Minimalist Scandinavian – Ungkapan bahwa cinta pertama setiap anak perempuan adalah ayahnya bukanlah sesuatu yang berlebihan atau klise bagi saya. Sebagai seseorang yang telah berkeluarga dan dikaruniai dua orang putri, saya paham bahwa kedua putri saya adalah segalanya bagi saya. Oleh karenanya, sebagai pria pertama dalam hidup putri-putri saya sebelum akhirnya mereka membuat keputusan sendiri setelah dewasa, saya sebisa mungkin menjadi sosok yang tidak mengecewakan bagi mereka.
![interior minimalis scandinavian](https://interiordesign.id/wp-content/uploads/2021/03/4-17-1024x576.jpg)
Saya yang telah dianugerahi rasanya jadi orang tua, memahami bahwa sejatinya setiap ayah menginginkan segala yang terbaik bagi putrinya. Seterbatas apapun segala sesuatu yang saya punya, jika berkaitan dengan “memberi sesuatu” pada kedua putri saya, bahkan dunia dan seisinya akan saya serahkan. Terdengar berlebihan, tetapi itulah kenyataan dan rasanya jadi orang tua.
Hal serupa sepertinya dirasakan oleh salah satu klien saya, Bapak Yudianto, seorang ayah asal Gunung Putri, Bogor. Saya dipercaya untuk mempersiapkan sesuatu yang ingin Bapak Yudianto berikan pada putrinya yang berusia 10 tahun. Sesuatu yang mungkin setiap anak perempuan dambakan, sebagai langkah pertama yang mereka tempuh untuk bisa jadi pribadi yang mandiri.
Kamar Anak Bergaya Minimalist Scandinavian
![desain interior minimalis scandinavian](https://interiordesign.id/wp-content/uploads/2021/03/5-14-1024x576.jpg)
Bapak Yudianto adalah sosok seorang klien yang terbuka dan dapat menerima setiap masukan yang saya berikan pada beliau. Keterbukaannya membuat alur komunikasi antara saya dan beliau berjalan lancar.
Kepada saya, beliau menyampaikan bahwa ia ingin mengubah fungsi area jemuran yang ada di lantai 2 rumahnya. Ia ingin menjadikan area tersebut sebuah kamar tidur yang nyaman untuk putrinya. Selain itu, ia pun menginginkan akses tambahan di dalam rumahnya untuk bisa ke lantai 2.
Permintaan Pak Yudianto ini cukup istimewa bagi saya. Mengapa? Karena ia begitu ingin memaksimalkan ruang terbatas yang semula adalah area jemuran, menjadi ruang pribadi bagi putrinya. Benar-benar sejalan dengan keyakinan saya bahwa setiap orang tua, seterbatas apapun segala sesuatu yang ia punya, tetap ingin memberikan seisi dunia pada anaknya.
![inspirasi interior minimalist scandinavian](https://interiordesign.id/wp-content/uploads/2021/03/6-13-1024x576.jpg)
Saya pun mewujudkan keinginan Pak Yudianto dengan menyimpulkan bahwa gagasan desain minimalist scandinavian adalah yang paling cocok. Keterbatasan ruang yang ada di dalam kamar, membuat furniture dengan jenis compact harus dilibatkan. Selain itu, agar ruangan tidak terkesan sempit, warna yang digunakan pun tidak perlu terlalu banyak. Hal ini membuat kamar putri Pak Yudianto tetap terasa nyaman meski punya area yang tidak terlalu besar.
Akhirnya, jadilah sebuah ruang beristirahat nyaman bergaya minimalist scandinavian. Kamar ini tentu akan jadi langkah pertama bagi perkembangan putri Pak Yudianto menjadi pribadi yang lebih mandiri. Selain itu, kehadiran ruang ini pun merupakan salah satu bentuk nyata kasih sayang Pak Yudianto pada sang putri.
Detail Klien
Klien: Yudianto Soepardji
Tipe Proyek: Residensial | Kamar Tidur
Gaya Desain: Minimalist Scandinavian
Lokasi: Bogor, Jawa Barat
Ukuran: 7,5 m2
Biaya Desain: Rp2.000.000,00
Desainer: Andrias Mulyadi