fbpx
Hello, Guest

9 Inspirasi Model Atap Rumah Segitiga Klasik

Posted by Dhila F Khairunisa Saturday, January 20 2024
Atap Rumah Segitiga Klasik

Interiordesign.id – Model atap rumah segitiga klasik memiliki dua kemiringan atau sisi yang bertemu di puncak, membentuk bentuk segitiga yang memberikan rumah tampilan klasik dan simetris.

Model atap rumah segitiga klasik sering ditemukan dalam gaya arsitektur klasik, seperti gaya Yunani, Romawi, neoklasik, atau arsitektur klasik Eropa yang menciptakan kesan elegan dan timeless.

Gaya klasik sering menekankan simetri, dan atap segitiga klasik tidak terkecuali. Pemilihan simetri dalam desain atap menciptakan tampilan yang seimbang dan harmonis.

Rumah dengan atap segitiga klasik cenderung menggunakan material berkualitas tinggi seperti kayu keras, batu alam, atau material lain yang memberikan tampilan yang tahan lama dan klasik.

Atap segitiga klasik sering ditemukan pada jenis-jenis arsitektur tertentu, seperti arsitektur klasik Yunani dengan atap segitiga yang landai dan lebar atau arsitektur klasik Romawi dengan atap segitiga yang lebih curam.

Pemilihan warna untuk atap segitiga klasik cenderung lebih netral atau tradisional, seperti nuansa abu-abu, coklat, atau putih. Warna yang dipilih harus mempertahankan keanggunan dan keharmonisan dengan gaya klasik.

Atap segitiga klasik tidak hanya berfungsi sebagai elemen struktural, tetapi juga sebagai elemen estetis yang menciptakan identitas visual yang khas pada rumah dan bangunan. Desain ini sering dihargai karena kemampuannya untuk memberikan tampilan yang elegan, anggun, dan abadi.

Model atap rumah segitiga klasik bisa memberikan tampilan yang elegan, timeless dan klasik pada bangunan. Berikut beberapa model atap rumah segitiga klasik yang dapat menjadi inspirasi:

#1 Atap Segitiga Klasik dengan Tumpukan Tinggi

Model atap rumah segitiga klasik dengan tumpukan tinggi menciptakan tampilan yang megah dan ikonik dalam arsitektur klasik. Berikut adalah lima karakteristik utama dari atap segitiga klasik dengan tumpukan tinggi:

  • Kemiringan yang Tinggi: Atap segitiga klasik dengan tumpukan tinggi memiliki kemiringan yang tinggi pada sisi segitiga. Kemiringan yang curam memberikan tampilan yang dramatis dan mencolok, seringkali terkait dengan bangunan-bangunan klasik yang megah.
  • Tumpukan Tinggi di Puncak Atap: Salah satu ciri utama adalah adanya tumpukan tinggi atau elemen dekoratif di puncak atap segitiga. Tumpukan ini dapat berupa ornamen, patung, atau struktur dekoratif lainnya yang memberikan sentuhan keanggunan dan keunikan.
  • Material Berkualitas Tinggi: Atap segitiga klasik dengan tumpukan tinggi sering menggunakan material berkualitas tinggi, seperti kayu keras, slate, atau logam yang dipoles. Material ini tidak hanya memberikan tampilan yang eksklusif tetapi juga daya tahan terhadap cuaca dan waktu.
  • Ornamen dan Detail Klasik: Desain ini cenderung memasukkan ornamen dan detail klasik pada atap, terutama di sekitar tumpukan tinggi. Ornamen ini bisa mencakup ukiran, pahatan, atau hiasan klasik lainnya yang menambah keanggunan dan keindahan visual.
  • Sentuhan Arsitektur Klasik Eropa: Atap segitiga klasik dengan tumpukan tinggi sering terkait dengan arsitektur klasik Eropa, seperti gaya Barok, Rococo, atau Renaisans. Gaya ini menciptakan rumah atau bangunan dengan aura aristokratik dan tradisional.

Desain atap segitiga klasik dengan tumpukan tinggi sering digunakan pada bangunan-bangunan bersejarah, istana, gereja, atau vila-vila bergaya klasik. Gaya arsitektur ini memancarkan kemegahan dan keanggunan, menciptakan tampilan yang bersifat ikonik dan timeless. Jika Anda tertarik untuk mengadopsi desain atap ini, penting untuk bekerja sama dengan arsitek atau desainer yang berpengalaman untuk memastikan keselarasan dengan struktur bangunan dan kebutuhan estetika Anda.

