wabi sabi

Wabi Sabi: Cara Menemukan Keindahan dalam Ketidaksempurnaan

Posted by Nita Ramadhita  •  2 weeks ago

Mengutamakan keindahan dalam ketidaksempurnaan sebagai ciri khasnya, wabi-sabi menyulap hunian Anda menjadi hunian yang nyaman, bersih, namun realistis.

Interiordesign.id – Dalam desain interior, tidak jarang para desainer mengambil filosofi desain dari negara lain. Contohnya “hygge” sebuah filosofi desain dari Denmark yang menekankan pada aspek kenyamanan (cozy) sebuah ruang yang didapatkan melalui hal-hal sederhana, seperti segelas cokelat panas, selimut tebal, dan lilin. Atau “lagom“, sebuah filosofi dari Swedia yang mengedepankan keseimbangan dan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari sehingga desain interior yang menggunakan konsep ini lebih mementingkan fungsionalitas serta kesederhanaan.

Interior Rumah Skandinavia Tahun 2018 Bernama “Lagom”

Dalam artikel ini, yang akan dibahas adalah “wabi-sabi”, filosofi dari Jepang yang muncul sejak abad ke-15. Seperti halnya hygge dan lagom, popularitas wabi-sabi dalam dunia desain interior semakin meningkat. Bahkan, digadang-gadang, popularitasnya akan menggantikan hygge pada tahun 2019 ini. Mengutamakan ketidaksempurnaan sebagai ciri khasnya, wabi-sabi dapat menyulap hunian Anda menjadi hunian yang nyaman, bersih, namun realistis. Untuk tahu lebih lengkap tentang wabi-sabi, simak terus artikel di bawah ini!

Desain Interior ala Jepang, Nyaman, Dinamis dan Serba Minimalis

5 Desain Eksterior Rumah Minimalis Khas Jepang yang Tampak ‘Menipu’

Apa itu wabi-sabi?

Wabi-sabi berasal dari tren di abad ke-15 yang memilih untuk menghias ruangan secara berlebihan untuk menunjukkan kemewahan dan menggunakan bahan-bahan yang langka. Untuk melawan itu, filosofi wabi-sabi lebih mengutamakan tentang pencarian keindahan dalam ketidaksempurnaan sesuatu. Wabi-sabi mengajarkan kita untuk mendekatkan diri dengan alam dan menikmati kesederhanaan dalam hidup. Yang terpenting adalah, wabi-sabi menyadari pentingnya karkater dan selalu ingin menjaga autensitas tersebut dalam seluruh aspek kehidupan seseorang.

Sama seperti hygge dan lagom, wabi-sabi sebenarnya lebih condong ke arah prinsip hidup dibandingkan dengan tren desain interior. Anda akan belajar untuk menerima sesuatu apa adanya daripada selalu mengharapkan hal yang lebih baik dan tidak menghargai apa yang Anda miliki. Jika Anda memang tertarik untuk mendalami filosofi wabi-sabi ini, menggunakannya dalam mendesain atau mendekorasi rumah adalah langkah awal yang baik.

Dekorasi Interior Rumah: Tren Gaya Interior Terbaru yang Melahirkan Kebahagiaan di Setiap Ruang

7 Elemen Dasar Desain Interior dan Cara Mengaplikasikannya

5 langkah untuk mengaplikasikan filosofi wabi-sabi di rumah

Sebagai bentuk filosofi, wabi-sabi memang bisa dibilang abstrak dan tidak mudah untuk diaplikasikan pada desain interior. Jadi, untuk membantu Anda, kami telah merangkum beberapa tips dan trik dasar yang bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan hunian yang nyaman dengan konsep wabi-sabi.

Menambahkan elemen artisan dan homemade

dekorasi homemade

thespruce.com

Wabi-sabi memperhatikan dan berfokus pada autensitas sesuatu di mana pun, dan tidak ada yang lebih autentik dari dekorasi homemade dan aksen-aksen artisan pada ruangan. Vas yang Anda beli sebagai suvenir saat berlibur, kerajinan dari kain yang Anda buat sendiri, atau hiasan keramik yang khas dari daerah Anda adalah elemen-elemen yang akan menonjolkan kehangatan dan karakter ruangan. Jadi, mengapa tidak gunakan akhir pekan ini untuk mulai membuat projek DIY?

