desain pagar rumah minimalis

Rumah Tusuk Sate Bawa Sial: Mitos atau Fakta?

Posted by Erica Apriliani  •  Wednesday, May 22 2019

Mitos dan fakta seputar rumah tusuk sate, plus kelebihan dan kekurangannya.

Interiordesign.id – Rumahku istanaku. Secara umum, rumah merupakan bangunan yang dijadikan tempat tinggal oleh manusia. Rumah adalah tempat untuk beristirahat dan berlindung. Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya, rumah saat sekarang melampaui itu semua. Ia kini dianggap memiliki nilai eksistensi diri dan keluarga.

Bagi sebagian besar orang, rumah adalah sebuah simbol kesuksesan. Semakin besar dan mewah sebuah rumah, semakin sukses jugalah penghuninya.

Di sisi lain, rumah sebagai simbol kesuksesan juga tidak begitu berlaku dalam kehidupan masyarakat modern. Kini, tidak semua masyarakat beranggapan bahwa rumah impian mereka adalah rumah yang bertingkat dan mewah. Mereka lebih suka memilki rumah minimalis yang serba praktis dan simpel.

Lagipula, siapa yang tidak menginginkan memiliki rumah yang layak tinggal dan nyaman untuk dihuni bukan. Rumah adalah tempat yang sangat berarti bagi siapapun. Kita berlindung di rumah dari hujan, angin, panas, salju, dan lain-lain.

Home is where you hang your heart.

Selain sebagai hunian, rumah juga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan atau investasi. Dan karena fungsinya yang begitu besar dan banyak inilah, kita akan selalu berupaya untuk menjaganya, misalnya dengan cara mengasuransikannya.

Ketika seseorang berencana membangun atau mencari tempat tinggal, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Biasanya yang pertama kali muncul adalah soal desain dan penampilan seperti apa rumah itu kelak. Faktor lainnya, adalah soal lokasi, di mana rumah nantinya akan dibangun.

Setiap orang tentu saja akan cenderung memilih lokasi yang strategis. Meski biasanya lebih mahal, lokasi rumah di tengah kota atau dekat dengan tengah kota adalah pilihan mayoritas. Selain strategis, mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi biasanya akan memilih lokasi rumah yang akses kendaraan umumnya mudah.

Ada juga beberapa lainnya yang lebih menyukai ketenangan dan memilih daerah yang agak jauh dari perkotaan. Dengan alasan menghindari polusi suara atau semacamnya, ini juga merupakan karakter umum dari calon pemilik rumah. Daerah-daerah suburb atau daerah pinggiran kota juga menjadi favorit, apalagi dari sisi harga ia bisa lebih murah daripada rumah di lokasi urban.

desain rumah modern

Desain rumah modern. ~ via architectural digest

Selain faktor-faktor tadi, terdapat satu hal lain yang biasanya menjadi pertimbangan saat berencana memiliki atau membangun rumah, yaitu letak atau lokasi dari bangunan rumah itu sendiri.

Lokasi sebuah rumah bisa beragam, tetapi ada satu lokasi yang kerap dihindari oleh masyarakat, yakni rumah dengan lokasi tusuk sate, atau t-intersection.

Rumah tusuk sate adalah rumah yang persis berada di depan jalan yang tegak lurus atau terletak di tengah jalur pertigaan sebuah jalanan. Mayoritas dari masyarakat akan menolak memilih rumah dengan lokasi tusuk sate. Hal ini berhubungan erat dengan mitos mengenai lokasi tersebut.

Kabarnya, rumah tusuk sate bisa membawa kesialan bagi penghuninya, seperti membuat penghuninya gampang sakit atau membuat keluarga yang tinggal tidak harmonis. Sehingga, tidak mengherankan apabila rumah di lokasi ini kerap memiliki harga lebih murah dibanding yang lainnya.

Eits, tapi tunggu dulu. Benarkah rumah dengan lokasi tusuk sate ini bisa membawa kesialan atau hanyalah mitos belaka?

