fbpx
Hi, Guest
Login  |  Register

Perbedaan Gaya Desain Minimalis, Scandinavian, Zen, dan Wabi-Sabi

interior ruang keluarga

Keempat gaya desain memiliki keunikan, baik dari sejarahnya hingga karakteristiknya.

Estimated reading time: 19 minutes

InteriorDesign.id – Banyaknya gaya desain yang tercipta, tak jarang antara satu dan lainnya, memiliki kemiripan, bahkan hingga dianggap serupa.

Tampilannya yang senada sering kali membuat kita terkecoh, padahal setiap gaya desain memiliki ciri khas dan karakternya masing-masing.

Terciptanya suatu gaya desain sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya dari letak geografis, budaya setempat, hingga filosofi atau prinsip tertentu.

Nah, membahas gaya desain, terdapat beberapa perbedaan jika kita melihat dari kacamata arsitek dan desainer interior.

Terdapat beberapa gaya desain di lingkup arsitek yang ternyata hanya menjadi tema pada lingkup desain interior.

Jadi, intinya, dalam desain interior terdapat beberapa gaya desain sebagai “induk utama” yang akhirnya dikerucutkan lagi pada tema desain.

Sebagai contoh, minimalis merupakan gaya desain karena lebih luas dan menyeluruh.

Gaya minimalis dapat dibuat lebih spesifik lagi jika kita memberikan tema desain, seperti wabi-sabi atau zen.

interior ruang keluarga dapur konsep open space

Seperti tercantum pada judul, kali ini kita akan membahas perbedaan dari beberapa gaya desain yang selama ini sering dianggap serupa; gaya minimalis, scandinavian, wabi-sabi, dan juga zen.

Namun, sebenarnya keempat desain ini memiliki keunikan, baik dari sejarahnya hingga karakteristiknya.

Mengetahui perbedaannya tentu akan menambah pemahaman sehingga kita tidak keliru lagi.

Latar Belakang Terbentuknya Gaya Desain

Sebelum menulusurinya lebih jauh, rasanya akan lebih afdol jika kita mundur ke belakang untuk mengetahui latar belakang terbentuknya masing-masing gaya desain.

Cikal Bakal Gaya Desain Minimalis

Untuk menelusuri latar belakang gaya desain minimalis, mari kita mundur kebelakang sekitar tahun 1917 dan terbang ke Negara Eropa, Belanda.

Dari tahun tersebut hingga kira-kira 1930an, dunia seni di Belanda sedang mengacu pada gerakan seni De Stijl yang berarti The Style.

Gerakan seni ini mengacu pada sesuatu yang lebih sederhana dengan hanya mempertahankan bentuk dan warna yang esensial.

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Ludwig Mies van der Rohe. ~ via Pinterest

Masih dari daratan Eropa, seorang arsitek terkenal dari Jerman, Ludwig Mies van der Rohe menciptakan cikal bakal desain mnimalis.

Dengan prinsipnya yang terkenal, yaitu less is more, membuat van der Rohe mementingkan kesederhanaan, bersih, lugas, dan jelas dalam gaya desainnya.

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest Bauhaus Movement

Van der Rohe menunjukannya dengan pemilihan material yang lebih modern dan struktur interior yang lebih terbuka, open space.

Dari daratan Eropa, saatnya kita terbang ke Negeri sakura, yang ternyata juga memiliki pengaruh kuat pada gaya desain minimalis.

Jepang, memiliki gaya arsitektur yang sederhana dan menyingkirkan hal-hal yang dianggap tidak perlu.

Hal ini yang juga menjadi cikal-bakal gaya minimalis.

Iklim Negara Nordic Pengaruhi Gaya Desain Scandinavian

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Dengan rentang waktu yang tidak terlalu jauh, di Negara-negara Nordic, juga berkembang sebuah gaya desain yang saat ini kita kenal dengan nama scandinavian.

Tepatnya pada tahun 1950an, gaya desain ini mulai dikenal dan berkembang setelah sebelumnya gaya minimalis sangat mendominasi dan masih menjadi gaya desain yang populer.