Usahakan rumah Anda tidak berantakan

ruang makan dengan konsep wabi-sabi

freshome.com

Meskipun salah satu pendekatan wabi-sabi adalah menghargai ketidaksempurnaan, bukan berarti rumah Anda bisa dibiarkan berantakan dan dekorasinya tidak karuan. Hunian dengan konsep wabi-sabi harus rapi dan teratur agar kedamaian dan ketenangan di rumah bisa dicapai. Jika Anda memang menyukai estetika minimalis, Anda sudah separuhnya mengimplementasikan filosofi wabi-sabi. Ya, setengahnya saja, karena wabi-sabi bukan hanya tentang kesederhanaan, tetapi juga adanya rasa keteraturan untuk membawa ketenangan ke dalam rumah.

KonMari: Teknik Merapikan Rumah Sekali Seumur Hidup

Bawalah elemen outdoor ke dalam rumah

tanaman indoor

lifehack.com

Elemen natural adalah komponen penting pada rumah dengan konsep wabi-sabi. Secara umum, suasana tentram atau good vibes yang datang dari elemen natural memang menjadi salah satu faktor utama di rumah wabi-sabi. Selain itu, merujuk pada prinsip wabi-sabi yang mengutamakan ketidaksempurnaan, segala bentuk “cacat” dari tumbuhan, kayu, dan bebatuan bisa bertindak sebagai pengingat bahwa keindahan bisa ditemukan pada ketidaksempurnaan. Untuk memaksimalkan good vibe ini, hias ruangan dengan furnitur kayu, bunga-bunga asli yang segar, dan tanaman indoor yang Anda sukai. Jika Anda tidak begitu pandai berkebun, Anda bisa memilih sukulen karena perawatannya lebih mudah.

Rumah tidak matching? Tidak masalah!

konsep interior wabi sabi Jepang

thespruce.com

Tidak semua hal harus selalu terlihat selaras. Bahkan, terkadang, jika rumah terlihat terlalu selaras, karakter sang pemilik terasa menghilang dan tidak ada rasa homey ketika berada di rumah. Bisa dibilang perasaannya “pulang ke rumah” akan terasa hilang. Perlu diingat bahwa bukan berarti Anda harus sengaja membuat dekorasi di dalam ruangan terkesan tidak matching. Namun, jika Anda menyukai sebuah benda tetapi benda tersebut tidak selaras dengan keseluruhan estetika rumah, itu tidak apa-apa. Bahkan, konsep wabi-sabi menganggap bahwa ketidaksempurnaan itulah yang membuat rumah Anda sempurna.

Less is more

ruang tengah gaya wabi sabi

freshome.com

Sensibilitas wabi-sabi adalah mengurangi benda-benda dengan mengutamakan hal-hal yang membawa nilai nostalgia, keindahan, fungsi, atau kombinasi antara semuanya ke dalam rumah. Namun, bukan berarti tren ini bisa disamakan dengan minimalisme. Tujuan dari wabi-sabi adalah untuk menyimpan hal-hal yang esensial agar Anda dapat memaksimalkan kebahagiaan di kehidupan sehari-hari. Seorang minimalis mungkin akan menyingkirkan vas yang mereka sukai namun tidak masuk ke dalam desain interior minimalis di rumahnya. Namun, pengikut wabi-sabi akan tetap menyimpan vas tersebut karena ia menyukainya.

Desain Minimalis: Sejarah Singkat, Ciri Khusus & Tip Praktis

Butuh bantuan desain dan dekorasi interior? Bekerja dan berkomunikasi langsung dengan desainer-desainer terbaik?

Tags: , , , , , , ,

Nita Ramadhita

By Nita Ramadhita

Graduated from Universitas Pendidikan Indonesia majoring English Literature, Nita aspires to be a language enthusiast who has a passion for collecting good books and being a wordsmith.

Artikel lainnya

Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa


 

Follow on Instagram

preloader