Mari kita cari tahu.

Rumah Tusuk Sate Menurut Tradisi Jawa, Feng Shui, dan Ajaran Islam

Mitos mengenai rumah tusuk sate ini cukup menarik karena berasal dari tanah Jawa, feng shui, dan bahkan dari ajaran agama Islam.

Menurut adat Jawa, rumah tusuk sate dapat menyebabkan kerugian dan kesialan secara tiba-tiba terhadap penghuninya. Rumah dengan lokasi ini dianggap sebagai tempat berkumpulnya energi-energi negatif, menjadikannya tempat di mana para makhluk gaib berkumpul.

Akibatnya, penghuni rumah akan sering diganggu oleh para makhluk tak kasat mata tersebut. Mereka, konon, akan sering mengalami kejadian-kejadian aneh.

Feng shui juga tidak menyarankan anda untuk menempati rumah tusuk sate sebagai tempat tinggal. Sama seperti adat Jawa, rumah tusuk sate menurut feng shui dianggap sebagai tempat berkumpulnya energi-energi negatif. Namun, feng shui memiliki alasan sedikit lebih logis. Mereka menilai bangunan sesuai dengan iklim dan keadaan lingkungan, dan rumah tusuk sate dianggap memiliki aliran chi yang terlalu kuat.

Meski begitu, semua tergantung dari angka “KUA” atau angka keberuntungan personal setiap orang. Dalam ajaran feng shui, ada tiga angka KUA, kua kuat (2, 5, 9), kua lemah (1, 6, 8) dan kua sedang (3, 4, 7).

Cara menghitung angka-angka kua tersebut juga berbeda. Bahkan penghitungan angka kua untuk laki-laki dan perempuan juga berbeda.

Untuk mendapatkan angka kua laki-laki, anda bisa menghitung jumlah angka seratus dikurangi 2 angka terakhir dari tahun kelahiran. Kemudian hasilnya dibagi 9. Sementara untuk perempuan, 2 angka terakhir tahun kelahiran dikurang 4, kemudian hasilnya dibagi 9.

Menurut pakar feng shui, apabila seseorang memiliki angka KUA yang kuat, justru dianjurkan untuk tinggal di rumah tusuk sate. Sebaliknya, mereka yang angka kuanya termasuk ke dalam kategori lemah, sebaiknya menghindari lokasi rumah ini. Dan untuk yang memiliki angka kua sedang, baik buruknya tergantung dari hoki masing-masing.

Akan tetapi, meskipun angka kua anda lemah bukan berarti anda tidak bisa menghuni rumah tusuk sate. Anda bisa mengatasinya dengan memperlambat aliran chi.

Caranya, anda bisa mengubah posisi pintu masuk yang sebelumnya menghadap ke jalan menjadi ke kiri atau kanan. Kedua, anda juga bisa membuat taman di depan rumah dan mengisinya dengan pepohonan yang rindang dan rimbun. Hal ini dilakukan untuk mengurangi energi negatif sekaligus menjadi filter debu dari jalanan. Namun, ini hanya bisa dilakukan apabila rumah anda memiliki halaman yang cukup luas.

Cara lain adalah dengan mengubah bentuk bangunan secara keseluruhan menyerupai unsur logam (bulat) dan api (segitiga).

Terakhir, anda bisa memperlambat aliran chi dengan cara meninggikan tanah kurang lebih 1,5 meter sebelum mendirikan rumah. Dengan cara ini, aliran chi akan menabrak tanah yang ditinggikan, sehingga tidak akan merusak aliran chi di dalam rumah.

Sementara itu, dalam ajaran agama Islam, tidak ada pernyataan secara eksplisit yang melarang atau membolehkan orang untuk tinggal di rumah tusuk sate. Agama Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak memercayai hal-hal berbau takhayul semacam itu.

Mitos-mitos mengenai rumah, model apapun, yang dipercaya bisa mendatangkan kesialan tidak perlu dipercaya. Agama Islam menganjurkan umatnya untuk melihat hal ini secara logis dan ilmiah.