Fakta menariknya, sejak 1930an, gaya desain scandinavian telah dikembangkan oleh para desainer-desainer ternama.

Para desainer yang berada di balik desain scandinavian di antaranya, Alvar Aalto, Arne Jacobsen, Borge Mogensen, Hans J. Wegner, Verner Panton, Poul Henningsen, dan Maija Isola.

Sebenarnya scandinavian memiliki kesamaan dengan minimalis.

Keduanya memiliki tampilan yang sederhana, jauh dari kata rumit, dan mementingkan fungsi.

Namun, gaya desain ini banyak dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat Negara-negara Nordic; Swedia, Islandia, Denmark, Norwegia, dan Finlandia.

Negara-negara tersebut dinilai lebih maju sehingga memiliki pola pikir yang berbeda.

Masyarakatnya sangat mementingkan kelestarian lingkungan yang banyak memengaruhi gaya desain scandinavian itu sendiri.

Di samping itu, iklim Nordic terkenal dengan musim dingin yang lebih lama. Ini sangat mempengaruhi gaya hidup dan kebiasaan masyarakatnya.

Dekat dengan alam dan ramah lingkungan menjadi ciri khas yang membedakannya dengan minimalis.

Saat sekarang, caya scandinavian terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, menjadi salah satu gaya desain paling digemari dan cukup populer.

Zen, Aliran Buddhisme yang Pengaruhi Gaya Desain

Zen merupakan salah satu aliran Buddha Mahayana yang berarti meditasi. itulah sebab, zen dimaknai sebagai kondisi batin yang berpusat pada meditasi.

Kata zen sendiri diambil dari Jepang, yang sebelumnya berasal dari bahasa Pali, yaitu Chan.

Tujuan dari meditasi itu sendiri untuk mencapai satori ,atau yang diartikan sebagai pencerahan.

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Secara garis besar, aliran zen mengajarkan kita untuk mencari makna dan meningkatkan keseimbangan hidup melalui nilai-nilai kesederhanaan dan keselarasan alam.

Dalam interior desain, zen memberikan pengaruhnya dengan penciptaan kenyamanan, ketenangan, yang dapat menentramkan jiwa.

Salah satu penerapannya adalah dengan semakin sedikit benda atau perabotan yang dimiliki, semakin tenang dan damai rasanya.

Menerima Kekurangan menjadi prinsip Gaya Desain Wabi-Sabi

interior ruang keluarga interiordesign.id

Wabi-sabi pada awalnya merupakan sebuah prinsip yang lahir di Negara Jepang. Prinsip ini mulai diperkenalkan kira-kira pada abad ke-14.

Sebuah buku berjudul “Wabi Sabi Simple”, karya Richard Powell, turut memperkenalkan prinsip ini pada dunia.

Salah satu pemikiran yang tercantum pada buku tersebut adalah teori tiga realitas utama dalam kehidupan.

Teori mengajarkan pemahaman mengenai hal-hal yang tidak abadi, tidak selesai, dan tidak sempurna.

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest weardecor

Lahirnya prinsip wabi-sabi juga dipengaruhi dari aliran zen. Itulah kenapa keduanya sangat mementingkan nilai ketenangan dan keseimbangan

Wabi-sabi sebagai gaya desain lahir pada abad ke-15.

Kelahirannya sekaligus memberikan sebuah sikap dari tren sebelumnya yang cenderung menghias rumah secara belebihan.

Sebelum wabi-sabi diperkenalkan, orang-orang senang sekali menghias ruangannya dengan beragam perabotan untuk menunjukan kemewahan.

Mereka berlomba menunjukan status sosial dengan kemewahan yang direpresentasikan dari huniannya.

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest the cottage market

Mengutip Pramudjo (2002:19) mengatakan bahwa wabi-sabi tediri dari dua suku kata yang memiliki kesinambungan arti.

Menurut Pramudjo, wabi atau wabishii berarti perasaan tidak senang, redup, suasana suram, dan kesunyian.

Sedangkan sabishii memiliki arti kesedihan, kondisi kemiskinan, melarat, dan kesepian.

