Epoxy lantai dikerjakan sebagai susunan lapisan yang saling cocok. Primer, lapis dasar dan lapis aus mempunyai fungsi berbeda; tebal lapis aus tidak boleh dianggap sama dengan tebal total sistem.
Untuk memahami pilihan dan persiapan secara menyeluruh, baca Pemasangan Lantai: Urutan Kerja dari Pemeriksaan Dasar hingga Serah Terima.
Sebelum mulai
- Pastikan susunan lapisan, ketebalan setiap lapis, kondisi kelembapan dasar, titik embun dan batas waktu kerja dari produk aktual.
- Pekerjaan resin memerlukan aplikator terlatih, ventilasi serta penanganan bahan sesuai lembar keselamatan.
Jika dasar rapuh, lembap di luar batas produk, retak aktif, atau detail sambungan belum jelas, hentikan bagian terkait dan minta penilaian pengawas teknis. Menutup cacat dengan penutup lantai tidak memperbaiki penyebabnya.
Persiapan kerja
Tentukan batas area dan jalur lewat sebelum bekerja. Gunakan pelindung mata, tangan, pendengaran serta pengendalian debu yang sesuai alat dan bahan. Pemotongan atau gerinda memakai penyedotan atau metode basah yang diizinkan; cegah air mengenai peralatan listrik yang tidak sesuai. Baca lembar keselamatan perekat dan pelapis, sediakan ventilasi serta jauhkan sumber nyala bila dipersyaratkan. Jangan menyapu kering debu halus atau membuang lumpur semen ke saluran air.
Bahan dan alat
Alat uji kelembapan yang dipersyaratkan, termometer serta higrometer, alat persiapan mekanis dengan penyedotan, mixer dan alat takar, roskam/rake, rol duri serta APD kimia sesuai lembar keselamatan.
- Primer, lapis dasar dan lapis aus dari sistem epoxy terpilih
- Seluruh komponen pencampur sesuai kit produk
- Bahan perbaikan dasar bila diperlukan dan kompatibel
- Pembersih alat yang diperbolehkan sistem
Urutan pekerjaan
- Uji kelembapan, siapkan mekanis dan vakum dasar kuat
- Aplikasikan primer sistem
- Aplikasikan lapis dasar sistem
- Campur kit utuh, hampar dan rol duri lapisan aus
- Cek finish/tebal sistem, lindungi curing dan bersihkan alat
1. Uji kelembapan, siapkan mekanis dan vakum dasar kuat
- Periksa kekuatan, retak, kontaminasi dan kelembapan dasar dengan metode yang disyaratkan. Catat suhu ruang, dasar serta kelembapan udara untuk menilai risiko embun.
- Siapkan permukaan secara mekanis sampai profil yang diterima; perbaikan retak atau lubang memakai detail yang telah ditinjau.
- Sedot seluruh debu dan periksa bidang contoh. Hentikan pelapisan jika ada embun, kelembapan naik atau dasar lemah yang belum ditangani.
Periksa hasil: Dasar serta kondisi aplikasi memenuhi lembar sistem.
Hindari kesalahan ini: Jangan menutup kelembapan aktif dengan primer biasa.
2. Aplikasikan primer sistem
- Campur primer sesuai komponen, alat dan waktu aduknya. Gunakan ukuran kit yang dapat dikerjakan sebelum batas pakai berakhir.
- Aplikasikan merata untuk menutup pori tanpa genangan. Tambahkan perlakuan pasir hanya bila sistem mengharuskannya.
- Periksa lubang jarum, area terserap habis serta jendela lapis ulang; perbaiki sesuai petunjuk sebelum lapis berikutnya.
Periksa hasil: Primer merata dan siap menerima lapisan berikutnya.
Hindari kesalahan ini: Jangan menganggap permukaan mengilap selalu berarti pori sudah tertutup.

3. Aplikasikan lapis dasar sistem
- Siapkan bahan lapis dasar yang dipasangkan dengan primer tersebut. Cocokkan ketebalan serta alat hampar dengan detail sistem.
- Sebarkan dari batas kerja yang direncanakan, jaga pertemuan bidang dan cegah kontaminasi dari alas kaki atau alat.
- Ukur pemakaian dan ketebalan dengan metode yang disepakati. Periksa cacat sebelum jendela lapis ulang terlewat.
Periksa hasil: Lapis dasar menerus dan sesuai susunan yang dipilih.
Hindari kesalahan ini: Jangan melewatkan lapis dasar untuk mengganti seluruhnya dengan lapis aus lebih tebal.
4. Campur kit utuh, hampar dan rol duri lapisan aus
- Campur kit lengkap dalam urutan komponen yang dipersyaratkan. Jangan menambahkan pelarut, air atau pasir di luar formula produk.
- Hampar lapis aus memakai rake/roskam yang sesuai. Bekerja teratur pada batas waktu pakai, kemudian rol duri pada saat yang diizinkan.
- Pantau pemakaian, ketebalan dan kondisi ruang. Atasi gelembung atau sambungan dingin dengan metode yang ditentukan, bukan mengencerkan bahan.
Periksa hasil: Ketebalan lapis aus dan tekstur sesuai contoh.
Hindari kesalahan ini: Jangan memanjangkan pot life dengan menambah cairan atau menggulung bahan yang sudah mulai mengeras.
5. Cek finish/tebal sistem, lindungi curing dan bersihkan alat
- Batasi akses dan lindungi selama curing dari air, debu, kondensasi serta perubahan kondisi yang merusak lapisan.
- Periksa warna, tekstur, gelembung, lubang jarum, ikatan dan ketebalan total berdasarkan rencana pemeriksaan.
- Buka bertahap untuk pejalan, beban dan pembersihan menurut kondisi aktual serta petunjuk sistem. Bersihkan alat dan kelola limbah bahan sesuai lembar keselamatan.
Periksa hasil: Hasil dan waktu pembukaan dicatat, cacat ditangani sebelum penggunaan.
Hindari kesalahan ini: Jangan menyamakan kering sentuh dengan kesiapan menerima beban.
Jumlah bahan dan penyerahan hasil
Ukur luas atau panjang bersih dari kondisi aktual. Buat daftar potong dengan arah pemasangan, ukuran efektif, bukaan dan lebar mata potong. Pisahkan sisa layak pakai dari kerusakan; hitung bahan dari volume lapisan atau uji pemakaian, lalu bulatkan pembelian menurut isi kemasan. Jangan menambahkan persentase sisa dua kali atau membeli plin dan transisi lagi bila sudah termasuk paket.
Catat produk serta batch, ukuran yang diperiksa, hasil contoh, cacat, perbaikan dan waktu pembukaan area. Periksa lapisan yang akan tertutup bersama pengawas teknis sebelum melanjutkan. Serahkan petunjuk perawatan dan sisa bahan yang dapat dipakai untuk perbaikan.

Jika pekerjaan ini menjadi bagian renovasi, pelajari alur layanan desain dan renovasi agar lingkup serta tahapnya terkoordinasi. Untuk kebutuhan penataan ruang, tersedia konsultasi desain interior.
Bacaan yang berkaitan: Cara memakai perata lantai semen self-levelling dan Cara mengerjakan screed lantai terikat dan memeriksa peil.
Bacaan lebih lanjut
Petunjuk produk tersebut berlaku untuk sistem yang disebutkan. Periksa dokumen produk aktual sebelum menerapkan ukuran, takaran atau jadwalnya.


