Desain Rumah 2 Lantai, Hunian Modern yang Trendi dan Elegan
Desain rumah 2 lantai berbeda dengan rumah 1 lantai. Rumah 2 lantai memiliki pola perencanaan arsitektur yang sedikit lebih kompleks dibanding rumah 1 lantai.
Desain rumah 2 lantai berbeda dengan rumah 1 lantai. Rumah 2 lantai memiliki pola perencanaan arsitektur yang sedikit lebih kompleks dibanding rumah 1 lantai.
Interiordesign.id - Kecil, sederhana, serta menarik secara visual, itulah gambaran dari rumah-rumah modern kontemporer. Terlepas dari pilihan gaya desain apa yang digunakan, -arsitektur maupun interiornya-, rumah-rumah saat sekarang benar-benar dirancang sangat serius agar dapat memiliki penampilan yang trendi juga elegan.
Rancangan hunian-hunian tersebut bisa terlihat sangat unik dengan konsep desainnya yang khas.
Meski begitu, aspek estetika ini dikedepankan tanpa mereduksi sedikit pun fungsi. Bahkan dalam beberapa situasi, rumah-rumah modern justru dirancang sangat fungsional.
Dengan desain 2 lantainya, rumah-rumah ini juga memiliki kelebihan dalam hal estetika. Ia ibarat seorang perempuan cantik dengan ukuran tubuh yang proporsional. Memiliki daya tarik sempurna sebagai bentuk kesempurnaan estetika di zaman modern.
Tetapi, kesempurnaan estetika tersebut juga bukan berarti tidak bisa dimiliki oleh rumah 1 lantai. Hanya saja, desain rumah 2 lantai sedikit berbeda dan lebih kompleks jika dibanding rumah 1 lantai. Salah satu perbedaannya terletak dalam pola sirkulasi.
Sirkulasi adalah sebuah istilah dalam arsitektur yang dibedakan ke dalam 2 jenis; sirkulasi vertikal dan horizontal.
Sirkulasi ini juga erat hubungannya dengan aspek estetika dari sebuah bangunan. Bangunan dengan perencanaan sirkulasi yang baik akan memberikan kesan estetis yang kuat.
Dalam rumah 2 lantai, sirkulasi yang digunakan tidak hanya horizontal, tetapi juga vertikal. Sementara dalam rumah 1 lantai, ia hanya membutuhkan sirkulasi horizontal.
Soal sirkulasi akan kita bahas secara lebih spesifik dalam artikel yang lain.
Sekarang silakan perhatikan baik-baik, inilah beberapa penampilan rumah 2 lantai yang dirancang dengan pendekatan berbagai pilihan gaya desain. Mulai dari gaya modern, kontemporer, minimalis, maupun gaya Skandinavia yang belakangan sangat populer dan banyak diadaptasi karena dianggap mewakili modernitas dan pendekatannya yang selaras dengan alam.
Desain rumah 2 lantai gaya kontemporer
Rumah 2 lantai berikut terlihat sangat kekinian. Desainnya yang simpel tetap terlihat elegan. Sangat cocok bagi Anda yang menyukai gagasan desain yang sederhana tanpa reduksi terhadap fungsi.
Rumah 2 lantai gaya modern
Rumah gaya modern menjadi salah satu yang paling populer dan sangat diminati. Gaya ini dianggap sebagai representasi dan penanda kemajuan.
Walaupun hanya mewakili satu periode waktu tertentu, gaya modern masih relevan dan banyak diadopsi dengan modifikasi tertentu sehingga melahirkan tampilan yang lebih kekinian, atau juga biasa kita sebut kontemporer.
Meski begitu, rumah gaya modern memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan desain rumah gaya kontemporer.
Untuk lebih jelasnya bisa disimak dalam artikel ini: Perbedaan dan Ciri Khas Gaya Desain Interior Kontemporer dengan Gaya Desain Interior Modern.
Dan inilah penampakan desain rumah 2 lantai gaya modern:
Rumah 2 lantai ala pedesaan atau rustik
Penggunaan material kayu menjadi dominan dalam desian rumah 2 lantai ini.
Gaya rustic yang kental dengan unsur alam dan pedesaan, mejadikannya sangat unik. Gaya ini terbilang jarang digunakan dalam desain rumah-rumah saat ini, dan oleh karena itu pula menjadikannya semakin ikonik karena mempertahankan tampilan ala pedesaan yang natural.
Rumah minimalis 2 lantai
Tidak mengherankan jika minimalis menjadi salah satu gaya paling populer dan banyak disukai. Rumah minimalis 2 lantai dirancang sangat sederhana namun kaya estetika.
Desain rumah 2 lantai gaya Skandinavia
Desain rumah ini benar-benar unik dengan penampilannya yang sangat trendi dan kekinian.
rumah 2 lantai gaya rustic via ~ pinterest
Rumah 2 lantai dengan gaya arsitektur dan interior ikonik ala Negeri Nordik ini tampak sederhana, minimalis, serta elegan. Tak mengherankan desain Skandinavia menjadi sangat khas dan spesial. Ia memiliki gambaran sebagai gagasan desain rumah yang modern, berkelanjutan, minimalis, serta fungsional.
Nah, itulah beberapa gambaran desain rumah 2 lantai yang dilihat dari berbagai pilihan gaya desain. Lain kali kita akan membahas soal desain rumah-rumah ini dari sisi yang lain.
Warna rumah sering dibahas seolah setiap rona mempunyai efek emosi yang tetap. Bagi keputusan interior, cara yang lebih berguna ialah menanyakan asosiasi serta preferensi penghuni, lalu menguji warna di ruang yang akan dipakai. Penelitian tentang preferensi warna dapat memberi petunjuk bahwa konteks
Warna dapat mengubah kesan visual sebuah ruang, tetapi tidak mengubah lebar jalur, tinggi plafon, atau ruang gerak fisik. Saat memilih warna berdasarkan ukuran rumah, petakan dahulu geometri dan kegiatan yang harus muat.
Warna cat dinilai melalui cahaya yang mengenai dan dipantulkan oleh dinding. Satu kode warna dapat terlihat berbeda dekat jendela, di sudut teduh, dan pada malam hari. Karena itu, pilih warna dengan mencatat kondisi cahaya ketika ruang dipakai, bukan hanya arah hadap pada denah.
Kombinasi warna rumah lebih mudah diputuskan jika dimulai dari material yang sudah ada, bukan dari foto palet yang terlepas dari ruangnya. Lantai, kusen, furnitur, dan cahaya membentuk latar yang akan memengaruhi cara warna baru terlihat. Tentukan peran tiap warna pada bidang, lalu uji pertemuannya
Ketika warna di dinding terasa tidak sesuai rencana, penyebabnya belum tentu pilihan rona. Cahaya, material yang berdampingan, luas bidang, kilap, dan kualitas dasar dapat membuat hasil berbeda dari kartu sampel. Diagnosis yang rapi membantu memilih koreksi kecil sebelum mengecat ulang seluruh rumah
Kategori warna membantu memperkecil pilihan sebelum membandingkan palet. Istilah hangat, dingin, netral, atau aksen berguna untuk bercakap dengan penghuni, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan rona, terang-gelap, dan kejenuhan pada material rumah yang nyata.