Meskipun kedua kata tersebut mengartikan sesuatu yang menyedihkan dan suram, tetapi ada maksud tersendiri.

Prinsip wabi-sabi memberikan pemahaman mengenai penerimaan terhadap sebuah ketidaksempurnaan dan menjalani kehidupan dalam kesederhanaan.

Memahami Karakter Masing-masing Desain

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Banyak faktor yang akan memengaruhi karakter sebuah desain. Salah satu faktor terbesarnya adalah latar belakang terbentuknya.

Seperti yang sudah kita pahami sebelumnya, setiap gaya desain memiliki latar belakang yang berbeda.

Mulai dari iklim, kebiasaan masyarakatnya, hingga life style, atau tren yang sedang berlaku pada masa itu.

Sesuai dengan tujuan tulisan kita kali ini, membedakan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi, maka perbedaannya bukan hanya terlihat dari latar belakangnya.

Ternyata, meski keempat desain ini tampak serupa, tetapi memiliki karakter yang berbeda.

Nah, sebenarnya bagaimana karakter dari keempat gaya desain ini?

Esensial dan Fungsional, Gaya Desain Minimalis

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Minimalis merupakan gaya desain yang sederhana. Dus, tidak banyak menerapkan ornamen yang dirasa tak perlu.

Tampilan bersih dan garis-garis halus lebih sering digunakan karena tidak memberikan kesan yang berlebihan.

Desain minimalis menghasilkan ruangan yang terasa lebih luas, rapi, dan terbuka.

Penggunaan sekat jarang digunakan agar ruangan tetap leluasa.

interior kamar tidur minimalis, interiordesign.id

Hal ini juga berkaitan dengan karakter minimalis yang fokus pada fungisonalitas.

Kita harus bisa memaksimalkan fungsi ruang dan kapasitasnya.

Jika dilihat dari segi pemilihan warna dan material, minimalis juga memiliki karakter khasnya.

Warna monokromatik dan palet warna yang cenderung terbatas bukan menjadi batasan, justru memberikan identitas dan karakter tertentu.

Dengan pemilihan warna yang cenderung monokromatik melahirkan tampilan ruangan yang sederhana khas minimalis.

Simple and Warm, Gaya Desain Scandinavian

interior ruang tengah gaya scandinavian

Gaya scandinavian menciptakan tampilan ruangan yang simpel, hangat, dan yang paling penting adalah dekat dengan alam.

Unsur alam menjadi karakter utama dari gaya scandinavian. Material yang digunakan alami sehingga mudah untuk didaur ulang, misalnya kayu.

Kebiasaan orang Nordic yang dekat dengan alam membuat mereka sadar akan pentingnya menjaga alam. Hal ini juga mempengaruhi karakter gaya desainnya.

Pencahayaan alami sudah menjadi suatu kewajiban dari desain scandinavian. Bukaan jendela berukuran besar dapat dengan mudah kita temukan pada bangunan scandinavian.

Elemen dekorasi yang dipilih juga relatif alami, seperti peletakan tanaman hias hidup atau yang sudah dikeringkan.

Relaksasi ala Gaya Desain Zen

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest hello lovely

Baca juga:

Gaya Desain Zen, Ciptakan Suasana Ruang dengan Keseimbangan dan Keselarasan yang Sempurna

Maka apapun yang diterapkan pada desain ini harus dapat merepresentasikannya.

Meminimalisir penggunaan elemen yang tidak perlu menjadi salah satu caranya.

Semakin sedikit yang kuanggap miliku, semakin penuh hatiku.

Selain itu, pemilihan warna yang dapat menciptakan ketenangan dan relaksasi juga menjadi karakter desain zen.

Dalam hal ini kita membicarakan psikologi warna. Perpaduan warna seperti hijau, abu-abu, dan krem sering menjadi rumusan ruangan bergaya zen.

interior ruang tamu ruang keluarga, interiordesign.id

Suasana hangat dan tenang ala zen dapat diciptakan dengan pencahayaan warmlight.

Penggunaan lilin akan sering kita temui.

Apalagi jika menggunakan lilin aroma terapi, akan menambah ketenangan yang semakin mencerminkan prinsip zen.

