rumah tumbuh

Growing House; Tren Pembangunan Rumah yang Disesuaikan dengan Ketersediaan Anggaran

Posted by Ami Nurbaiti  •  Wednesday, March 13 2019

Interiordesign.id – Beberapa dari Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah rumah tumbuh. Ya, rumah tumbuh adalah cara membangun rumah secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup panjang. Proses pembangunan rumah ini dibagi ke dalam beberapa tahap dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Ilustrasinya kira-kira seperti ini:

Saat Anda memulai proses pembangunan rumah, Anda tidak harus menghabiskan semua lahan untuk dibangun, tetapi sisakan sebagain atau sedikit space untuk Anda kembangkan sesuai dengan ketersediaan dana serta kebutuhan penghuni di waktu yang akan datang.

Jadi Anda tidak harus berfikir ideal untuk dapat memiliki sebuah rumah ideal. Anda bisa memilikinya dengan cara bertahap.

Konsep rumah tumbuh sendiri adalah sebuah proses berfikir panjang ke masa depan tanpa harus mengorbankan keinginan ideal yang telah disebutkan, meski Anda tidak memiliki cukup dana. Memiliki rumah dengan penerapan konsep ini tidak mengharuskan Anda terburu-buru dalam pembangunan dan memaksakan keinginan untuk dapat segera memiliki sebuah rumah ideal.

Kelebihan Konsep Rumah Tumbuh

Salah satu keuntungan dari proses membangun rumah secara bertahap ini, selain tentu saja sesuai dengan kemampuan keuangan atau anggaran, adalah di saat kebutuhan akan ruang meningkat di masa depan, Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut tanpa harus membongkar atau merenovasi rumah secara besar-besaran. Anda hanya perlu meneruskan proses pembangunan rumah yang disesuaikan dengan konsep desain dan denah awal.

Selain itu, dari sisi kenyamanan pun, rumah akan tetap sehat dan secara struktural dijamin tetap kuat.

Dan jika ada kelebihan dan keuntungan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan menarik buat semua orang, adalah soal Anda sendiri yang memiliki otoritas dan wewenang serta kontrol penuh untuk bisa menentukan jadwal pembangunan rumah. Tentu saja ini bergantung pada kondisi finansial atau keuangan Anda. Sehingga Anda tidak akan terjebak dalam sebuah situasi di mana Anda terikat dengan jadwal cicilan seperti jika Anda membeli rumah dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).

Ingat, rumah Anda adalah istana Anda, dan itu sepenuhnya tergantung kepada Anda. Mulai dari konsep desain, model, gaya arsitektur, hingga yang sedang kita bahas ini, jadwal pembangunan.

Itulah esensi dan konsep umum dari rumah tumbuh. Sebuah konsep pembangunan rumah yang dipersiapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di masa yang akan datang.

Rumah tumbuh sendiri adalah solusi efektif dalam membangun rumah impian, terutama bagi Anda yang memiliki keterbatasan anggaran.

rumah tumbuh

Konsep desain rumah tumbuh. ~ via pinterest

Dua Jenis Rumah Tumbuh

Ada dua jenis pengembangan rumah tumbuh, yaitu secara horizontal dan vertikal.

Apa saja perbedaannya?

Rumah Tumbuh Horizontal

Rumah tumbuh dengan konsep horizontal hanya cocok jika Anda memiliki lahan yang cukup luas, setidaknya 2 kali luas bangunan awal.

Konsep rumah tumbuh horizontal ini tidak membutuhkan struktur bangunan yang sangat kuat karena penambahannya yang menyamping. Tetapi, tentu saja lebih baik untuk membiarkan tulang struktur tetap keluar agar memudahkan penyambungan struktur di tahap pengembangan berikutnya.

Salah satu keuntungan rumah tumbuh horizontal adalah pembangunannya yang cenderung lebih cepat dan juga mudah. Tetapi ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lupakan, salah satunya Anda harus memperhitungkan denah ruangan. Prioritas ruangan untuk rumah inti seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, kamar mandi, dan dapur menjadi catatan penting.

gambar arsitektur rumah tumbuh

Gambar arsitektur rumah tumbuh. ~ via NAF Architect

Rumah Tumbuh Vertikal

Sesuai namanya, rumah tumbuh vertikal berarti rumah yang tumbuh ke atas atau bertingkat. Yang harus benar-benar diperhatikan dalam konsep rumah tumbuh secara vertikal ini, adalah sola pondasi. Anda harus memiliki fondasi yang sangat kuat. Selain fondasi, Anda juga mesti memikirkan soal struktur dan mempertimbangkan kolom dan balok-balok penunjang.

Ilustrasinya, jika jika saat ini yang hanya mampu membangun rumah satu lantai, tetapi dengan memiliki fondasi, kolom dan stuktur yang kuat serta dipersiapkan untuk pembangunan lantai 2 dan seterusnya di kemudian hari, Anda tidak perlu khawatir atau bahkan harus terlebih dahulu melakukan perombakan struktur di saat berkeinginan dan atau memiliki kebutuhan untuk peningkatan rumah menjadi 2 lantai.

Anda tidak perlu lagi membuang banyak waktu untuk melakukan injeksi beton pada struktur demi memperkuat bangunan di tahap pengembangan rumah selanjutnya.

Dan keuntungan dari membangun rumah yang tumbuh secara vertikal adalah Anda tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Lain hal jika Anda menerapkan konsep rumah tumbuh secara horizontal.

