fbpx
Hi, Guest
Login  |  Register

Ruang Natural dan Artistik dengan Dinding Ekspos: Teknik, Kelebihan dan Kekurangan

dinding ekspos semen ekspose

Dinding ekspos –semen ekspos– meski proses pemasangannya tidak mudah, menjadi salah satu cara paling praktikal mengubah setiap ruang tampil lebih estetik dan ekspresif.

Estimated reading time: 6 minutes

InteriorDesign.id – Menjadi salah satu elemen bangunan, dinding harus disertai dengan treatment khusus.

Pemilihan material dinding sendiri memiliki kekhasan dan karakternya masing-masing.

Di samping fungsi, estetika dari dinding juga menjadi hal penting. Treatment pada bagian dinding bisa menambahkan keindahan pada setiap ruangan.

Tidak hanya material dinding yang dapat menambah keindahan ruangan, teknik finishing yang diterapkan juga bisa sangat memengaruhi nuansa dan sisi artistik ruangan.

Finishing Dinding

Saat ini, teknik finishing dinding semakin beragam dengan hasil akhir yang berbeda-beda.

Dinding dapat dipasang wallpaper dengan beragam motif, atau bisa juga dinding dibiarkan unfinished yang biasa digunakan dalam gaya desain interior industrial.

Nah salah satu teknik finishing dinding yang banyak diminati adalah dinding ekspos, atau ada yang juga yang menyebutnya semen ekspos.

Model dinding ekspos populer dan biasa digunakan dalam desain bergaya indutrialis. Namun, treatment dinding ini juga sudah mulai dikombinasikan dan banyak dilakukan dalam gaya desain lain.

Dinding ekspos ini dianggap unik dan memiliki karakter. Ia membawa kesan natural pada ruangan.

Pengaplikasian dinding ekpos bisa dilakukan pada setiap ruangan, seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, atau bahkan kamar mandi.

Memberikan tampilan yang raw sekaligus unik, menjadikan teknik finishing dinding ekspos diminati karena cukup simpel.

Mengenal Dinding Ekspos

Mengutip pernyataan seorang Senior Architect Delution, dinding ekspos merupakan sebuah teknik finishing yang menggunakan semen putih atau jenis semen instan yang pada umumnya dilapisi dengan coating transparan yang bertujuan untuk tidak menutupi tekstur asli dari semen tersebut.

Intinya, sesuai namanya, dinding eskpos atau semen ekspos bertujuan untuk menunjukan atau ”mengekpos” tekstur atau tampilan asli dari semen yang digunakan.

dinding ekspos, semen ekspos
~ via archify

Teknik Dinding Ekspos

Terdapat tiga jenis atau lebih tepatnya teknik dinding ekspos yang dibedakan berdasarkan hasil akhir atau tampilannya.

Hasil akhir yang berbeda ini disebabkan oleh perbedaan dari material yang digunakan dan proses pembuatannya.

1. Teknik Acian

Tampilan yang dihasilkan dari teknik acian adalah tekstur halus dengan warna abu-abu khas semen.

Teknik acian diterapkan pada dinding yang sudah diplester dengan baik menggunakan campuran semen dan pasir.

Sebelum mengaplikasikan acian dinding plester, pastikan ini sudah kering dengan sempurna agar proses penyusutan sudah berhenti.

Biasanya, dinding plester dibiarkan selama lebih kurang 2 hingga 3 minggu agar kering merata sebelum akhirnya diaplikasikan acian. Ini untuk menghindari kerusakan pada bagian dinding.

Bahan acian bisa menggunakan campuran semen instan dengan air yang konsistensinya dibuat tidak terlalu cair ataupun kental.

Proses pengerjaan acian

Setelah dinding plesteran kering sempurna saat akan mengaplikasikan acian, dinding harus dibasahi agar permukaan plesteran tidak menyerap air dari acian yang bisa menyebabkan kekeringan sehingga daya rekat acian berkurang.

Jika lapisan acian kekurangan air, selain mengurangi daya rekat, ini juga dapat menimbulkan retak rambut yang sering menjadi permasalahan dinding acian.

Untuk menerapkan acian, roskam khusus acian digunakan untuk meratakan permukaan dinding dengan gerakan searah. Saat acian selesai diaplikasikan permukaan idnidng dihaluskan dengan mengoleskan kuas basah dan menggosoknya dengan kertas semen.

Ketebalan acian yang dapat diterapkan pada dinding biasanya 1-3mm. Jika ingin menggunakan ketebalan 3mm, pengacian lebih baik dilakukan dua kali dengan memberi jarak beberapa hari dari proses acian pertama.

2. Teknik Garuk

Yang dimaksud dengan teknik garuk adalah proses membuat pola pada dinding dengan cara “menggaruk” dinding semen dengan alat yang dapat membentuk suatu pola tertentu.

Tampilan akhir dari dinding dengan teknik garuk ini mengikuti alat yang digunakan untuk menyetak permukaan semen.

Pola yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan selera, seperti pola gerigi, persegi, atau pola meruncing.

Proses membuat dinding teknik garuk

Dinding yang telah diplester dengan keadaan setengah kering digaruk atau dicetak menggunakan alat seperti trowel bergerigi, trowel lancip, cetakan kayu bergerigi, bahkan bisa juga menggunakan lidi.