Menghadirkan “Ketidaksempurnaan dalam Ruang” Gaya Desain Wabi-sabi

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Menjadikan ketidaksempurnaan sebagai keindahan.

Meskipun sederhana, dan memiliki ketidaksempurnaan, tetapi gaya desain ini mampu memberikan keindahan yang menjadi keunikan dari karakternya.

Para seniman furnitur beraliran wabi-sabi sering kali merekonstruksi ulang sesuatu yang sudah dianggap rusak oleh khalayak.

Meski kerusakannya masih sangat mungkin terlihat, tetapi hal itu yang justru menjadi keindahan dan keunikannya.

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest style sourcebook

Dekorasi seperti vas bunga yang sudah retak atau lemari kayu yang sudah usang justru dianggap menjadi sesuatu yang berharga.

Hal ini mengacu pada salah satu nilai wabi-sabi, yaitu yugen yang artinya kedalaman makna.

Karakter gaya desain ini sangat mementingkan nilai atau makna dari apa yang kita simpan pada ruangan.

Tidak perlu menciptakan sesuatu yang mewah pada ruangan karena wabi-sabi tidak mengartikan sebuah keindahan dari sesuatu yang mewah.

Ketidakberaturan, kesederhanaan, tidak terikat, esensi, kealamian, makna, dan keheningan menjadi karakter utama dari gaya wabi-sabi.

Berbagai Elemen dari Keempat Desain Sebagai Ciri Khas

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Jika kita ingin menerapkan salah satu dari keempat desain ini tentunya pemahaman mengenai masing-masing elemen sangatlah penting.

Meskipun terdapat beberapa kesamaan, tetapi setiap desain memiliki ciri khasnya sendiri.

Baiklah, mari kita mulai dari elemen gaya desain minimalis.

Minimalis

1. Gaya Geometris

interior dapur kecil minimalis, interiordesign.id

Meski minimalis memberikan tampilan yang sederhana, tetapi kita tetap dapat mengeksplorasi bentuk.

Kreasi bentuk biasa dituangkan pada bentuk ruangan maupun furnitur yang dipakai.

Bentuk geometris yang dipakai memang masih sederhana, tidak terlalu beragam seperti memphis style.

2. Penggunaan Warna Monokrom

Monokrom atau penggunaan warna tunggal menjadi elemen utama desain minimalis.

Sering kali kita keliru memaknai warna monokrom. Hitam, putih, dan abu-abu, bukan hanya itu yang bisa di sebut warna monokrom.

Monokrom adalah warna primer yang mana terdiri dari merah, kuning, biru, dan dicampur dengan warna putih.

Pencampuran tersebut bertujuan untuk memberikan tingkat terang dan gelap dari warna primer.

3. Mengutamakan Nilai Fungsi

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Less is More

Prinsip ini dapat diartikan sebagai semakin sedikit atau semakin esensial yang kita miliki, maka akan terasa lebih.

Mengurangi penggunaan sesuatu yang tidak perlu dan hanya mempertahankan apa yang perlu, menjadi rumus desain minimalis.

4. Tidak Berlebihan dalam Penggunaan Furnitur

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Dengan memerhatikan fungsi, maka rasa ingin memiliki banyak furnitur akan lebih terkendali.

Scandinavian

1.Pemilihan Warna Cerah agar Ruangan Lebih Terang

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Elemen ini sebenarnya menyasuaikan dengan iklim Negara Nordic yang jarang sekali mengalami musim panas.

Agar ruangan tetap terasa terang, maka pemilihan warna menjadi penting.

Meskipun menggunakan warna terang, tetapi hanya warna lembutlah yang dipilih. Kesederhanaan tetap menjadi poin penting agar tidak berlebihan.

2. Penggunaan Material Kayu

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi

Kedekatan orang Nordic dengan alam membuat material yang digunakan juga alami.

Penggunaan kayu sudah menjadi identitas scandinavian yang diterapkan pada berbagai elemen, seperti lantai, plafon, dan furnitur.

