mari kita bahas cara aman untuk keduanya.

Gaya Disandarkan (Leaning Mirror)

Gaya ini sangat populer di kalangan anak muda. Cermin dibiarkan bersandar begitu saja di dinding. Tampilannya sangat kasual, santai, dan seperti studio seni (artsy).

Gaya ini juga sangat menguntungkan bagi Anda yang menyewa kamar kos atau apartemen. Anda tidak perlu mengebor dinding dan merusak properti pemilik gedung.

Namun komprominya adalah keamanan. Cermin yang hanya bersandar sangat mudah merosot jika lantai licin, atau mudah tumbang jika tersenggol kaki.

Solusi Aman: Gunakan pelapis karet atau karpet kecil tepat di bawah bingkai cermin yang menyentuh lantai. Karet ini akan mencegah bingkai tergelincir maju. Anda juga harus memastikan sudut kemiringannya pas, tidak terlalu tegak dan tidak terlalu rebah.

Digantung Melayang (Wall-Mounted)

Jika Anda punya anak balita atau anjing besar di rumah, gaya bersandar tadi sangat dilarang. Anda wajib menempelkan cermin secara paten ke dinding.

Cara ini menghemat ruang lantai secara maksimal. Anda bisa menyapu dan mengepel lantai di bawah cermin dengan sangat leluasa.

Namun Anda harus menghadapi realita mengebor dinding. Anda tidak bisa menggunakan paku beton biasa. Paku biasa akan perlahan longgar tertarik beban cermin yang berat.

Solusi Aman: Anda wajib menggunakan baut Fischer (dynabolt) berukuran besar. Bor dinding bata Anda, masukkan selongsong plastik Fischer, lalu kencangkan bautnya. Baut jenis ini akan mekar di dalam dinding dan mencengkeram semen dengan kekuatan luar biasa.

Rahasia Tukang: Mengapa Cermin Membuat Pusing?

Banyak orang membeli cermin murah di toko daring (online). Setelah ditempel di dinding rumah, mereka mengeluh pusing dan mual setiap kali melihat pantulan dirinya.

Tubuh mereka terlihat melar ke samping, atau kadang terlihat memendek secara tidak wajar. Mereka menyebutnya efek "cermin rumah hantu".

Ini bukan kutukan mistis. Ini adalah sains dasar. Ada dua penyebab utama mengapa cermin Anda membuat pusing.

Kualitas Kaca yang Tipis

Cermin Full Body untuk Dinding murah biasanya menggunakan ketebalan kaca 2 milimeter atau 3 milimeter. Kaca setipis ini sangat rentan melengkung atau lentur mengikuti tekanan bingkai.

Saat permukaan kaca melengkung sedikit saja (meski mata Anda tidak melihatnya secara langsung), pantulan cahaya akan terdistorsi. Distorsi inilah yang membuat tubuh Anda terlihat aneh dan mata terasa lelah.

Solusinya, Anda harus investasi pada kualitas. Mintalah cermin dengan ketebalan minimal 5 milimeter. Kaca setebal ini sangat kaku, tidak mudah melengkung, dan memantulkan rasio tubuh Anda dengan akurasi seratus persen.

Dinding Anda Tidak Rata

Ini adalah dosa tukang batu yang sering terjadi. Dinding rumah Anda mungkin terlihat lurus. Namun sebenarnya, acian semennya bergelombang.

Saat Anda menempelkan cermin (terutama yang tanpa bingkai tebal) menempel ketat ke dinding bergelombang itu, cermin akan tertekan dan mengikuti bentuk dinding.

Baca Juga : Pencahayaan Kamar Mandi dengan Indirect Light (Cove)

Cermin yang awalnya lurus sempurna dari pabrik, terpaksa melengkung menyesuaikan tembok Anda. Hasilnya, bayangan Anda menjadi distorsi.

Solusinya, berikan ganjalan kecil (bisa dari busa keras atau kayu tipis) di bagian belakang cermin saat menempelkannya. Biarkan cermin menggantung lurus mandiri, tanpa harus dipaksa memeluk tembok yang keriting.

Panduan Perawatan: Trik Cermin Selalu Bening

Cermin Full Body untuk Dinding Kamar

Seperti yang kita bahas di awal, kompromi dari memiliki cermin estetik adalah Anda harus merawatnya. Cermin yang penuh sidik jari akan membuat kamar semewah apapun terlihat jorok.

Banyak orang salah kaprah membersihkan kaca dengan lap baju bekas dan air biasa. Bukannya bersih, cermin malah penuh dengan noda putih sisa air yang mengering.

Kami punya rahasia membersihkan kaca dengan cara profesional. Ikuti tiga langkah praktis ini agar cermin Anda selalu bening bagaikan kristal.

Gunakan Dua Kain Microfiber

Buang koran bekas Anda. Mengelap kaca dengan kertas koran adalah mitos kuno yang justru membuat tangan hitam karena tinta cetak.