Permukaan dinding plester harus dipastikan rata dan halus agar tidak merusak pola yang diciptakan.

Untuk menciptakan dinding dengan teknik garuk diperlukan ketelitian dan ketelatenan agar pola yang dihasilkan rapi dan konsisten.

3. Teknik Kamprot

Hasil akhir yang diberikan teknik kamprot adalah dinding dengan tekstur yang cenderung kasar karena menggunakan butiran pasir.

Meski begitu, tingkat kekasaran tekstur yang dibuat bisa disesuaikan dengan memilih pasir yang digunakan. Semakin kasar partikel pasir yang digunakan, tekstur dinding akan lebih kasar.

Pun begitu juga sebaliknya. Tekstur dinding akan lebih halus jika menggunakan pasir dengan partikel yang halus.

Proses membuat dinding kamprot

Untuk membuat dinding ini bisa dilakukan dengan dua cara, manual dan menggunakan mesin khusus.

Jika dilakukan secara manual, campuran semen dan pasir diterapkan melalui saringan kawat yang berjarak 5-10cm dari dinding. Campuran semen dan pasir seperti dilempar melewati saringan kawat hingga menempel pada dinding.

Sedangkan jika menggunakan mesin, campuran semen dan pasir diterapkan pada dinding dengan bantuan alat penyemprot adukan semen yang tentunya deinding akan lebih rata dan halus.

Baca juga:

Dinding Bata: Dekorasi Rumah yang Tepat, Hemat, dan Cepat

Kelebihan dan Kekurangan Dinding Ekspos

Banyak orang menyukai teknik finishing dinding ekspos –semen eskpos– bukan tanpa alasan. Dinding semen ekspos memiliki beberapa kelebihan yang menjadi daya tarik para peminatnya.

1. Perawatan yang murah dan mudah

Dinding ekspos tidak memerlukan perawatan khusus atau low maintenance. Ini menjadikannya memiliki biaya perawatan yang murah.

2. Kokoh dan tahan terhadap gesekan

Dinding dengan finishing semen ekspos memiliki ketahanan yang baik terhadap gesekan sehingga tidak mudah berbekas.

3. Menghasilkan finishing yang lebih natural

Karena menunjukan warna dan tekstur asli dari material semen, treatment dinding ini terlihat sangat natural.

Warna abu-abu khas dari semen memberikan variasi baru pada dinding ruangan yang membuatnya terlihat tidak monoton dan terasa lebih estetik.

dinding ekspos, semen ekspos
~ via archify

Kekurangan Dinding Ekspos

Selain kelebihan, dinding ekspos atau lebih tepatnya semen ekspos, juga memiliki beberapa kekurangan. Atau lebih tepatnya kita sebut tingkat kesulitan. Kekurangan –tingkat kesulitan– ini penting untuk dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan jenis treatment dinding ini.

Pengaplikasin dinding ekspos adalah ia membutuhkan tukang yang ahli.

Membuat dinding semen eskpos memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi. Penerapannya memerlukan tukang dengan keahlian yang baik.

Ketidaksempurnaan pengaplikasin dinding semen ekpos bisa menyebabkan kerusakan dinding, seperti retak rambut. Ini tentu saja merusak tampilan, terutama estetikanya.

~ via building materials

Tips Perawatan Dinding Ekspos

Ketika sudah memutuskan untuk memilih dinding ekspos –semen ekspos– instalasi pencahayaan harus diperhatikan.

Hal itu mengingat warna abu-abu khas dari semen yang dapat membuat ruangan tampak lebih suram.

Penggunakan lampu pada beberapa titik, dan bukaan jendela yang cukup besar dapat mengurangi suasana suram yang dihasilkan dari penggunaan treatment dinding ini.

Selain itu, dinding semen eskpos akan lebih baik jika dikombinasikan penggunaan lantai dengan warna yang lebih cerah agar ruangan tidak terasa gelap.

Simpulan

Dinding ekspos, semen ekspos, menjadi salah satu treatment bagian dinding yang banyak digunakan saat sekarang, terutama di rumah-rumah modern yang membutuhkan penampilan yang unik dan estetik.

Meski dinding ekspos biasanya banyak dilakukan pada konsep interior arsitektural bergaya industrial, tetapi saat sekarang ini juga banyak digunakan pada gaya atau konsep interior lainnya.

Dan inilah yang menjadikannya sangat unik. Dinding semen ekspos, meski proses pemasangannya tidak mudah, menjadi salah satu cara paling praktikal mengubah ruang tampil lebih estetik dan ekspresif.

Ruangan dengan dinding eskpos –semen eskpos– melahirkan tampilan yang natural. Ini juga menjadik setiap ruangan terasa lebih artistik. Ruangan dengan dinding ekspos tampil tidak monoton.

InteriorDesign.id dibandingkan dengan desainer interior konvensional, mana yang terbaik untuk Anda?

Siap memulai proyek desain interior?

Mau rumah impian sesuai anggaran yang Anda miliki? Sangat mungkin & mudah!

2000+ desain telah diselesaikan, dapatkan lebih banyak inspirasi!

...
Hello interiordesign.id