3. Memaksimalkan Cahaya Matahari

interior dapur minimalis, interiordesign.id

Dengan iklim yang jarang tersentuh musim panas membuat matahari menjadi sesuatu yang berharga.

Rumah-rumah ala scandinavian memiliki jendela berukuran besar untuk membiarkan cahaya matahari masuk dengan leluasa.

Hal ini juga sejalan dengan orang Nordic yang memerhatikan alam. Dengan menggunakan cahaya matahari selama siang hari dapat mengurangi penggunaan energi.

4. Meletakan Tanaman Hias Sebagai Aksen

interior rumah, interiordesign.id

Untuk menambah kesan dekat dengan alam penambahan tanaman hias pada ruangan menjadi pilihan yang tepat.

Tanaman memberikan kesan alami sekaligus membuat ruangan menjadi lebih sejuk.

Menambahkan tanaman bukanlah sesuatu yang belebihan.

5. Menghindari Ruangan Penuh dan Berantakan

Keleluasaan menjadi elemen penting dari ruangan bergaya scandinavian.

Dus, penataan menjadi sebuah kunci agar ruangan tidak berantakan dan tetap terasa lega.

Zen

1.Furnitur Simpel dan Clear Lines

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest archilovers

Penggunaan furnitur dengan bentuk rumit dan detail yang terlalu berlebihan dapat menghilangkan kesan ketenangan dari gaya zen.

Model furnitur ala gaya zen pasti memiliki bentuk yang simpel dan telihat clear lines.

Dengan begitu, nuansa relaksasi dan kehangatan semakin terpancar yang memberikan ketenangan jiwa.

2. Warna Natural yang Menenangkan

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest limitlesswalls

Menciptakan suasana tenang dan rileks bukan keputusan bijak menggunakan warna merah menyala pada ruangan.

Penggunaan warna-warna natural seperti putih, abu-abu, coklat, dan hijau, menjadi pilihan tepat.

Kombinasinya dapat memberikan keseimbangan warna pada ruangan yang menenangkan.

3. Penggunaan Material Kain

Material kain atau fabric menjadi salah satu material yang cumun dominan digunakan.

Bahan kain yang digunakan cenderung alami seperti linen dan wol yang memberikan kehangatan.

Dari pemilihan warna tentunya tetap menggunakan warna netral yang alami.

4. Pencahayaan Warmlight

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest livspace

Bukan lampu terang dengan cahaya putih yang biasa diterapkan pada ruangan bergaya zen, melainkan cahaya redup yang hangat.

JIka menggunakan lampu, pilihlah warna warm. Selain itu, kita bisa menambahkan lilin yang memberikan kehangatan dan juga nilai estetika.

Wabi-sabi

1.Menghadirkan Furnitur Lama, Tetapi Bermakna

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest seasons

Tidak ada salahnya menggunakan furnitur yang sudah usang selama masih memiliki fungsi.

“Keusangan” dari furnitur lama justru menciptakan keindahan baru.

Bahkan kita bisa menghadirkan dekorasi atau furnitur yang sudah direkonstruksi dari kerusakannya.

Bekas kerusakan justru memberikan kesan kesan ketidaksempunaan yang sebenarnya sempurna.

2. Ketidakberaturan yang Estetik

Sebenarnya tidak perlu penataan yang terlalu rapi untuk ruangan bergaya wabi-sabi.

Ketidakeraturan menjadi ciri ketidaksempurnaan yang justru memberikan tampilan estetik.

Bahkan kita bisa “membenturkan” furnitur dengan bentuk dan material yang berbeda.

3. Mementingkan Nilai Kesederhanaan dan Praktis

Kita tidak akan menemukan sesuatu yang berlebihan dari ruangan bergaya wabi-sabi.

Mulai dari pemilihan warna, ukuran dan jumlah furnitur, pemilihan material dan bentuk, semua dibuat sederhana dan praktis.

4. Menghadirkan Kesan Alami

Perbedaan gaya desain minimalis, scandinavian, zen, dan wabi-sabi
Pinterest decor demon

Gaya interior khas Jepang terkenal dengan kesan alami yang dihadirkan pada ruangannya.

