Minimalis vs. Maksimalis: Antara Kesederhanaan dan Sentimen

Posted by Nita Nurul  •  Thursday, December 20 2018

Interiordesign.id – Di zaman sekarang ini, kita memiliki lebih banyak kebebasan untuk berekspresi, baik dari cara berpakaian, cara bersikap, dan pilihan-pilihan yang kita buat, termasuk desain rumah. Desain rumah adalah hal yang personal karena rumah akan menjadi tempat Anda beristirahat, tempat tujuan orang terkasih dan anak-anak Anda, serta tempat membuat memori yang tidak terlupakan.

Untuk memiliki rumah yang ideal, kita harus mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu. Bagaimana Anda menghias dan mengatur rumah merupakan salah satu cara untuk menunjukkan kepribadian Anda. Meskipun terlihat bagus, memiliki rumah yang terlihat persis seperti di majalah memang tidak realistis; rumah tidak akan terasa fungsional dan praktis.

Dengan memahami selera diri sendiri terlebih dahulu dan menghubungkannya dengan kepribadian serta cara Anda menemukan kenyamanan di dalam rumah, Anda bisa menciptakan lingkungan yang damai. Selain itu, dengan memahami diri sendiri, Anda bisa memahami kebutuhan orang lain dan menemukan keseimbangan di dalamnya. Jadi, baik tinggal sendiri, dengan pasangan, anak-anak, atau keluarga besar, faktor tersebut akan memengaruhi desain interior dan eksterior rumah Anda.

Nah, jika Anda melihat diri sendiri, apakah Anda adalah seorang minimalis atau maksimalis? Atau Anda masih belum yakin konsep desain seperti apa yang cocok untuk Anda? Jangan khawatir. Bacalah terus artikel ini untuk menyelami perbedaan antara konsep minimalis dan maksimalis.

Desain Interior Rumah; Kenapa Dekorasi Menjadi Sesuatu yang Penting?

Minimalis: Mengutamakan kesederhanaan dan fungsionalitas sebagai kunci hunian yang nyaman

Jika Anda adalah seorang minimalis, hal utama yang Anda perhatikan adalah fungsionalitas. Desain interior minimalis mengedepankan furnitur dan dekorasi yang esensial dalam sebuah ruangan. Jika di ruang keluarga yang Anda butuhkan hanyalah TV, rak, meja, dan sofa, benda-benda itulah yang akan memberikan nyawa pada ruangan tersebut. Anda tidak tertarik untuk menghias ruangan dengan dekorasi-dekorasi lain dan membuat ruangan terasa penuh. Yang Anda incar adalah perasaan leluasa dan pencahayaan yang baik.

Menurut Joshua Becker dari becomingminimalist.com, ada hubungan antara minimalisme dan intensi seseorang.

Konsep minimalis ditandai dengan kejelasan, tujuan, dan intensi. Pada intinya, konsep minimalis menonjolkan intensi benda-benda yang paling kita hargai, dan mengeliminasi hal-hal yang menghalangi kita. Minimalisme adalah konsep kehidupan yang mengedepankan intensi.

Rumah minimalis biasanya didominasi oleh warna-warna terang dengan kombinasi warna antara 2-3 warna saja. Dinding ruangan minimalis biasanya dibiarkan polos tanpa banyak hiasan; mungkin hanya ada satu atau dua foto yang tergantung.

Sofa yang digunakan biasanya bukan sofa dengan desain yang rumit. Anda lebih menyukai sofa yang nyaman dan luas untuk menonton TV atau berkumpul dengan keluarga. Anda tidak begitu tertarik untuk menunjukkan koleksi Anda atau suvenir dari negara-negara yang Anda kunjungi. Anda lebih ingin menunjukkan kekuatan desain dari furnitur esensial yang Anda miliki.

Pilihan Furnitur Minimalis untuk Rumah Minimalis

Kamar tidur yang Anda sukai adalah kamar tidur yang sederhana dengan tempat tidur yang terkesan polos dan tidak neko-neko. Lantai pun bisa dilapisi karpet atau dibiarkan polos. Pakaian, buku, perhiasan, sepatu, selimut, dan benda-benda lainnya disimpan di rak tertutup atau di kotak penyimpanan. Skema warna yang Anda sukai adalah warna-warna pucat dengan elemen-elemen natural seperti penggunaan kayu dan adanya tanaman indoor.

Desain Kamar Tidur, Cerminan Paling Personal dari Pemiliknya, Benarkah?

Interior rumah dengan konsep minimalis, apa keuntungannya?

Gaya minimalis artinya less is more“. Ada sesuatu yang menyegarkan saat melihat ruang yang sederhana namun tetap cantik. Ruang gerak yang leluasa seperti bisa membebaskan pikiran Anda dan membuat Anda merasa lebih tenang. Mata Anda bisa beristirahat sejenak karena tidak perlu menangkap terlalu banyak objek di dalam ruangan. Di dalam ruangan minimalis, Anda bisa lebih memerhatikan suatu objek tertentu; bentuk, garis, tekstur, dan warna objek tersebut akan lebih mudah terserap dan dengan penataan yang tepat, berada di ruangan tersebut akan terasa seperti dibuai oleh puisi.