Menyiasati Rumah Tusuk Sate

Terlepas dari berbagai mitos yang beredar, secara ilmiah pun posisi rumah tusuk sate memang tidak bagus untuk ditinggali. Jika dilihat dari letaknya, rumah tusuk sate berhadapan persis dengan jalan yang tegak lurus sehingga tidak ada penghalang antara angin dan rumah. Maka, rumah di lokasi ini bisa langsung mendapat aliran angin yang cukup kuat.

Nah, aliran angin yang kuat ini berpotensi menyebabkan debu dan kotoran yang masuk ke dalam rumah menjadi lebih banyak. Dan kemungkinan ibesar, nilah alasan mengapa penghuni rumah di lokasi ini sering sakit-sakitan.

Menurut feng shui, energi-energi negatif berkumpul di rumah tusuk sate.

Tetapi, ada banyak cara menyiasati rumah tusuk sate agar juga nyaman untuk ditinggali.

Cara pertama adalah dengan mengikuti cara yang dianjurkan feng shui.

Feng shui menyarankan untuk menempatkan pintu dan jendela di bagian samping, sehingga sirkulasi udara berasal dari samping rumah.

Menurut feng shui, energi-energi negatif berkumpul di rumah tusuk sate. Energi negatif ini dapat menyebabkan hawa panas di dalam rumah. Dan hal ini pun sebenarnya sangat bisa dijelaskan secara ilmiah, mengingat posisi rumah yang berhadapan langsung dengan persimpangan jalan tanpa ada penghalang sedikitpun, cahaya matahari akan lebih gampang masuk. Selain berkeringat dan dehidrasi, risiko hawa panas ini juga bisa membuat penghuninya lebih mudah terbakar emosi.

Saat terbakar emosi, manusia cenderung mengatakan atau melakukan hal-hal yang bisa menyakiti orang lain. Maka, secara ilmiah, ini adalah penjelasan dari mitos yang mengatakan bahwa keluarga menjadi tidak harmonis. Untuk menghindari hal ini terjadi, anda bisa menggunakan kanopi agar cahaya matahari tidak langsung mengenai tembok bangunan rumah anda.

Sementara mitos lain yang mengatakan bahwa penghuni rumah tusuk sate akan sering ditimpa musibah seperti kecelakaan, kenyataannya, rumah jenis ini memang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi jika dibandingkan dengan lokasi rumah lainnya. Namun, hal ini juga ada penjelasan logisnya. Lokasi rumah yang persis berhadapan dengan jalan memberi kemungkinan besar kendaraan yang melaju kencang berisiko menabrak rumah. Tidak ada cara lain selain menghindari posisi atau lokasi rumah yang seperti ini, bukan.

Baca juga: Desain Rumah 2 Lantai: Hunian Modern dengan Penampilan yang Trendi dan Elegan

Untuk mitos yang paling terkenal, yang menyatakan bahwa tinggal di rumah tusuk sate akan membuat penghuninya mengalami kesulitan finansial, sebenarnya berkaitan dengan mitos yang sebelumnya.

Risiko kendaraan yang menabrak rumah tentu akan membuat pemilik merogoh kocek besar untuk memperbaiki rumah dan mengeluarkan bajet yang cukup besar. Jelas saja ini bukanlah cara terbaik memiliki rumah dengan tingkat perawatan dan risiko yang sangat tinggi.

Namun, di sisi lainnya, masih terdapat cara lain untuk menyiasati rumah tusuk sate dengan risiko kecelakaan ini.

Pertama, adalah kembali mengikuti saran feng shui untuk menaruh pepohonan besar dan rindang di depan rumah. Dengan cara ini, setidaknya kendaraan tidak akan langsung menabrak rumah, melainkan menabrak pepohonan terlebih dulu. Atau Anda juga bisa membuat kolam di depan rumah anda. Selain agar tidak menabrak bangunan rumah, setidaknya jika kendaraan masuk kolam bisa meminimalisir luka-luka.