Beli dua lembar kain microfiber. Kain ini menyerap debu tanpa meninggalkan serat kain halus di permukaan kaca. Siapkan satu kain untuk keadaan basah, dan satu kain khusus untuk mengeringkan.

Ramuan Ajaib Cuka Putih

Anda bisa menggunakan cairan pembersih kaca biru yang dijual di supermarket. Tapi jika Anda ingin hasil yang lebih bersih tanpa zat kimia keras, pergilah ke dapur.

Campurkan air bersih dengan sedikit cuka putih (cuka dapur biasa). Asam pada cuka sangat ahli memecah noda minyak dari sidik jari dan noda hairspray yang lengket. Cairan ini tidak akan merusak lapisan perak di belakang cermin Anda.

Teknik Mengelap Huruf "S"

Jangan mengelap cermin dengan gerakan memutar seperti sedang mencuci piring. Gerakan memutar akan menggeser kotoran kembali ke area yang sudah bersih.

Semprotkan cairan pembersih secukupnya. Gunakan kain microfiber basah, mulai dari sudut kiri atas. Tarik garis mendatar ke kanan, turun sedikit, lalu tarik garis mendatar ke kiri.

Lakukan gerakan seperti menggambar huruf "S" (atau zig-zag) dari atas sampai ke bawah bingkai. Setelah itu, segera ambil kain microfiber kering dan usap sisa kelembapan dengan gerakan yang sama agar tidak ada bercak air yang mengering.

Tanya Jawab (FAQ) Seputar Cermin Kamar

Kami mengumpulkan beberapa pertanyaan yang paling sering diutarakan oleh pembaca dan klien konsultasi kami.

Tanya: Berapa ukuran minimal untuk cermin full body? Agar bisa melihat seluruh tubuh dari ujung kepala sampai kaki (tanpa harus mundur terlalu jauh), panjang cermin minimal adalah 150 sentimeter. Lebar minimal yang ideal adalah 40 sentimeter untuk satu orang dewasa.

Tanya: Apakah cermin akrilik bagus untuk kamar? Cermin akrilik sangat aman karena tidak bisa pecah, cocok untuk kamar balita. Namun komprominya, pantulan akrilik tidak pernah 100% lurus sempurna seperti kaca asli. Selalu ada sedikit distorsi yang mengganggu estetika.

Tanya: Kamar saya plafonnya sangat rendah. Cermin seperti apa yang cocok? Beli cermin yang bentuknya tinggi menjulang, lalu pasang dengan posisi vertikal tegak lurus. Garis vertikal cermin ini akan menipu mata dan membuat plafon kamar Anda terasa lebih tinggi dari aslinya.

Tanya: Boleh menempelkan cermin dengan selotip dua sisi (double tape) khusus? Untuk cermin kecil, boleh. Namun untuk ukuran full body, sangat kami larang. Suhu dinding bisa lembap atau panas, membuat lem selotip mengering dan cermin Anda bisa jatuh tiba-tiba saat tengah malam.

Tanya: Bingkai cermin saya terbuat dari kayu, apakah aman dari rayap? Pastikan Anda membeli produk yang sudah dilapisi cairan anti serangga. Selain itu, berikan jarak sekitar satu sentimeter antara bingkai kayu dan lantai menggunakan bantalan karet agar tidak menyerap kelembapan lantai.

Jangan Tertipu Foto Media Sosial

Sebagai penutup panduan ini, tim InteriorDesign.id ingin mengingatkan satu hal fundamental. Foto kamar cantik yang Anda lihat di internet atau majalah hanya menampilkan estetika sesaat.

Foto tersebut diambil saat kamar dalam kondisi paling rapi, baru saja disapu, dan tidak ada manusia yang melakukan aktivitas nyata di dalamnya. Mereka tidak memperlihatkan bagian komprominya.

Memasang cermin full body untuk dinding kamar adalah keputusan desain yang sangat brilian. Benda ini mampu memanipulasi cahaya dan memberikan ilusi ruang lega yang instan. Ini adalah solusi termurah untuk membuat kamar sempit terasa bernapas.

Namun, Anda wajib kembali pada realitas gaya hidup Anda sehari-hari. Evaluasi tingkat kedisiplinan diri Anda.

Baca Juga : Standar Night Mode Kamar Mandi (Pencahayaan Navigasi Malam)

Jika Anda tipe orang yang rela meluangkan waktu lima menit setiap hari untuk merapikan selimut dan menyimpan barang kotor pada tempatnya, maka silakan beli cermin terbesar yang Anda mampu. Anda akan menikmati kemewahan ruang secara maksimal.

Namun sebaliknya, jika kamar Anda adalah tempat pelepasan stres di mana pakaian boleh berserakan di kursi berhari-hari, sebaiknya Anda berpikir ulang. Memasang cermin besar hanya akan menggandakan rasa stres Anda melihat kekacauan tersebut.

Pada akhirnya, desain interior yang baik bukanlah yang paling mirip dengan foto majalah. Desain yang baik adalah yang paling mendukung kebiasaan dan kenyamanan hidup Anda di dunia nyata.

Baca juga: