rumah kecil prefab

Rumah Tapak vs Apartemen: Mana yang Lebih Ok?

Posted by Aisah Wolfard  •  Wednesday, January 22 2020

Home is not a place… it’s a feeling.

Interiordesign.id – Setiap manusia pasti butuh tempat tinggal. Kita membutuhkan ruang untuk melangsungkan hidup. Setiap ruang atau tempat tersebut kita gunakan untuk berteduh, beristirahat, berkembang biak, mencari makan, atau yang lainnya.

Seiring perkembangan zaman, jenis tempat tinggal pun berubah dan ikut berkembang. Salah satu dari jenis yang paling umum adalah jenis rumah tapak. Sementara yang lainnya, bisa kita daftar jenis-jenis tempat tinggal yang biasa dikenal, seperti apartemen, rumah susun atau rusun, rukan alias rumah kantor, ruko atau rumah toko, kondominium, dan lainnya.

Dan dari beberapa jenis-jenis tempat tinggal tersebut, terdapat dua jenis hunian yang paling umum dari semuanya, yaitu rumah tapak dan apartemen.

Terutama di wilayah perkotaan atau urban, apartemen sepertinya menjadi pilihan paling praktikal dari banyak orang saat menentukan pilihan tempat tinggal.

Di antara keduanya ini, -rumah tapak dan apartemen-, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dan dari situlah pertanyaan besarnya kemudian; apa yang membedakan keduanya? kelebihan dan kekurangan apa saja yang dimiliki rumah tapak ataupun apartemen? mana yang paling cocok untuk kita jadikan sebagai tempat tinggal utama?

Sebelum Anda memutuskan memilih salah satunya, mari kita kenali kedua jenis tempat tinggal ini. Kira-kira manakah yang lebih baik di antara keduanya?

Rumah Tapak atau Apartemen?

Rumah tapak adalah rumah yang bangunannya terletak di atas tanah (landed house).

Dari semua jenis tempat tinggal, rumah tapak rasanya masih menjadi pilihan utama. Ini dikenal sebagai jenis rumah atau tempat tinggal konvensional.

Meski konvensional, jika diukur dengan standar saat sekarang, rumah tapak memiliki banyak sekali keuntungan, terutama dari segi penataan ruang.

Kita bisa lebih bebas mengatur tata ruang, rancangan arsitektur, dan konsep desain rumah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Apalagi jika kita memiliki lahan yang cukup luas, rumah tapak bisa dirancang untuk memiliki ekstra ruang atau area tambahan; – kolam renang pribadi, taman, atau yang lainnya. Ini tentu sangat berkebalikan dari jenis hunian vertikal seperti apartemen.

desain rumah minimalis 2 lantai

Desain rumah minimalis.

Dari segi biaya pun, rumah tapak juga terbilang lebih hemat dalam perawatan. Biaya-biaya wajib yang biasa dikeluarkan seperti untuk listrik, air, sampah, atau biaya keamanan, cenderung lebih murah. Selain itu, dari sisi harga, harga rumah tapak bisa setara dengan apartemen, tetapi dengan ukuran yang lebih luas.

Lalu, bagaimana dengan apartemen?

Mari mulai dari definisi dari apartemen.

Mengutip KBBI, apartemen adalah tempat tinggal (terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya) yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah, dilengkapi dengan berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan sebagainya).

Apartemen, saat sekarang, sangatlah populer. Ini menjadi salah satu konsep hunian paling modern, terutama bagi Anda yang tinggal di wilayah urban atau perkotaan. Hunian vertikal ini menjadi favorit masyarakat urban modern karena kepraktisan dan efisiensi yang dimilikinya.

Salah satu keuntungan tinggal di apartemen adalah lokasinya yang strategis.

Apartemen hampir selalu terletak di pusat kota, yang artinya dekat dengan pusat perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.

Bagi mereka yang masih belum berkeluarga atau single, apartemen juga sangat cocok dijadikan sebagai pilihan hunian. Alasannya simpel, Anda tidak memerlukan tempat yang luas saat belum berkeluarga. Tipe apartemen studio sudah cukup untuk Anda.

Meski begitu, bukan berarti apartemen tidak bisa dijadikan pilihan utama hunian saat Anda sudah berkeluarga.