 

rumah tumbuh

Growing house. ~ via archdaily

Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Untuk menerapkan konsep rumah tumbuh, ada hal-hal penting yang harus Anda perhatikan, di antaranya:

  1. Menyesuaikan konsep rumah dengan luas lahan

Jika Anda sudah merasa mantap untuk menerapkan konsep rumah tumbuh, poin penting pertama yang harus diperhatikan adalah membuat blueprint dari rencana pembangunan rumah Anda.

Meski terdengar sederhana, membangun rumah membutuhkan dan mengharuskan Anda untuk melalui beberapa tahapan dan proses, salah satunya Anda harus sudah memiliki rencana yang matang, seperti soal tujuan pembangunan rumah, alokasi dana, mendata prioritas kebutuhan ruangan, dan konsep desain rumah rumah tumbuh seperti apa yang diinginkan; apakah Anda akan membuat rumah yang bertingkat (vertikal) atau memperluasnya ke samping (horizontal)?

Penting juga untuk diingat bahwa pengembangan rumah sebaiknya tidak mengubah beberapa elemen desain dan arsitektural yang sudah ada, seperti taman, teras, ataupun ventilasi rumah. Bukan saja hal tersebut bisa memakan cukup banyak waktu, tetapi juga akan menambah pengeluaran Anda.

konsep interior rumah tumbuh

Interior rumah tumbuh white house. ~ via archdaily

 

  1. Mengurus surat izin mendirikan bangunan (IMB)

Salah satu alasan atau keuntungan mengapa sangat efektif ketika Anda menggunakan jasa arsitek atau desain interior adalah karena mereka bisa membantu memberikan Anda gambaran mengenai tahapan rancang bangun rumah. Gambar atau hasil kerja mereka bisa menjadi acuan saat mengurus IMB. Dokumen tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap pemilik rumah.

  1. Menyusun Rencana Anggaran Belanja

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah penyusunan RAB atau Rencana Anggaran Belanja .

RAB ini meliputi anggaran untuk material bangunan, upah tukang bangunan, dan biaya ekstra lain yang dibutuhkan dalam proses konstruksi. Anda mesti cermat saat menyusun dokumen ini. RAB dibutuhkan sebagai pedoman agar proses pembangunan bisa secara efektif, efisien, dan lancar.

Karena proses pembangunan rumah tumbuh dilakukan dalam jarak dan jangka waktu yang cukup panjang, Anda juga perlu memperhitungkan laju inflasi agar perkiraan anggaran yang telah Anda susun tidak akan jauh berbeda dengan total pengeluaran rillnya.

Tipsnya; masukkan jumlah kenaikan harga bahan bangunan ataupun upah tukang sebesar 5-10% setiap tahunnya. Dengan cara ini, Anda dapat memperhitungkan kenaikan biaya pada saat pembangunan rumah di tahap selanjutnya.

  1. Merencanakan denah, pondasi, dan saluran air

Dalam konsep rumah tumbuh, alangkah baiknya apabila denah rumah dirancang sesuai dengan orientasi pembangunan ke depannya, sehingga pada saat penambahan, Anda tidak perlu lagi untuk banyak mengubah denah awal.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, pembuatan denah ini bisa sangat membantu Anda saat mengurus dokumen surat izin mendirikan bangunan.

Dalam IMB sendiri, luasan rumah yang direncanakan bisa dicantumkan, sehingga tidak akan menyulitkan Anda di tahap pembangunan selanjutnya.

Prioritas ruangan dalam pembangunan dapat menjadi pedoman saat membangun fondasi rumah tumbuh, baik secara vertikal maupun horizontal. Bila rumah berorientasi horizontal atau ke samping, tulangan struktur dari bangunan sebaiknya menghadap keluar agar dapat disambung pada tahap pembangunan selanjutnya.

Tetapi apabila rumah dikembangkan secara vertikal atau ke atas, fondasi kolom bangunan harus dibuat agar mampu menahan beban bangunan lebih dari satu lantai.

Jangan lupakan volume air buangan. Semakin banyak ruangan di dalam sebuah rumah, maka akan semakin bertambah pula jumlah volume air buangan. Penambahan kamar mandi, dapur atau luas atap akan membuat volume air kotor dan air hujan membesar.

Bila Anda sudah berencana membangun rumah tumbuh, sebaiknya instalasi pipa air kotor dipasang di bawah menggunakan pipa berukuran besar dan menyesuaikan dengan luas bangunan yang sudah direncanakan sejak awal pembangunan.

interior rumah tumbuh

Interior rumah tumbuh white house. ~ via ArchDaily

Nah, itulah sekilas tentang konsep rumah tumbuh. Konsep desain rumah semacam ini bisa menjadi solusi praktis bagi Anda yang berencana atau bekeinginan untuk memiliki rumah idaman tetapi ketersediaan anggaran belum dirasa memungkinkan. Anda bisa merencanakan dan memulai pembangunan rumah secara bertahap dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Jadi, apakah Anda tertarik menggunakan konsep desain rumah tumbuh?

Butuh bantuan desain dan dekorasi interior? Berkomunikasi langsung dengan desainer-desainer terbaik?

Tags: , , , , , , ,

Ami Nurbaiti

By Ami Nurbaiti

Ami was born in Bandung. She graduated from State Islamic University Bandung in 2018 majored in English Education Department. She really loves to read about anything from manga, novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different and interesting topics and now she currently works as a content writer

Artikel lainnya




Load more

Ready for the room you've always wanted?

@interiordesign.id

Untuk inspirasi penataan ruang serta tips dan trik yang komplit bagaimana ruangan biasa jadi terlihat lebih istimewa


 

Follow on Instagram

preloader