#2 Atap Segitiga dengan Kolom dan Patung

Model atap rumah segitiga klasik dengan kolom dan patung sering kali merupakan bagian integral dari arsitektur klasik yang menciptakan tampilan megah dan anggun. Berikut adalah lima karakteristik umum dari atap segitiga dengan kolom dan patung:

  • Atap Segitiga yang Tinggi dan Curam: Atap segitiga pada desain ini sering memiliki kemiringan yang tinggi dan curam, memberikan kesan monumental dan menonjolkan kemegahan bangunan.
  • Kolom-Kolom Klasik: Desain ini mencakup penggunaan kolom-kolom klasik, seperti kolom Dorik, Ionik, atau Korintus. Kolom-kolom ini sering ditempatkan di bagian depan bangunan untuk memberikan elemen struktural dan dekoratif yang menonjol.
  • Patung-Patung dan Hiasan Klasik: Patung-patung dan hiasan klasik seperti patung dewa, patung manusia, atau hiasan-hiasan florist dapat ditempatkan di sekitar atap atau di antara kolom-kolom. Ini memberikan unsur seni dan keindahan pada desain arsitektur.
  • Simetri yang Ketat: Desain atap segitiga dengan kolom dan patung sering menekankan simetri yang ketat. Elemen-elemen arsitektur, seperti kolom dan patung, ditempatkan secara simetris di sepanjang atap dan dinding bangunan, menciptakan tampilan yang seimbang dan estetis.
  • Pintu Gerbang atau Portico yang Besar: Bangunan dengan atap segitiga, kolom, dan patung sering dilengkapi dengan pintu gerbang atau portico yang besar. Pintu gerbang ini dapat memiliki struktur lengkung atau dapat bersifat monumental dengan hiasan-hiasan klasik yang mencolok.

Contoh arsitektur yang mencakup karakteristik-karakteristik tersebut adalah bangunan-bangunan neoklasik atau bangunan dengan pengaruh arsitektur klasik Romawi. Misalnya, istana, monumen publik, atau bangunan pemerintahan yang menonjol sering menggunakan desain ini untuk menciptakan kesan kemegahan dan keindahan yang terlihat dari kejauhan.

Desain ini sering ditemukan pada bangunan-bangunan yang ingin mengekspresikan kekuatan, kehormatan, dan status. Meskipun umumnya ditemukan pada struktur-struktur historis, beberapa desainer modern juga mengadopsi elemen-elemen ini dalam desain bangunan untuk memberikan sentuhan klasik dan prestisius.

#3 Atap Segitiga dengan Mansard

Model atap rumah segitiga klasik dengan mansard adalah desain atap yang umumnya memiliki dua kemiringan, dengan bagian bawahnya datar atau hampir datar. Karakteristik utama dari atap segitiga dengan mansard termasuk:

  • Dua Kemiringan yang Berbeda: Desain atap segitiga dengan mansard memiliki dua kemiringan yang berbeda. Bagian bawah atap ini biasanya lebih curam daripada bagian atasnya. Bagian atas cenderung memanjang dengan kemiringan yang lebih landai.
  • Bagian Bawah Datar atau Hampir Datar: Ciri khas dari mansard adalah bagian bawah atap yang datar atau hampir datar. Ini menciptakan ruang yang lebih luas di dalam bangunan dan memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang tersebut.
  • Jendela Mansard: Desain atap ini sering melibatkan jendela mansard pada bagian datar atau hampir datar. Jendela ini memberikan pencahayaan alami dan menciptakan kesan ruang tambahan di dalam bangunan.
  • Ruangan Tambah di Bawah Atap: Salah satu karakteristik utama mansard adalah kemampuannya untuk memberikan ruang tambahan di bawah atap. Bagian bawah atap yang datar atau hampir datar ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang tambahan, seperti kamar tidur atau ruang kerja.
  • Estetika Klasik dan Megah: Atap segitiga dengan mansard sering dikaitkan dengan estetika klasik dan megah. Desain ini sering ditemukan pada bangunan-bangunan bersejarah dan klasik yang menciptakan tampilan yang elegan dan anggun.

Desain atap segitiga dengan mansard memberikan tampilan yang berbeda dari atap tradisional dan dapat memberikan kesan megah pada bangunan. Kelebihan utama dari mansard adalah kemampuannya untuk memaksimalkan ruang yang dapat digunakan di dalam bangunan dan memberikan dimensi tambahan pada eksterior rumah.

