fbpx
Hi, Guest
Login  |  Register

5 Tips Merancang Desain Mall Pelayanan Publik di Era New Normal

Posted by Widyana Ayu Monday, May 24 2021

Desain mall tidak boleh sembarangan, terlebih di masa new normal seperti sekarang. Hal ini dikarenakan potensi kerumunan dalam ruang publik seperti mall cukup tinggi, sehingga ia perlu dirancang dengan sangat baik dan aman.

Dunia memasuki sebuah era baru sejak tahun 2020 lalu. Hal ini dikarenakan kemunculan Virus Covid-19 yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO (World Health Organization). Oleh karenanya, gaya hidup new normal terbentuk,

New normal sendiri merupakan bentuk perubahan yang dipicu oleh krisis dan adaptasi sistem baru yang bisa mencegah terjadinya kembali atau mempersiapkan diri menghadapi sebuah situasi krisis (Karim et al., 2020). Pada masa ini, protokol kesehatan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan dan diterapkan agar dapat mengurangi penyebaran virus, khususnya di berbagai ruang publik. Salah satu ruang publik yang dimaksud di sini adalah Mall Pelayanan Publik.

Apa Itu Mall Pelayanan Publik?

Mall Pelayanan Publik yang biasa disingkat MPP adalah tempat berlangsungnya kegiatan atau aktivitas penyelenggaraan pelayanan publik atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi, yang berada di dalam satu tempat atau gedung dalam rangka menyediakan pelayanan yang cepat, mudah, terjangkau, aman, dan nyaman (Ristiani, 2020).

Mall Pelayanan Publik ini merupakan area atau ruang publik, sehingga protokol kesehatan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Berikut adalah beberapa tips dalam merancang desain Mall Pelayanan Publik di masa new normal:

#1 Perhatikan Sirkulasi Udara dalam Desain Mall

Karena Mall Pelayanan Publik merupakan area yang berfungsi sebagai tempat pelayanan publik, tak heran jika banyak pengunjung datang untuk mengurus keperluan mereka di dalam gedung. Banyaknya pengunjung dan pekerja yang beraktivitas di dalam gedung membuat para desainer interior harus memperhatikan sirkulasi udara di sana. Hal ini dimaksudkan untuk membuat kualitas udara dapat terjaga.

Alternatif yang dapat para desainer interior lakukan adalah dengan menggunakan jendela yang dapat dibuka dan ditutup. Selain itu, gunakan exhaust fan untuk mengganti udara. Jangan lupa untuk melakukan pembersihan filter AC secara rutin. Gambar di bawah ini merupakan contoh sirkulasi udara yang baik:

Sirkulasi udara dapat dinyatakan baik, jika di dalam ruangan terjadi pergantian udara. Udara segar masuk lewat jendela, sedangkan udara dalam ruangan keluar melalui exhaust fan.

#1a Gunakan Exhaust Fan

Exhaust fan sendiri berfungsi untuk mengeluarkan udara dan membantu terjadinya pergantian udara di dalam ruangan. Alat elektronik ini amat berguna pada setiap ruang tertutup yang tidak punya jendela. Terdapat beberapa jenis exhaust fan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

#1b Manfaatkan AC

Selain exhaust fan, alat elektronik lain yang harus diperhatikan adalah AC. Ada dua jenis AC yang biasanya digunakan, yaitu AC inverter dan AC non-inverter. AC inverter dengan komponen inverter-nya sedang amat diminati karena dayanya yang hemat, proses pendinginan ruangan yang cepat, serta fitur tambahan yang ia miliki dibandingkan dengan AC non-inverter. Sedangkan AC non-inverter adalah AC standar yang biasanya boros listrik. Idealnya, ruangan di dalam Mall Pelayanan Publik menggunakan AC inverter. Selain hemat daya, AC inverter juga biasanya punya fitur tambahan seperti filter anti bakteri serta kuman.

Lebih lanjut tentang AC, ada sebuah komponen dalam AC yang dinamakan filter udara atau filter AC. Fungsi filter ini adalah untuk menyaring udara, sehingga udara yang ada di dalam ruangan tetap bersih dari debu dan kotoran.