Kesederhanaan yang difokuskan oleh gaya desain minimalis membuat kita merasa tenang, damai, dan bisa berfokus pada hal-hal yang penting. Meskipun desain interior minimalis lebih berfokus pada warna-warna netral dan fungsionalitas sebuah benda, bukan berarti gaya ini harus terkesan ‘dingin’. Anda masih bisa menambahkan warna tanpa kehilangan konsep minimalis.

Maksimalis: Menjaga nilai sentimental dan menunjukkan kepribadian yang berani

Meskipun desain interior maksimalis merupakan kebalikan dari minimalis, bukan berarti rumah Anda terlihat berantakan. Memilih gaya maksimalis bukan berarti alasan bagi Anda untuk tidak memilih dan memilah dekorasi di dalam rumah. Desain maksimalis mengedepankan warna-warna berani, berbagai pola, dan kreatifitas. Detail-detailnya akan mengisi ruangan dengan hal-hal yang Anda minati dan banggakan. Jadi, rumah maksimalis akan terisi penuh dengan kehidupan dan sejarah Anda; semua hal yang ada di dalam rumah akan memberikan cerita yang berbeda.

Sama seperti desain minimalis, kenyamanan juga menjadi kunci utama dalam gaya maksimalis. Objek-objek di dalam rumah akan menyorot kemudahan dan kepraktisan gaya ini. Selain itu, dengan desain maksimalis, Anda bisa benar-benar mencurahkan kepribadian Anda karena gaya ini cenderung lebih dinamis dan fleksibel.

3 Alasan Kenapa Harus Segera Tinggalkan Minimalis dan Beralih ke Desain Interior Maksimalis

Jika Anda seorang maksimalis, rumah Anda akan dipenuhi dengan warna-warna cerah dan pola-pola yang berani. Anda pun akan memilih banyak sofa dan karpet dengan desain yang berbeda. Setiap meja akan dipenuhi dengan koleksi-koleksi berharga atau dekorasi unik. Penggunaan hidden storage bukanlah gaya Anda karena Anda ingin menghias setiap sudut dan permukaan rumah dengan benda-benda sentimental.

Yang perlu Anda ingat adalah: desain maksimalis tidak memiliki aturan. Anggap saja rumah Anda akan tampak kacau tapi teratur dalam waktu yang bersamaan. Warna dan pola akan saling bertabrakan, namun tetap ada kohesi yang tercipta. Menurut Kelly Wearstler yang dikutip oleh Decorating Den Interiors, gaya maksimalis adalah kesempatan Anda untuk mendesain rumah tanpa batasan.

Ada kebahagiaan ketika kita mendesain ruangan tanpa batasan apa pun, bahkan ‘berlebihan’ sangat disarankan pada gaya ini dan dua objek yang sangat kontras dipasangkan dalam satu ruangan memberikan harmoni yang indah dan tidak terduga.

Interior Rumah Maksimalis, Tren Desain Interior Tahun 2018 yang Terlihat Sangat Bertenaga

Interior rumah dengan konsep maksimalis, apa keuntungannya?

Konsep desain maksimalis adalah “more is more“. Di dalam ruangan yang penuh dengan benda-benda yang Anda cintai, Anda seperti dipeluk oleh kenangan. Anda tidak perlu memilih satu benda saja. Anda bisa memasang karpet putih dengan karpet bermotif secara bersamaan. Anda memiliki banyak pajangan karya seni, foto-foto berharga, atau suvenir saat berlibur ke luar negeri? Bagus! Pajang saja semuanya seperti ‘galeri kecil’ di rumah Anda.

Dengan mengedepankan nilai sentimental sebuah benda, rumah akan terasa lebih hangat dan Anda akan merasa lebih bahagia dan nyaman. Semua benda di dalam rumah akan mengingatkan Anda terhadap memori dan pengalaman indah selama hidup Anda sehingga Anda akan merasa dicintai dan bersyukur. Akan tetapi, jangan terbuai untuk terus menambahkan benda-benda di dalam rumah. Pikirkan baik-baik apakah benda tersebut memiliki nilai sentimental tertentu atau tidak. Konsep “more is more” bukan berarti menurunkan standar Anda untuk memilih sesuatu yang berkualitas.

Jadi, apakah Anda seorang minimalis atau maksimalis atau bahkan keduanya?

Butuh bantuan desain dan dekorasi interior? Bekerja dan berkomunikasi langsung dengan desainer-desainer terbaik?

Tags: , , , , , ,

Nita Ramadhita

By Nita Nurul

Graduated from Universitas Pendidikan Indonesia majoring English Literature, Nita aspires to be a language enthusiast who has a passion for collecting good books and being a wordsmith.

Artikel lainnya




Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa


 

Follow on Instagram

preloader