#4 Atap Segitiga dengan Ornamen Klasik

Atap segitiga dengan ornamen klasik memiliki karakteristik khusus yang menonjolkan elemen-elemen estetis tradisional. Berikut adalah lima karakteristik utama dari atap segitiga dengan ornamen klasik:

  • Ukiran dan Hiasan Detail: Salah satu karakteristik utama atap segitiga dengan ornamen klasik adalah adanya ukiran dan hiasan detail yang rumit. Ini bisa berupa ukiran kayu, hiasan batu, atau elemen dekoratif lainnya yang ditempatkan di sekitar tepi atap atau di bagian-bagian tertentu dari struktur atap.
  • Pilar dan Kolom Klasik: Pilar dan kolom klasik sering digunakan untuk mendukung struktur atap segitiga. Kolom-kolom ini dapat memiliki ornamen klasik seperti kapitil dengan ukiran atau pahatan yang indah. Pemilihan pilar dan kolom yang sesuai dapat memberikan kesan kemegahan dan keanggunan.
  • Simetri dan Keseimbangan: Desain atap segitiga dengan ornamen klasik cenderung menekankan prinsip simetri dan keseimbangan. Elemen-elemen ornamen biasanya ditempatkan secara simetris di kedua sisi atap, menciptakan tampilan yang harmonis dan teratur.
  • Tinggi dan Curvilinear: Ornamen klasik pada atap segitiga seringkali memiliki elemen yang tinggi dan curvilinear. Misalnya, puncak atap segitiga dapat dihiasi dengan ornamen seperti kubah atau puncak landasan bertingkat yang memberikan dimensi vertikal dan elegan.
  • Motif Geometris dan Floral: Motif geometris dan floral sering ditemukan dalam ornamen klasik pada atap segitiga. Motif ini mencakup elemen-elemen seperti daun, bunga, guci, atau pola geometris yang rumit. Ornamen-ornamen ini memberikan sentuhan artistik dan keindahan visual.

Penting untuk dicatat bahwa karakteristik-karakteristik ini dapat bervariasi tergantung pada gaya klasik tertentu yang diadopsi. Beberapa gaya arsitektur klasik yang menggunakan atap segitiga dengan ornamen klasik melibatkan arsitektur Romawi, Yunani, Barok, Rococo, atau gaya neoklasik. Pemilihan ornamen dan elemen klasik ini sebaiknya sejalan dengan gaya arsitektur umum bangunan dan menciptakan harmoni dalam desain keseluruhan.

Desain atap segitiga dengan ornamen klasik sering diaplikasikan pada bangunan-bangunan bergaya istana, villa, gereja, atau bangunan dengan tampilan yang mewah dan bersejarah. Berkolaborasi dengan seorang arsitek atau desainer interior yang memahami estetika klasik dapat membantu menciptakan atap yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan desain Anda.

#5 Atap Segitiga dengan Teras

Model atap rumah segitiga klasik dengan teras adalah desain yang menarik dan fungsional, memberikan ruang terbuka tambahan untuk bersantai dan menikmati pemandangan sekitar. Berikut adalah 5 karakteristik yang umumnya dimiliki oleh atap segitiga dengan teras:

  • Desain Simetris: Atap segitiga dengan teras sering dirancang secara simetris untuk memberikan tampilan yang seimbang dan estetis. Simetri dapat terlihat pada penempatan jendela, pintu, dan elemen dekoratif lainnya.
  • Penggunaan Teras sebagai Ruang Outdoor: Teras pada atap segitiga dapat dijadikan sebagai ruang outdoor yang nyaman. Fungsinya bisa bervariasi, mulai dari tempat bersantai, ruang makan outdoor, hingga tempat untuk menikmati pemandangan sekitar.
  • Penambahan Pagar atau Gelanggang: Untuk memberikan keselamatan dan estetika tambahan, seringkali teras pada atap segitiga dilengkapi dengan pagar, gelanggang, atau railings. Pilihan material dan desain pagar dapat disesuaikan dengan gaya arsitektur dan preferensi pemilik rumah.
  • Akses yang Nyaman: Desain atap segitiga dengan teras harus memperhatikan akses yang nyaman menuju teras. Ini bisa melibatkan tangga yang dirancang dengan baik, pintu keluar, atau akses lain yang memudahkan penghuni untuk menikmati teras tanpa kesulitan.
  • Pencahayaan yang Optimal: Pencahayaan adalah aspek penting dalam desain atap segitiga dengan teras. Mempertimbangkan penempatan jendela atau pilihan pencahayaan buatan akan menciptakan suasana yang nyaman pada teras, baik pada siang hari maupun malam hari.