Cara lainnya yang bisa membantu mencegah terjadinya hal ini, adalah dengan membangun taman kecil atau menaruh pot bunga berukuran besar di pertigaan depan rumah. Hal ini bisa membuat pengendara lebih awas dan waspada saat berbelok. Cara ini pun bisa mengurangi kerugian finansial karena pagar atau bangunan rumah yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan jika hal itu benar-benar terjadi.

Kelebihan dan Keuntungan Rumah Tusuk Sate

Mitos maupun fakta yang beredar mengenai rumah tusuk sate memang luar biasa. Namun, di balik itu, rumah tusuk sate ternyata juga memiliki beberapa kelebihan dan keuntungan.

Misalnya, aliran angin yang kuat berpotensi besar menyebabkan debu dan kotoran masuk ke dalam rumah, tetapi, di sisi lain, aliran angin yang kuat ini juga menyebabkan sirkulasi udara menjadi sangat lancar dan suasana rumah jadi sejuk. Keuntungannya, anda bisa menghemat penggunaan AC dan otomatis menghemat biaya.

Selain itu, rumah tusuk sate sebenarnya juga adalah lokasi yang strategis. Bagaimana tidak, bangunan rumah akan terlihat jelas dari berbagai sudut pandang. Rumah akan mendapat ‘perhatian’ lebih banyak jika dibandingkan dengan rumah di lokasi lainnya.

Letak atau posisi singgasana raja selalu persis berada tepat di tengah jalan, yang menunjukkan bahwa kedudukan raja paling tinggi dan menjadi perhatian utama di ruangan tersebut.

Sebagai perbandingan, lihatlah posisi singgasana raja di kerajaan. Letak singgasana raja selalu persis berada tepat di tengah jalan. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan raja paling tinggi dan menjadi perhatian utama di ruangan tersebut.

Karena letaknya yang strategis, rumah tusuk sate juga sangat bagus apabila anda ingin berbisnis seperti membuka warung, bengkel, restoran, atau yang lainnya.

Posisinya yang mudah terlihat, memberi anda keuntungan besar dan kemudahan dalam promosi bisnis anda. Yang harus anda lakukan hanyalah memasang berbagai elemen tambahan agar rasa penasaran orang-orang semakin bertambah.

Keuntungan lainnya adalah rumah tusuk sate biasanya memiliki harga lebih murah. Ini adalah akibat dari banyaknya mitos yang beredar mengenai keburukan bangunan rumah di lokasi ini. Sangat menguntungkan bukan?

rumah tusuk sate

Rumah tusuk sate. ~ via feng shui style

Bacaan lanjutan:

Desain Interior Rumah; Kenapa Dekorasi Menjadi Sesuatu yang Penting?

Desain Rumah Modern Minimalis; Estetika Interior Rumah Modern Masa Kini

Gak Perlu Minder, Rumah Tipe 36 Bisa Tampak Mewah dengan Desain Interior Seperti Ini

Nah, itulah sedikit bahasan mengenai rumah tusuk sate. Terlepas dari mitos yang ada, semua model rumah tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tidak terkecuali rumah tusuk sate.

Simpulannya, semua kembali kepada anda. Jika anda adalah orang yang tidak begitu memercayai mitos, tidak ada salahnya rumah tusuk sate menjadi pilihan.

Jadi, apakah menurut anda rumah tusuk sate benar-benar bisa membawa kesialan? Apakah ini mitos atau fakta?

Butuh bantuan desain dan dekorasi interior? Konsultasikan dengan desainer-desainer terbaik kami.

Tags: , , , , ,

Erica Apriliani

By Erica Apriliani

Erica was born in Bandung. She graduated from Maranatha Christian University Bandung in 2017, majoring in English Literature. She is a tea and cat person who is fond of theatre, reading, journaling, watching movies, and listening to music. She currently works as a content writer.

Artikel lainnya




Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa


 

Follow on Instagram

preloader