Furnitur yang terbuat dari material alami dapat menjadi solusi terbaik. Dengan begitu ruangan lebih terasa natural khas Negeri sakura.

Persamaan dan Perbedaan Gaya Desain Minimalis, Scandinavian, Zen, dan Wabi-sabi

Persamaan Gaya Desain Minimalis, Scandinavian, Zen, dan Wabi-sabi

interior rumah, interiordesign.id

Seperti yang selama ini dikenal luas, keempat gaya desain ini tampak serupa karena memang memiliki benang merah yang sama.

Jika kita pahami lagi, keempat gaya desain sama-sama mementingkan kesederhanaan pada desainnya.

Keempat desain tidak menggunakan detail, warna, motif, atau bentuk yang berlebihan. Semuanya dibuat simpel dan selaras menjadi satu kesatuan.

Selain itu, nilai fungsi menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan dari keempat desain ini.

Hanya mempertahankan sesuatu yang perlu dan meninggalkan yang kurang perlu.

Perbedaan Gaya Desain Minimalis, Scandinavian, Zen, dan Wabi-sabi

interior rumah, interiordesign.id

Setelah menjelajahi sejarahnya, memahami karakteristik, dan elemen khasnya, kita dapat dengan jelas menemukan perbedaan dari keempat gaya desain tersebut.

Perbedaan dapat terlihat dari penggunaan material.

Minimalis yang cenderung menggunakan material modern seperti kaca, besi, dan plastik.

Sangat berbeda dengan scandinavian dan dua gaya lainnya yang cenderung menggunakan material alami, seperti kayu dan batu alam.

Lalu perbedaan juga dapat terlihat dari tampilan yang dihasilkan dari masing-masing desain.

Scandinavian menghasilkan tampilan yang hangat dan dekat dengan alam. Sementara minimalis memberikan tampilan yang lebih compact dan modern.

Berbeda juga dengan dua desain lainnya, zen dan wabi-sabi yang memancarkan ketenangan, keseimbangan, dan relaksasi.

Di samping itu, gaya desain wabi-sabi memiliki perbedaan yang mencolok dibandingkan tiga desain lainnya.

Wabi-sabi membiarkan ketidaksempurnaan menjadi lebih bernilai dan bermakna.

Gaya wabi-sabi menunjukan keindahan dari sesuatu yang biasa dianggap sebagai kekurangan pada ruangan.

Perasaan cukup akan memberikan ketenangan bagi kita.

Perbedaan yang terakhir terlihat jelas dari latar belakang atau sejarah setiap gaya desain.

Meskipun beberapa gaya desain berkaitan seperti zen dan wabi-sabi.

Gaya minimalis yang lahir di Negara Eropa dengan membawa prinsip less is more.

Sedangkan scandinavian lahir di Negara-negara Nordic yang disesuaikan dengan kondisi iklim dan kebiasaan masyarakatnya.

interior rumah, interiordesign.id

Meski gaya wabi-sabi dipengaruhi prinsip zen yang berasal dari Cina, tetapi wabi-sabi lahir menjadi sebuah prinsip baru di Negara Jepang.

Nilai-nilai yang dianut masyarakatnya ikut memengaruhi wabi-sabi sehingga lebih relevan dengan negaranya.

Simpulan

Setelah mengetahui dan memahami seluk-beluk dari keempat gaya desain ini, tentu sangat disayangkan jika kita masih keliru untuk membedakannya.

Untuk menerapkannya pada rumah pribadi, kita sesuiakan dengan selera dan kebutuhan.

Yang terpenting adalah apapun gaya desain yang kita pilih, pastikan ini memberi kebahagian dan kenyamanan pada interior rumah kita. Rumah adalah tempat terbaik yang harus dirancang dan didesain senyaman dan semenarik mungkin.

InteriorDesign.id dibandingkan dengan desainer interior konvensional, mana yang terbaik untuk Anda?

Siap memulai proyek desain interior?

Mau rumah impian sesuai anggaran yang Anda miliki? Sangat mungkin & mudah!

2000+ desain telah diselesaikan, dapatkan lebih banyak inspirasi!

...
Hello interiordesign.id