Skylight; Desain Rumah Bermandikan Cahaya Alami

Posted by Nita Hidayati  •  Monday, June 24 2019

Dengan sebuah skylight, rumah akan terasa lebih sehat, terbebas dari kelembaban, anti jamur, serta lebih hemat energi.

Interiordesign.id – Setiap rumah memiliki keunikan dan permasalahannya sendiri. Salah satunya adalah kerap dijumpai ruang-ruang gelap dan juga lembab. Suasana ruang yang gelap dan lembab tentu saja menjadi penyebab rumah menjadi tidak sehat dan tidak nyaman. Namun, jangan khawatir, selalu ada solusi untuk menyiasati setiap permasalahan yang terjadi dalam rancangan sebuah rumah.

Ruang-ruang gelap di dalam rumah dapat diatasi dengan pencahayaan dari sumber cahaya alami.

Agar cahaya alami dapat masuk ke dalam rumah dengan maksimal, Anda harus merancang hunian dengan bukaan besar yang cukup banyak. Hal ini dimaksudkan agar penetrasi cahaya tidak terhalangi. Tetapi, bukaan-bukaan besar juga belum tentu jadi solusi paling praktis. Anda tidak mungkin membuat atau merancang rumah dengan terlalu banyak bukaan dan memperbanyak jendela kaca misalnya, ini juga tidak terlalu baik. Karena privasi bisa tereduksi.

Lalu apa solusi praktis agar rumah juga bisa memiliki “asupan” cahaya alami selain dari bukaan jendela besar?

Skylight adalah solusinya.

Skylight, selain menjadi tren arsitektural, ia juga menyediakan bukaan besar agar cahaya bisa leluasa memasuki ruangan. Anda bahkan tidak diharamkan untuk memilikinya di setiap ruangan yang Anda kehendaki. Tetapi, khusus soal ini, silakan berkonsultasi dengan arsitek atau desainer yang tahu betul fungsi dan kegunaannya. Jangan sampai keinginan Anda untuk memperbanyak cahaya alami malah berbenturan dengan faktor estetika yang melekat dan tidak bisa diabaikan dalam arsitektur maupun desain interior.

Apa itu Skylight?

Skylight merupakan jendela atau kaca berongga yang berada di atap atau dinding sebuah ruangan. Skylight bisa berfungsi sebagai jalan masuk cahaya maupun sebagai ventilasi.

Ini sangat cocok untuk memperbanyak cahaya di ruangan-ruangan yang lembab dan gelap. Sehingga bisa menjadi alternatif terbaik instalasi pencahayaan selain dari penggunaan lampu listrik. Hal tersebut pula menjadikan rumah lebih hemat energi.

Dengan sebuah skylight, suasana interior rumah akan terasa lebih hangat, terang, dan menyehatkan.

desain skylight rumah

~ via popeti.com

Skylight mampu memberi pencahayaan tambahan dalam ruang-ruang yang membutuhkan.

Skylight juga mampu menampilkan pemandangan luas di sekitar, dan sangat cocok diterapkan di loteng, dapur, maupun ruang-ruang lainnya.

Bahkan, jika Anda memiliki taman, Anda dapat menggabungkan atap sisi terang pada taman dan ruangan. Dengan seperti itu, Anda bisa memiliki ruangan yang segar, bersih, dan sehat.

Jenis Skylight

Secara umum terdapat tiga jenis skylight yang terdapat di pasaran, yaitu skylight ventilasi, skylight tetap, dan skylight turbular.

Skylight ventilasi adalah jenis skylight yang berfungsi sama seperti halnya jendela yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

Seperti bisa Anda lihat di gambar di bawah, jenis bukaan skylight ini fungsinya sama persis seperti jendela. Ia bisa dibuka tutup dan menyediakan ventilasi udara selain jalan masuk cahaya.

 

desain skylight rumah

~ via pinterest

Tetapi, penting untuk diingat, saat merancang skylight ventilasi ini, Anda harus memikirkan bagaimana menempatkan rangkanya sehingga tidak ada rembesan air yang memasuki dalam rumah.

Sementara skylight tetap adalah desain skylight yang dirancang untuk memberikan cahaya tambahan.

Skylight jenis ini sangat baik untuk ruangan di rumah lantai dua untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan ruangan, atau bahkan sekadar untuk menikmati pemandangan.

Jenis ketiga, -berbeda dengan dua rancangan sebelumnya, adalah skylight tubular.

Skylight tubular ini memiliki ukuran sangat kecil. Berkisar diameter 10-14 inci saja.

Tubular merupakan jenis skylight yang sangat cocok diterapkan pada ruang di mana tidak memungkinkan untuk merancang jenis ventilasi maupun skylight tetap.

Bentuknya yang menyerupai tabung sangat memungkinkan banyak cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Anda dapat menerapkannya untuk bagian lorong, kamar mandi, atau area lainnya yang tidak memungkinkan dirancang sebuah skylight lainnya.

Material Skylight

Terdapat banyak bahan atau material yang bisa Anda pilih untuk sebauh skylight. Anda bisa menggunakan kaca, akrilik, polikarbonat, hingga kayu.

Bahan kaca sangat tepat untuk ketahanan terhadap api, tetapi, Anda harus menggunakan kaca pelapis beremisi rendah dan berfungsi menjaga panas.

Sayangnya, menggunakan kaca untuk skylight membutuhkan biaya yang cukup mahal.

skylight

skylight kayu. ~ via arsitag

Untuk mendapatkan penampilan yang elegan, bentuk atau model skylight yang menyerupai atap segitiga, yang terbentuk dari ekspos struktur kayu dapat menjadi pilihan. Ia, selain arstistik dan memiliki kemampuan ventilasi, juga bisa menjadikan interior rumah terlihat lebih natural.

Namun, sama halnya dengan skylight kaca, skylight dari kayu juga bisa cukup mahal. Apalagi jika kayu yang digunakan adalah jenis pilihan dan solid.

Ada alternatif lainnya untuk memiliki skylight dengan biaya yang cukup rendah. Anda bisa menggunakan material plastik. Tetapi, bukan sembarang plastik. Jenis plastik yang dapat digunakan adalah jenis ABS, akrilik, dan polikarbonat.

Bahkan, polikarbonat mempunyai ketahanan 200 kali lebih kuat daripada kaca, sehingga material ini menjadi pilihan yang sangat aman dan cermat untuk rancangan sebuah skylight rumah.

Butuh bantuan desain dan dekorasi interior? Konsultasikan dengan desainer-desainer terbaik kami.

Tags: , , , , , , ,

Nita Hidayati

By Nita Hidayati

Content writer, menyukai gaya skandinavia

Artikel lainnya




Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa


 

Follow on Instagram

preloader