Interiordesign.id – Menambahkan mini bar ke dalam rumah bisa menjadi sebuah kelebihan. Anda dapat menjamu teman-teman dan tamu di sana. Merancang mini bar yang ideal tentu sangat serius dan membutuhkan banyak biaya. Tetapi bagaimana jika anda sebenarnya juga bisa membuat mini bar dari barang tidak terpakai? Silakan cek foto di bawah ini:
Baca Juga : Desain Lemari Bawah Tangga untuk Tempat Penyimpanan Fungsional
Mini Bar dari Kayu Palet
Bahan palet mudah didapat, anda tinggal mendesainnya dan menambahkan beberapa lampu agar terlihat memiliki efek.
thewhoot
Mini Bar dari Piano Bekas
Anda memiliki piano yang rusak dan tidak terpakai? Jangan memperbaikinya dan menjadikannya piano lagi. Sulap dan ubah menjadi mini bar unik.
etsy
Mini Bar dari Gentong Kayu Besar
Gentong kayu atau barrel kayu adalah sesuatu yang sangat bersejarah. Anda dapat memiliki mini bar dari gentong kayu besar seperti tampak dalam gambar.
houzzpinterest
Mini Bar dari Kayu Bekas Gulungan Kabel (Cable Spool)
Kayu gulungan kabel atau cable spool banyak menginspirasi dan banyak dijadikan barang berguna. Mendaur ulang gulungan kabel jadi sebuah mini bar adalah pilihan menarik dan keren.
imgur
Tidak terlalu sulit untuk memiliki sebuah mini bar di rumah. Anda cukup menemukan barang atau bahan yang tepat, terutama barang bekas tidak terpakai, dan Anda pun sudah bisa memilikinya di rumah tanpa harus memesan atau membeli baru yang mungkin harganya tidak terjangkau.
Pertanyaan “furniture ini tahan berapa tahun?” tidak dapat dijawab dengan satu angka untuk semua unit. Bahan, sambungan, kelembapan, beban, perawatan, dan perubahan kebutuhan berbeda di setiap tempat.
Ketahanan furniture bukan sifat tunggal yang dapat dibaca dari ketebalan panel atau nama material. Unit bekerja sebagai susunan panel, sambungan, fitting, lapisan, tumpuan, dan cara pemasangan. Untuk memilih atau mengevaluasinya, cocokkan penggunaan yang direncanakan dengan bukti bagi susunan tersebut.
Pintu kabinet yang seret, laci sulit ditarik, dan kursi yang terasa tidak pas sering disebut “bahan jelek”. Kesimpulan itu terlalu cepat. Masalah bisa berasal dari rancangan, fitting, pemasangan, posisi dalam ruang, perubahan bahan, atau cara pakai.
Furniture yang terlihat kokoh saat diam belum tentu aman saat laci ditarik, pintu dibuka, seseorang bersandar, atau anak memanjatnya. Mulailah dari cara benda itu dipakai dan ditempatkan, lalu periksa bukti untuk produk dan susunan yang benar.
“Cocok untuk iklim tropis” sebaiknya menjadi daftar kondisi proyek, bukan stiker yang dianggap sebagai jaminan umur panjang. Rumah teduh ber-AC, teras tertutup, dan balkon yang terkena hujan tampias memberi paparan berbeda.
Bedakan paparan panas dari panci, matahari, dan perangkat sebelum memilih furnitur. Cocokkan permukaan, perekat, ventilasi kabinet, serta perlindungan dengan manual dan data produk.