Desain coffee shop rumahan mampu hadirkan suasana kedai kopi pribadi yang nyaman dan menyenangkan.
Interiordesign.id – Nongkrong dan berlama-lama di sebuah coffee shop alias kedai kopi memang mengasyikan. Terutama jika sudah berkumpul bareng teman-teman. Satu cangkir rasanya tak pernah cukup untuk menemani dan menghangatkan obrolan.
Interior kedai kopi hampir selalu dirancang sebagai tempat untuk memenuhi beragam fungsi dan tujuan, dari menyelesaikan tugas kuliah hingga mengerjakan tugas kantor. Selain menyajikan kopi plus beragam jenis sajian lainnya, yang ditunjang dengan fasilitas free wifi, suasana khas kedai kopi selalu asyik dan menarik. Jangan lupakan tambahan lain, alunan musik favorit yang mampu membangkitkan semangat.
Tidak hanya bagi penggemar dan pecinta kopi, warung kopi menjadi tempat yang juga asyik untuk berkumpul bagi semua kalangan. Sehingga pada akhirnya, kedai kopi pun tak melulu hanya menyajikan kopi. Kita bisa menemukan menu minuman dan bahkan beragam sajian lainnya. Tak herankenapa kedai kopi kerap menjadi destinasi yang dipilih orang-orang untuk berkumpul.
Nah, konsep desain cafe yang khas juga bisa dengan mudah dihadirkan di dalam rumah. Dengan memiliki suasana ala coffee shop di rumah bisa memberi banyak sekali keuntungan. Suasana rumah pun dijamin bakalan terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Berikut adalah konsep desain coffee shop rumahan yang patut Anda coba.
Baca Juga : 10 Desain Interior Coffee Shop Untuk Pemula
Desain Coffee Shop Rumahan Gaya Vintage
via pexels via qwerkyplaces.com
Pecinta kopi dan sekaligus penyuka desain interior vintage dapat mempertemukan keduanya dalam gaya interior vintage.
Mulailah mencari dan mengumpulkan barang-barang jadul, seperti mesin kopi, meja, rak, gelas, dan cangkir sebagai perabotan kedai kopi Anda.
Untuk mempertegas suasana khas vintage, Anda bisa menghiasi beberapa bagian dinding dengan lukisan atau hiasan dinding jadul. Jangan lupa untuk menggunakan bentuk kursi dan meja yang menonjolkan kesan "jadul".
Selain itu, kesan dominan vintage juga dapat Anda hadirkan pada furniture berbahan kayu dengan dominasi warna-warna hangat dan natural atau terakota seperti coklat.
Desain Coffee Shop Rumahan Gaya Industrial
via pinterest
Industrial merupakan salah satu konsep desain paling populer yang banyak duterapkan di kedai kopi atau cafe. Gaya desain yang satu ini memang sangat cocok untuk memperlihatkan suasana tegas pada ruangan.
Gaya interior ini menonjolkan kesan unfinished. Anda bisa membuat dinding nampak “setengah jadi” dengan bata ekspos.
Dinding berwarna abu dengan tekstur kasar juga bisa menjadi pilihan. Namun, jangan lupakan untuk menambahkan elemen-elemen desain dan dekorasi ala industrial lainnya, seperti kursi kayu berkaki tinggi dari metal atau lampu berkap dengan kabel panjang menggantung, yang merupakan jurus ampuh untuk mendapatkan kesan industrial yang kuat seperti layaknya penampilan interior cafe dan kedaikopi favorit.
Desain Coffee Shop Gaya Monokrom
via instagram
Memadukan warna hitam dan putih sebagai warna dominan coffee shop di rumah, juga menjadi trik praktis yang sangat menarik. Monokrom adalah salah satu teknik dekorasi ruang yang bisa memberikan tampilan yang simpel dan modern.
Penggunaan warna hitam dan putih yang mendominasi juga dapat Anda eksplorasi dan padukuan dengan pola-pola unik. Ditambah dengan kehadiran tanaman hias yang mampu memberikan kesan segar dan manis. Juga tambahan lukisan dan furniture yang memiliki warna monokrom, akan semakin memperkuat kesan minimalis modern.
Desain Coffee Shop Gaya Skandinavia
via redb.com
Penyuka desain serba putih, yang terang dan rapi sepertinya sangat cocok dengan coffee shop bergaya Scandinavia.
Cukup dengan memberi warna putih pada seluruh dinding, Anda sebenarnya sudah memiliki ruang ala Skandinavia.
Untuk mempercantik kedai kopi gaya skandinavia Anda di rumah, tempatkan kursi dan meja kayu berwarna coklat yang memperkuat unsur natural. Tanaman kaktus di beberapa sudut ruang dan hiasan dinding berupa quote seputar kopi menjadi tambahn dekorasi yang makin menarik.
Warna rumah sering dibahas seolah setiap rona mempunyai efek emosi yang tetap. Bagi keputusan interior, cara yang lebih berguna ialah menanyakan asosiasi serta preferensi penghuni, lalu menguji warna di ruang yang akan dipakai. Penelitian tentang preferensi warna dapat memberi petunjuk bahwa konteks
Warna dapat mengubah kesan visual sebuah ruang, tetapi tidak mengubah lebar jalur, tinggi plafon, atau ruang gerak fisik. Saat memilih warna berdasarkan ukuran rumah, petakan dahulu geometri dan kegiatan yang harus muat.
Warna cat dinilai melalui cahaya yang mengenai dan dipantulkan oleh dinding. Satu kode warna dapat terlihat berbeda dekat jendela, di sudut teduh, dan pada malam hari. Karena itu, pilih warna dengan mencatat kondisi cahaya ketika ruang dipakai, bukan hanya arah hadap pada denah.
Kombinasi warna rumah lebih mudah diputuskan jika dimulai dari material yang sudah ada, bukan dari foto palet yang terlepas dari ruangnya. Lantai, kusen, furnitur, dan cahaya membentuk latar yang akan memengaruhi cara warna baru terlihat. Tentukan peran tiap warna pada bidang, lalu uji pertemuannya
Ketika warna di dinding terasa tidak sesuai rencana, penyebabnya belum tentu pilihan rona. Cahaya, material yang berdampingan, luas bidang, kilap, dan kualitas dasar dapat membuat hasil berbeda dari kartu sampel. Diagnosis yang rapi membantu memilih koreksi kecil sebelum mengecat ulang seluruh rumah
Kategori warna membantu memperkecil pilihan sebelum membandingkan palet. Istilah hangat, dingin, netral, atau aksen berguna untuk bercakap dengan penghuni, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan rona, terang-gelap, dan kejenuhan pada material rumah yang nyata.