Interiordesign.id – Desain rumah vintage selalu menghadirkan kenangan masa lampau dan membuat ingatan kita berkelana waktu. Sebab gaya Vintage memiliki citarasa klasik dan artistik, yang memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang. Rumah berdesain vintage menyuguhkan rasa klasik, teduh, hangat dan nyaman sekaligus.
Kata vintage sendiri berasal dari bahasa Perancis yaitu 'vendage' yang merujuk pada proses pembuatan minuman wine/anggur. Wine membutuhkan waktu penyimpanan yang panjang untuk mendapatkan kualitas yang baik. Seiring berjalannya waktu, makna kata ini pun bergeser menjadi makna yang kita kenal sekarang ini. Vintage merupakan segala hal yang berbau zaman dahulu dan antik.
Meski begitu, vintage dan antik memiliki perbedaan berdasarkan usia suatu benda. Benda yang dikategorikan vintage adalah benda yang berusia kurang dari dua puluh tahun yaitu kira-kira berasal dari tahun 1910-1990.
Gaya yang satu ini hadir dengan furnitur dan ornamen interior mid-century yang ditata apik menghiasi setiap sudut ruangan. Karena keunikannya, desain ala vintage pun kini banyak digunakan sebagai gaya desain di kafe maupun rumah. Dekorasi vintage selalu berhasil mengajak ingatan Anda “time traveling” ke masa lampau yang manis dan indah.
Gaya Vintage di Ruang Tamu
Desain ruang tamu vintage via Pinterestvia Pinterest
Tampilkan dekorasi ruangan vintage dan penggunaan furnitur bergaya klasik. Anda dapat mengkreasikan dekorasi dengan barang-barang lama yang Anda miliki. Manfaatkan lemari kuno, sofa yang terlihat usang atau furnitur vintage yang terbuat dari bahan kayu atau logam. Untuk menghasilkan kesan alami pada dekorasi vintage, hindari bahan-bahan yang terbuat dari plastik.
Gaya Vintage di Ruang Makan
Penggunaan kursi kayu jadul adalah cara yang tepat untuk memberikan kesan ala vintage di ruang makan Anda. Pilihlah juga ukuran meja kayu yang sesuai dengan jumlah kursi yang ada. Jangan lupa untuk memajang hiasan dan perabot jadul di area ruang makan.
Gaya Vintage di Dapur
Pilihan lantai kayu dan perabotan jadul akan membuat dapur Anda memiliki kesan vintage yang kuat. Sebagai pelengkap, Anda bisa tambahkan lampu gantung. Jika di dapur Anda terdapat jendela, Anda bisa manfaatkan dengan pemakaian kain bermotif jadul sebagai gorden usang sederhana.
Warna rumah sering dibahas seolah setiap rona mempunyai efek emosi yang tetap. Bagi keputusan interior, cara yang lebih berguna ialah menanyakan asosiasi serta preferensi penghuni, lalu menguji warna di ruang yang akan dipakai. Penelitian tentang preferensi warna dapat memberi petunjuk bahwa konteks
Warna dapat mengubah kesan visual sebuah ruang, tetapi tidak mengubah lebar jalur, tinggi plafon, atau ruang gerak fisik. Saat memilih warna berdasarkan ukuran rumah, petakan dahulu geometri dan kegiatan yang harus muat.
Warna cat dinilai melalui cahaya yang mengenai dan dipantulkan oleh dinding. Satu kode warna dapat terlihat berbeda dekat jendela, di sudut teduh, dan pada malam hari. Karena itu, pilih warna dengan mencatat kondisi cahaya ketika ruang dipakai, bukan hanya arah hadap pada denah.
Kombinasi warna rumah lebih mudah diputuskan jika dimulai dari material yang sudah ada, bukan dari foto palet yang terlepas dari ruangnya. Lantai, kusen, furnitur, dan cahaya membentuk latar yang akan memengaruhi cara warna baru terlihat. Tentukan peran tiap warna pada bidang, lalu uji pertemuannya
Ketika warna di dinding terasa tidak sesuai rencana, penyebabnya belum tentu pilihan rona. Cahaya, material yang berdampingan, luas bidang, kilap, dan kualitas dasar dapat membuat hasil berbeda dari kartu sampel. Diagnosis yang rapi membantu memilih koreksi kecil sebelum mengecat ulang seluruh rumah
Kategori warna membantu memperkecil pilihan sebelum membandingkan palet. Istilah hangat, dingin, netral, atau aksen berguna untuk bercakap dengan penghuni, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan rona, terang-gelap, dan kejenuhan pada material rumah yang nyata.