Teras pada atap segitiga bisa menjadi tempat yang sangat menarik dan multifungsi. Desainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah, menciptakan ruang outdoor yang memikat dan dapat digunakan sepanjang tahun. Jika memungkinkan, konsultasikan dengan seorang arsitek atau desainer untuk mendapatkan desain teras yang sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda.

#6 Atap Segitiga dengan Detail Arsitektur Klasik

Atap segitiga dengan detail arsitektur klasik memiliki karakteristik yang khas yang mencerminkan keanggunan dan keindahan dalam desain. Berikut adalah lima karakteristik utama yang sering dijumpai pada atap segitiga dengan detail arsitektur klasik:

  • Ornamen dan Hiasan Klasik: Atap segitiga klasik sering didekorasi dengan berbagai ornamen dan hiasan klasik. Ini termasuk ukiran tangan, pahatan, atau elemen dekoratif seperti kincir angin, tanduk binatang, atau corbel. Ornamen ini menambahkan sentuhan artistik dan elegan pada atap.
  • Simetri yang Ketat: Gaya arsitektur klasik sangat menekankan simetri, dan atap segitiga tidak terkecuali. Jendela, pahatan, dan elemen-elemen arsitektur lainnya sering ditempatkan secara simetris di sekitar atap untuk menciptakan keseimbangan visual yang harmonis.
  • Kolom dan Pilar Klasik: Detail arsitektur klasik sering melibatkan penggunaan kolom dan pilar klasik. Kolom Doric, Ionic, atau Corinthian adalah pilihan umum yang digunakan untuk mendukung struktur bangunan dan menambahkan elemen arsitektur yang kokoh dan megah.
  • Material Berkualitas Tinggi: Atap segitiga klasik umumnya menggunakan material berkualitas tinggi seperti kayu keras, batu alam, atau slate untuk memberikan tampilan yang tahan lama dan berkelas. Material ini sering dicatat karena daya tahan dan kemampuannya untuk mempertahankan keindahan seiring waktu.
  • Jendela dengan Bingkai Klasik: Jendela yang terdapat di sekitar atap segitiga sering dilengkapi dengan bingkai klasik. Bingkai klasik ini dapat mencakup detail ukiran atau ornamen yang memberikan sentuhan artistik pada jendela, dan bahkan diintegrasikan dengan desain keseluruhan atap.
  • Detail Konstruktif yang Rumit: Atap segitiga klasik dapat memiliki detail konstruktif yang rumit, seperti sambungan pahatan atau elemen-elemen dekoratif di sekitar puncak atap. Detil ini menunjukkan perhatian pada kerajinan tangan dan menambah kompleksitas visual pada atap.

Desain atap segitiga dengan detail arsitektur klasik sering ditemukan pada berbagai gaya arsitektur klasik, seperti arsitektur Romawi, Yunani, Renaisans, atau Barok. Penerapan karakteristik ini dapat memberikan tampilan yang timeless dan menghormati tradisi arsitektur klasik, menciptakan rumah yang elegan dan berkelas. Jika Anda tertarik dengan gaya arsitektur klasik, sebaiknya bekerja sama dengan seorang arsitek atau desainer yang memiliki pengalaman dalam merancang rumah dengan detail arsitektur klasik.

#7 Atap Segitiga dengan Material Tradisional

Model atap rumah segitiga klasik dengan material tradisional menciptakan kombinasi yang indah antara desain klasik dan bahan-bahan yang telah terbukti kehandalannya. Berikut adalah lima karakteristik atap segitiga dengan material tradisional:

  • Bahan Alami seperti Kayu atau Bambu: Penggunaan bahan alami seperti kayu atau bambu pada struktur atap segitiga menciptakan tampilan yang hangat dan organik. Kayu sering digunakan untuk bingkai atap, struktur, dan elemen dekoratif, sementara bambu dapat digunakan sebagai penutup atap.
  • Batuan atau Batu Alam: Penambahan batuan atau batu alam pada atap segitiga memberikan kesan tahan lama dan kokoh. Batu alam dapat digunakan sebagai pelapis atap atau sebagai elemen dekoratif pada struktur bangunan.
  • Material Tanah Liat atau Genteng Tanah Liat: Genteng tanah liat adalah bahan tradisional yang sering digunakan pada atap segitiga. Genteng ini dapat memberikan sentuhan rustik dan memberikan perlindungan yang baik dari cuaca.
  • Pewarnaan Alami atau Finishing Tradisional: Material tradisional pada atap segitiga sering dibiarkan dalam bentuknya yang alami atau diberi finishing yang sesuai dengan karakteristik tradisional. Pewarnaan alami kayu, warna tanah liat, atau pewarnaan batu alam dapat memberikan tampilan yang klasik dan selaras dengan lingkungan sekitar.
  • Tekstur dan Detail Kerajinan Tangan: Pemberian tekstur dan detail kerajinan tangan pada material tradisional dapat meningkatkan keindahan atap segitiga. Ukiran kayu, hiasan batu, atau anyaman bambu adalah contoh dari detail-detail kerajinan tangan yang dapat memberikan karakteristik unik pada atap.

Keunggulan dari penggunaan material tradisional pada atap segitiga mencakup keindahan alami, daya tahan, dan keterkaitan dengan warisan budaya. Namun, penting untuk mempertimbangkan perawatan yang diperlukan untuk menjaga material tersebut agar tetap kuat dan berfungsi dengan baik seiring waktu.

Sebelum memilih material tradisional untuk atap segitiga, pertimbangkan juga iklim dan kondisi lingkungan setempat, serta pastikan bahwa material tersebut memenuhi standar keamanan dan keberlanjutan. Dengan memahami karakteristik ini, Anda dapat menciptakan atap segitiga yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lama.

#8 Atap Segitiga dengan Gaya Eropa

Atap segitiga dengan gaya Eropa sering kali mencerminkan elemen-elemen arsitektur yang khas dari berbagai periode dan daerah di Eropa. Berikut adalah beberapa karakteristik umum dari atap segitiga dengan gaya Eropa:

  • Kemiringan Atap yang Curam: Atap segitiga dengan gaya Eropa cenderung memiliki kemiringan yang curam, terutama pada gaya arsitektur klasik Eropa seperti gaya Perancis, Spanyol, atau Italia. Kemiringan atap yang tinggi dapat memberikan tampilan yang kokoh dan megah.
  • Mansard atau Atap Ganda: Gaya Eropa khususnya dikenal dengan penggunaan atap mansard atau atap ganda. Atap mansard memiliki dua kemiringan dengan bagian bawahnya yang datar, menciptakan ruang tambahan di dalam bangunan. Ini adalah ciri khas desain arsitektur Perancis.
  • Detail Ornamen dan Hiasan: Atap segitiga dengan gaya Eropa sering dihiasi dengan detail ornamen dan hiasan yang kaya, seperti kuda-kuda yang diukir, puncak atap yang berornamen, atau elemen dekoratif lainnya. Ini memberikan tampilan yang anggun dan klasik.
  • Penggunaan Material Berkualitas Tinggi: Bangunan dengan atap segitiga gaya Eropa umumnya menggunakan material berkualitas tinggi seperti slate, batu alam, atau logam. Penggunaan material yang tahan lama dan berkualitas tinggi adalah ciri khas gaya Eropa yang mencerminkan keanggunan dan ketahanan.
  • Jendela Besar dan Simetris: Gaya Eropa sering menekankan simetri, dan atap segitiga tidak terkecuali. Pada atap segitiga dengan gaya Eropa, jendela besar dan simetris sering ditempatkan secara hati-hati untuk menciptakan tampilan yang seimbang dan harmonis.

Ini adalah beberapa karakteristik umum dari atap segitiga dengan gaya Eropa. Namun, penting untuk diingat bahwa gaya Eropa dapat sangat bervariasi tergantung pada periode dan negara spesifik. Sebagai contoh, atap segitiga gaya Tudor di Inggris mungkin memiliki karakteristik yang berbeda dengan atap segitiga gaya Toscana di Italia. Jadi, ketika merencanakan desain atap segitiga dengan gaya Eropa, mempertimbangkan karakteristik arsitektur spesifik dari daerah atau periode tertentu yang ingin Anda tiru.