Ada banyak pilihan tipe apartemen dengan ukuran dan luasan cukup denagn 2, 3, atau bahkan 4 kamar tidur. Tetapi, tipe apatemen dengan luasan besar ini, mengharuskan Anda juga mengeluarkan biaya lebih mahal untuk memilikinya.

Terkadang memang terasa lebih logis untuk memiliki rumah tapak dengan luasan lebih besar dengan harga yang relatif sama dengan apartemen tipe 2 atau 3 bedroom, bukan!

denah apartemen one bedroom

Tinggal di apartemen memiliki keuntungan dari segi perawatan. Tidak seperti rumah tapak yang biaya perawatannya harus ditanggung sendiri, biaya perawatan gedung apartemen menjadi tanggung jawab pengelola apartemen. Pembayaran tagihan bulanan seperti tagihan listrik atau air juga tidak perlu Anda urus sendiri.

Masalah-masalah yang sering terjadi di rumah tapak seperti genteng bocor atau arus pendek (korsleting) juga realtif sangat jarang ditemui di apartemen.

Keuntungan lainnya saat tinggal di apartemen adalah fasilitas yang tersedia.

Setiap apartemen biasanya memiliki fasilitas yang bisa digunakan oleh penghuninya, seperti kolam renang, taman, lapangan tenis, pusat kebugaran, spa, mini market, restoran, atau yang lainnya. Bahkan, ada juga apartemen yang terkoneksi langsung dengan pusat-pusat perbelanjaan, sehingga sangat memudahkan.

Selain fasilitas hiburan dan olahraga, apartemen juga dilengkapi dengan fasilitas keamanan canggih. Fasilitas keamanan yang disediakan oleh apartemen biasanya berupa kamera CCTV dan security guard. Tidak hanya itu, seperti hotel maupun mall, apartemen juga biasanya terintegrasi dengan prosedur keamanan mumpuni.

Meski harga cenderung mahal, dari segi bisnis, apartemen adalah investasi yang cukup bagus. Tidak seperti rumah tapak yang lebih ke jenis investasi jangka panjang, apartemen termasuk ke dalam investasi jangka pendek atau menengah. Itulah sebab banyak yang memiliki apartemen dan lalu menyewakannya.

Poin selanjutnya ini juga sangat penting, karena perlu Anda ketahui bahwa semakin strategis lokasi suatu apartemen, maka akan semakin tinggi juga nilai jualnya. Karena bagaimanapun, salah satu alasan utama orang memilih apartemen sebagai tempat tinggal adalah karena letaknya yang strategis di pusat kota.

Namun, seperti halnya rumah tapak, jangan lupakan kekurangan tinggal di apartemen.

Pertama, apabila Anda memilih tinggal di apartemen, Anda tidak akan mempunyai hak milik atas bangunan. Anda hanya akan memiliki hak guna bangunan yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu dan bisa diperpanjang.

Lalu, Anda juga tidak bisa sesuka hati merenovasi apartemen. Anda tidak akan bisa mengubah konsep arsitektur interiornya. Yang paling memungkinkan hanyalah meredekorasi dan sedikit renovasi yang sifatnya minor saja.

Kemudian, kekurangan utama apartemen adalah spacenya yang terbatas. Kita tidak akan pernah bisa menambah atau bahkan mengurangi space untuk ekstra tambahan ruang atau fasilitas-fasiltas hunian yang diinginkan. Meski sebenarnya, fasilitas-fasilitas hunian sudah tersedia dan bebas akses.

interior apartemen tipe studio

Interior apartemen Galeri Ciumbuleuit, Bandung.

Semua kembali kepada Anda, mana yang menurut Anda dan keluarga paling pas dan cocok di antara keduanya sebagai pilihan utama tempat tinggal. Jika memungkinkan dan memiliki bujet lebih, tidak ada salahnya Anda memiliki keduanya.

Namun, penting untuk diingat, sesuaikan dengan kebutuhan dan terutama tujuan seperti apa yang sebenarnya Anda dan keluarga inginkan dari sebuah tempat tinggal. Karena, mengulang kutipan di awal artikel, “home is not a place… it’s a feeling.”

Jadi, rumah tapak atau apartemen?

Ada pertanyaan seputar desain interior?

Tags: , , , , , ,

Aisah Wolfard

By Aisah Wolfard

Creative Director, Designer.

Artikel lainnya

Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa

 

Follow on Instagram

... ... ...