desain interior post modern vintage

Desain Interior Post-modern; Gaya Dekorasi Interior yang Melabrak Segala Aturan

Posted by Nita Hidayati  •  Wednesday, April 10 2019

…kemunculan postmo merupakan akibat dari kejenuhan terhadap gerakan arsitektur modern. Gaya desain modern dianggap terlalu kaku, terikat aturan dan mengedepankan fungsi serta efisiensi dalam membangun.

Interiordesign.id – Banyak yang menggambarkan keadaan saat sekarang dengan istilah modern. Namun, sebenarnya istilah tersebut tidaklah tepat. Sebab, istilah modern sudah ada sejak sekitar satu abad lampau.

Pada tahun 1970an hingga saat ini, hadir sebuah istilah lain untuk menyebutkan keadaan era sekarang. Istilah itu dikenal dengan sebutan postmodern atau juga lebih sering disingkat postmo.

Adalah Jean-Francois Lyotard, tokoh yang pertama kali mengenalkan konsep post-modern dalam filsafat. Sebelumnya, istilah ini bahkan sudah lama dipakai di dunia arsitektur.

Mengutip Wikipedia, postmodern merupakan gaya yang dipopulerkan pada tahun 1970an yang adalah merupakan pertentangan dari desain modern yang minimalis dan simpel yang diusung oleh Ludwg Mies Van der Rohei. Desain postmo menghadirkan kompleksitas, kontradiksi dan cenderung menampilkan sisi yang maksimal dari suatu ruangan.

Artikel terkait:

Urban Modern; Konsep Interior Simpel dan Minimalis yang Ngetren Saat Ini

Apa Itu Gaya Desain Modern Minimalis?

Dalam buku What is Post – Modernism ? (Jencks, 1989) Charles mengatakan:

“Post-modernisme adalah campuran antara macam-macam tradisi dan masa lalu. Post – Modernisme adalah kelanjutan dari modernisme, sekaligus melampaui modernisme. Ciri khas karya-karyanya adalah makna ganda, ironi, banyaknya pilihan, konflik dan terpecahnya berbagai tradisi, karena heterogenitas sangat memadai bagi pluralisme.“

Dari segi arsitektur, kemunculan postmo merupakan akibat dari kejenuhan terhadap gerakan arsitektur modern. Gaya desain modern kerap dianggap terlalu kaku, terikat aturan dan mengedepankan fungsi serta efisiensi dalam membangun. Sedangkan arsitektur postmo bersifat pluralis dan beraneka bentuk-bentuk baru yang imajinatif.

Seorang arsitek asal Amerika yang menganut karakter postmodern bernama Robert Venturi mengutarakan suatu pernyataan; Less is bore, yang berarti sesuatu yang minimalis itu membosankan. Hal yang diyakininya ini membuat Venturi kerap menghindari bentuk-bentuk minimalis dalam setiap karyanya. Jauh lebih dalam, usai perang dunia II pernyataan less is more menjadi populer berkat postmo.

Desain interior post-modern cenderung menekankan titik emosional serta membebaskan diri dari aturan fungsional modernisme klasik. Posmo memadukan campuran bahan dan sudut yang tidak konvensional dan simetris.

Selain itu, selera humor dan suasana hati juga menjadi elemen umum dalam lingkungan postmo. Gaya desain ini menawarkan suasana berbeda, menghadirkan ruangan yang tak hanya nyaman untuk ditinggali namun juga nyaman bagi tubuh, pikiran dan jiwa. Karena itu, postmo juga dianggap mampu memberikan energi dan suasana kegembiraan, dengan kaidahnya form follows emotion.

Baca juga:

Gaya Desain Interior Kontemporer, Pengertian, Asal-usul & Ciri Khas

5 Pilihan Gaya Desain Interior yang Mencerminkan Gaya Hidup

The Memphis Style

Gaya Memphis adalah desain kolaboratif yang dibuat oleh desainer asal Italia, Ettore Sottass. Gaya ini menekankan beberapa warna tertentu yang dapat dijadikan alternatif untuk menunjukkan karakteristik postmo. Warna-warna seperti merah tomat, biru cerah, merah muda hingga motif-motif mozaik berwarna hitam, dihadirkan bersamaan dengan aplikasi material industri, seperti seng atau kaca.

Namun sedikit berbeda dengan Ettore Sottass, menurut sejarawan di dunia desain, Ed Sexton dan Doug Taylor, karakter gaya Memphis mengeksplorasi terhadap warna. Warna itu ditampilkan pada warna ungu, merah, hijau, biru kehijauan dan kuning. Terkadang hadir juga warna hitam atau putih sebagai aksen dalam wujud motif dan mozaik.

Pilihan warna-warna yang cenderung tebal, kombinasi yang unik dan rumit, penggunaan bentuk garis dengan motif bunga atau kulit hewan adalah ciri khas gaya Memphis.

Memphis style menampilkan suasana ruang yang meriah dan ramai.

Kosmopolitan, Kreatif dan Nyeni

Gaya interior pasca modern juga kerap dikaitkan dengan cerminan penghuninya yang kosmopolitan, kreatif dan nyeni dengan ide-idenya yang unik. Sebuah cerminan akan penghuninya yang menyukai sesuatu yang berbeda dalam memadu padankan dekorasi.

Seperti perpaduan kursi futuristik dan cupboard vintage yang berada di dalam satu ruangan. Hal tersebut mempu memberikan kesan harmonis pada ruangan.

Keberagaman

Konsep desain postmodern rasanya memang tepat untuk masyarakat Indonesia. Konsep ini tepat untuk mewakili ciri sosial, budaya serta keragaman yang ada.

Gaya interior ini misalnya bisa jadi sangat tepat untuk sebagai konsep utama interior rumah ala Jawa yang dibangun secara modern dengan berbagai ornamen bentuk dan fungsi yang detail. Hal tersebut melahirkan penampilan dan kesan tradisional serta kekhasan nusantara yang  lebih terasa.

Penampilan akhir semacam itu tidak akan didapatkan dari gaya desain modern. Ia tidak akan pernah bisa diwujudkan karena konsep modern lebih mengedepankan fungsi dengan balutan ornamen yang minimalis.

Butuh bantuan desain dan dekorasi interior? Konsultasikan dengan desainer-desainer terbaik kami.

Tags: , , , , , , ,

Nita Hidayati

By Nita Hidayati

Content writer, menyukai gaya skandinavia

Artikel lainnya




Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa


 

Follow on Instagram

preloader