#9 Atap Segitiga dengan Gaya Tudor

Model atap rumah segitiga klasik dengan gaya Tudor adalah salah satu karakteristik arsitektur yang khas pada bangunan-bangunan dengan pengaruh atau inspirasi dari periode Tudor di Inggris (sekitar tahun 1485-1603). Berikut adalah lima karakteristik utama dari atap segitiga dengan gaya Tudor:

  • Atap Segitiga yang Curam: Salah satu ciri khas atap segitiga dalam gaya Tudor adalah kemiringan yang curam. Atap segitiga yang curam memberikan tampilan dramatis dan karakteristik pada bangunan Tudor.
  • Detail Kayu Bertingkat (Half-Timbering): Gaya Tudor sering melibatkan teknik konstruksi kayu bertingkat yang disebut “half-timbering.” Ini melibatkan penggunaan balok kayu yang terlihat di luar dinding batu atau plester, membentuk pola segitiga atau persegi panjang di fasad bangunan.
  • Penggunaan Batu Alam: Bangunan dengan gaya Tudor sering menggunakan batu alam sebagai bahan utama untuk dinding luar. Penggunaan batu alam memberikan kesan kokoh dan tradisional pada bangunan tersebut.
  • Jendela-Jendela Bergaya Geometris: Jendela-jendela pada bangunan Tudor biasanya memiliki bentuk yang khas, seperti jendela dengan bingkai kayu yang bersilangan membentuk garis-garis geometris, seperti persegi panjang atau bentuk segitiga. Kadang-kadang, jendela dapat dilengkapi dengan kaca berbentuk diamond (berlian).
  • Elemen Dekoratif dan Hiasan Klasik: Gaya Tudor ditandai dengan penggunaan elemen dekoratif yang kaya, termasuk patung-patung kecil, hiasan-hiasan klasik, dan ornamen-ornamen yang menambahkan detail artistik pada bangunan. Ini bisa termasuk elemen seperti pilar-pilar klasik, ukiran tangan, atau hiasan-hiasan di dinding.

Gaya Tudor sering kali menciptakan tampilan yang unik dan menarik dengan mengkombinasikan elemen-elemen tradisional Inggris dengan sentuhan arsitektur yang khas. Atap segitiga yang curam, kayu bertingkat, batu alam, jendela geometris, dan elemen dekoratif klasik menjadi karakteristik utama yang membedakan gaya Tudor dari gaya arsitektur lainnya. Keterlibatan seorang arsitek atau desainer yang berpengalaman dapat membantu mengimplementasikan karakteristik ini dengan baik dalam desain atau renovasi bangunan dengan gaya Tudor.

Penutup

Dalam artikel diatas telah dibahas tentang berbagai model atap rumah segitiga klasik yang bisa dijadikan inspirasi untuk tempat tinggal kesayangan Anda.

Atap rumah segitiga klasik memiliki dua kemiringan atau sisi yang bertemu di puncak, membentuk bentuk segitiga yang memberikan rumah tampilan klasik dan simetris.

Atap rumah segitiga klasik bisa memberikan tampilan yang elegan, timeless dan klasik pada bangunan.

Penting untuk mengkombinasikan elemen-elemen ini dengan konteks arsitektur bangunan dan gaya yang diinginkan. 

Konsultasikan dengan seorang arsitek atau desainer interior untuk menghasilkan desain atap segitiga klasik yang sesuai dengan visi dan keinginan estetis Anda.

InteriorDesign.id dibandingkan dengan desainer interior konvensional, mana yang terbaik untuk Anda?

Saatnya Mendesain Ulang Rumah Anda

Mau dekorasi, atau renovasi rumah?

Interiordesign.id adalah perusahaan desain interior online terkemuka yang dipercaya oleh ribuan pemilik rumah untuk menjadikan hunian mereka lebih baik. Desainer-desainer kami spesialis dalam berbagai gaya desain. Anda akan bekerja secara langsung bersama mereka saat proses desain. Online, terjangkau, dan profesional.

Ketika desain selesai, kami juga menangani proses renovasi. Tim renovasi dan produksi internal kami, dengan manajemen proyek berpengalaman, akan memastikan proyek renovasi ditangani secara profesional. Jangan khawatir, untuk pembiayaan, kami tidak mahal.

Info lebih lanjut, kontak CS

Artikel Terkait

Berapa estimasi biaya renovasi Anda?

Memiliki rumah impian sesuai anggaran yang anda miliki? Sangat mungkin dan mudah.

4000+ desain telah diselesaikan, dapatkan lebih banyak inspirasi!

...
Ketahui anggaran biaya renovasi rumah Anda sejak awal!
Estimasikan biaya interior rumah Anda dengan menjawab beberapa pertanyaan sederhana.
Estimasikan sekarang!
Ketahui anggaran biaya renovasi rumah Anda sejak awal!
Ketahui anggaran biaya renovasi rumah Anda sejak awal!
Estimasikan sekarang!
Let's share!
Hello interiordesign.id