Karena filter AC bertugas untuk menyaring udara dari debu dan kotoran, tak heran jika debu dan kotoran yang disaring menempel pada filter tersebut. Oleh karena itu, bagian ini perlu rutin dibersihkan. Apabila filter AC lama tidak bersihkan, kesehatan pengguna ruangan dapat terancam. Selain itu, AC pun jadi lebih cepat rusak dan biaya operasional yang dibutuhkan cukup tinggi untuk proses perbaikannya.

#2 Gunakan Signage Protokol Kesehatan di Area yang Ramai Pengunjung

Selama era new normal seperti sekarang, keberadaan signage menjadi sangat penting, khususnya di berbagai area publik seperti mall. Signage ini dapat membantu pekerja maupun pengunjung untuk dapat selalu menerapkan protokol kesehatan.

Terdapat berbagai jenis signage yang bisa kita gunakan, dimulai dari stiker, wall sign, banner, dan masih banyak lagi. Penggunaannya tergantung kebutuhan dalam mendesain. Berikut adalah contoh signage yang biasa digunakan di area atau ruang publik:

Signage ini biasanya diletakkan atau ditempel di area yang ramai pengunjung atau tempat yang rentan terjadi kerumunan. Contoh dari tempat-tempat seperti ini adalah lift, pintu masuk, tempat pelayanan, dll.

#3 Gunakan Penyekat di Setiap Area Pelayanan dalam Desain Mall

via Jiji

Banyaknya interaksi yang terjadi antara pekerja dan pengunjung di dalam mall, ada baiknya jika penyekat digunakan. Pemisah ini berguna agar jarak antara pekerja dan pengunjung dapat terjaga. Material yang bisa digunakan untuk membuat penyekat adalah akrilik atau kaca transparan, agar kehadirannya tidak membuat area terlihat sesak atau sempit.

#4 Gunakan Material yang Anti Bakteri

Sekarang sudah banyak material seperti HPL, cat, dan material lainnya yang meluncurkan produk yang bersifat anti bakteri. HPL anti bakteri merupakan HPL yang telah teruji dan disertifikasi JIS Z 2801 atau ISO 22196 (tes untuk uji aktivitas antimikroba plastik) yang dapat mengurangi atau membunuh bakteri kurang dari 24 jam.

Ada pula cat anti virus dan anti bakteri yang memiliki kandungan silver ion di dalamnya. Kandungan ini dapat membantu mengurangi virus maupun bakteri. Ia pun bisa bekerja secara efektif 6 jam setelah pengaplikasiannya. Material atau produk anti bakteri ini dapat membantu mengurangi virus maupun bakteri yang ada di dalam ruangan, agar tidak bertahan lama di atas permukaan perabot, dinding, plafon, dan lain-lain.

#5 Dalam Desain Mall, Manfaatkan Sistem Otomatis

Seperti yang kita semua tahu, teknologi di masa kini berkembang dengan amat cepat. Hal itu membuat manusia dan teknologi menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Terlebih di dalam situasi pandemi seperti sekarang, teknologi jadi semakin dibutuhkan di kehidupan sehari-hari.

Adalah sesuatu yang penting bagi para desainer interior untuk menerapkan teknologi pada rancangan yang dikerjakannya. Terlebih jika area yang dibuat desain adalah ruang publik seperti mall. Dalam membuat desain mall pelayanan publik, desainer interior dapat menggunakan teknologi sistem otomatis yang dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Contoh penerapan sistem otomatis ini dapat ditemukan pada pintu geser otomatis, di mana pintu terbuka dengan sendirinya karena punya sensor gerang. Ada pula pintu yang dapat terbuka secara otomatis karena sensor pada touchless door opener. Penerapan sistem ini membuat orang-orang tidak banyak melakukan sentuhan pada sembarang tempat.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam merancang desain Mall Pelayanan Publik di masa new normal. Hal terpenting yang mesti diterapkan di ruang publik selain desain interior yang mendukung adalah aturan 3M. Aturan inilah yang akan menjaga kita jauh dari paparan virus Covid-19.


WIDYANA AYU
Mahasiswi Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra, Surabaya.


InteriorDesign.id dibandingkan dengan desainer interior konvensional, mana yang terbaik untuk Anda?

Related Articles

Siap memulai proyek desain interior?

Memiliki rumah impian sesuai anggaran yang anda miliki? Sangat mungkin dan mudah.

2000+ desain telah diselesaikan, dapatkan lebih banyak inspirasi!

...
Hello interiordesign.id